Surat Cinta Pertama di 2014

Haha.. ini bukan surat cinta, Tuan dan Nyonya. Aku sengaja membuat judul demikian agar kalian tertarik kemari, berpikir bahwa aku dengan mudahnya mengumbar perasaan cintaku kepada orang lain, biar khalayak tahu.

Ini sebenarnya bukan masalah cinta, semua isi di surat ini begitu penuh lukanya. Aku menuliskannya dalam tangis Tuan dan Nyonya, dalam harap yang tidak sanggup kudekap. Dengan tulisan ini, aku berharap dapat meredakannya, dan mulai kembali menguatkan diri dengan doa.

Tuan dan Nyonya, ini bukan sekadar surat cinta, bahkan aku belum pernah tahu bagaimana rasanya cinta itu.

Apakah terdiri dari lima rasa?

Atau satu rasa, tergantung dari siapa yang mengecapnya?

Si A merasakan cinta itu manis enam bulan lalu, lalu berubah menjadi pahit dalam waktu satu minggu ini.

Sahabatku mengatakan cinta itu bias, tidak terasa apa – apa saat kamu mengecapnya, namun baru kemarin dia mendatangiku dengan sumringah, lalu menyarankanku harus merasakan cinta sesekali, rasanya menagih.

Lalu bagaimana menurutmu, Tuan dan Nyonya?

Apakah aku mampu menumbuhkan benih cinta dari satu harapan? Walau waktu yang harus kutunggu nanti, walau sepi yang harus menemani dulu nanti, walau airmata yang menetes sesekali.

Jika aku yang masih muda ini, mampu Tuan dan Nyonya yakinkan mengenai keberadaan cinta tidak hanya masalah rasa, namun juga waktu. Mulai saat ini, aku akan menunggu.

 Pronel Personnel - Dear HR Dept

Source: Here

//

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s