Resensi Buku Muggle: “The Tales of Beedle the Bard”

 

Disclaimernya: Saya tahu sekali hanya segelintir orang yang mempunyai darah penyihir di dalam dirinya, mayoritas kalian pasti Muggle, Half blood atau malah Squib. Bagaimana pun, aku sebagai Ravenclaw sejati mencoba menyajikan cerita ini yang bisa dimengerti kalian para Muggle. Buku ini aku ambil saat diam – diam pinjam jubahnya seniorku Kakak Potter, agar bisa mengambil buku ini di perpustakaan. Anehnya, kenapa buku ini masuk ke Buku Terlarang, padahal ini semua hanya kumpulan dongeng yang sering aku dengarkan waktu kecil.

Kalian sering dengar cerita Cinderella atau Snow White yang sering menemani tidur kalian, atau Malin Kundang dan lainnya. Semuanya anonim, kita tidak tahu penulisnya siapa. Tapi kalau di dunia kami, dunia penyihir, mempunyai Beedle. Beedle selalu mempunyai cerita yang unik, kamu sebagai Muggle pasti mengerti. Jadi, kalian tahu buku apa yang akan aku ceritakan nanti?

*lucunya, saat aku ke Tangerang, salah satu daerah Muggle, ternyata buku sejenis sudah muncul di Toko Buku yang namanya kalau tidak salah Grmeadia, Garmedia, atau sejenisnya, aku lupa. Maka, identitas buku ini aku tulis dengan cara Muggle, bukan secara penyihir.

Tolong revisi ya kalau salah, aku masih amatir memberikan identitas buku dengan cara Muggle

200px-Tales_of_Beedle_the_Bard

Judul Buku: The Tales of Beedle the Bard

Penulis: J.K Rowling

Jadwal beli: 29 November 2012 (ini penting ngga sih ditulis? Bloody hell)

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Halaman: 144 hlm; 17,2 cm

Jakarta, Maret 2009

Informasi Spesial: Royalti Buku ini akan didonasikan kepada Children’s High Level Group

Goodreads Rating: 3.9 of 5 (tapi aku baru ngecek tadi, hihi. Eh apa harus dicantumkan info ini?)

Buku ini terdiri dari beberapa dongeng yang dituliskan oleh Beedle. Beedle lahir pada abad kelima belas di Yorkshire. Buku ini terdiri dari 5 dongeng, yang entahlah.. apakah kamu mau menjadikan bahan dongeng untuk anak – anakmu. Bagaimana pun, yang aku tahu, penyihir selalu terlihat negatif di mata Muggle. Tapi mudah – mudahan, dengan membaca buku ini, kamu mempunyai penilaian yang sangat berbeda mengenai para penyihir.

1 Sang Penyihir dan Kuali Melompat

the_wizard_and_the_hopping_pot_by_hogwartshobbitjedi-d5qesky

Sumber: di sini

Dahulu kala, ada penyihir tua yang sangat suka menolong para tetangga Mugglenya untuk menyembuhkan penyakit. Sayangnya, anak penyihir tersebut mempunyai sifat yang kebalikan dengan ayahnya. Sampai penyihir tua itu meninggal, anak tersebut menemukan bungkusan kecil di dasar kuali yang tertera namanya dengan pesan, “Anakku, harapan terbesarku adalah kau tak pernah membutuhkan sepatu ini.” Bungkusan tersebut ternyata isinya dalah sepatu tua.

Anak tersebut tidak mengacuhkan pesan ayahnya, dan setiap tetangganya yang datang ke rumah untuk meminta bantuan, anak tersebut tidak mau menolong seperti ayahnya. Uniknya, setiap anak tersebut menolak permintaan tetangganya untuk menyembuhkan, kuali tersebut akan berbunyi kencang sekali. Klontang klontang klontang. Mengejar anak itu, mengeluarkan kutil atau mengeluarkan airmata.

Sampai beberapa kali dan kuali tersebut masih saja mengeluarkan suara berisik, anak muda tersebut keliling desa dan dengan kesalnya berteriak, “ayo siapa saja yang mau disembukan penyakitnya.”

Dan cerita ini pun berakhir dengan bahagianya, dari keterpaksaan karena berisiknya kuali tersebut, anak tersebut menjadi seperti ayahnya yang suka menolong.

2 Air Mancur Mujur Melimpah

j-k-rowling

Sumber: di sini

 

Air Mancur Mujur Melimpah adalah taman ajaib. Konon siapa pun yang ke sana, niscaya keberuntungan dan rezeki yang sangat melimpah. Tiga penyihir dengan masalahnya masing – masing; Asha (masalah dengan penyakitnya), Altheda (kekuatan dan kekayaan), dan Amata (masalah cinta) memutuskan untuk berkerja sama menuju Air Mancur tersebut sehingga bisa mencapai keinginan mereka.

Saat taman tersebut terbuka, ada satu orang yang terikut karena tersangkut gaun salah satu dari penyihir tersebut, yaitu Sir Luckless, yaitu ksatria yang tidak mempunyai kekuatan sihir sama sekali, namun mempunyai kekuatan bertarung yang kuat.

Mau tidak mau, mereka berempat harus berkerja sama untuk mewujudkan impian mereka menuju Air Mancur tersebut, apakah kedatangan Sir Luckless ini akan berhasil meraih impian ketiga penyihir ini?

3. Lalu kamu akan menemukan dongeng “Penyihir Berhati Berbulu”, ini kalau aku amati tidak seperti dongeng Muggle yang selalu happy ending. Dongeng ini tentang penyihir yang dingin sekali, dan merasa ‘senang’ karena dia selalu hidup sendiri, dan tidak jatuh cinta dengan siapa pun.

Sampai akhirnya penyihir tersebut gerah dengan ucapan kedua pelayannya dan selama lebih dr 50 tahun memutuskan untuk mencari istri.

Akhirnya penyihir tersebut mendapatkan istri namun si istri merasa hatinya tetap dingin, sampai akhirnya si penyihir menunjukkan hatinya yang berbulu, benar – benar berbulu, dan memutuskan untuk membunuh sang istri yang hatinya mengilap dan bersih.

Dongeng ini begitu gelap dengan ending yang tragis.

4. “Babbity Rabbity dan Tunggul Terbahak”

Product_The_Tales_of_Beedle_the_Bard_Harry_Potter_Series_J_K_Rowling_5_686109267.jpg

Sumber: di sini

Kamu akan menemukan banyak pelajaran di sini, tentang Raja bodoh yang ingin sekali belajar sihir dari Si Penipu.

Dan kamu gak akan asin dengan cerita tentang Kisah Tiga Saudara, yang dapat kamu lihat saat menonton Harry Potter ke berapa ya? Tentang cara Kematian menghampiri mereka, dan ini awalnya jubah tak kasat mata itu berasal.

03potter.cityroom.480

Sumber: di sini

 

Mungkin aku ceritakan lagi yang terakhir, biar kamu bisa ‘oooh…’

Kematian ‘bermain’ dengan ketiga saudara ini, Sulung meminta Tongkat yang tidak bisa kalah saat bertempur (ini yang dipatahkan Harry Potter di novel terakhirnya), lalu si Tengah meminta batu yang dapat menghidupkan orang mati, dan si Bungsu meminta sesuatu yang membuat Kematian tidak dapat membututi si Bungsu.

Lalu kematian mulai menjemput Sulung dan Tengah, namun Kematian tidak pernah menemukan Bungsu. Sampai akhirnya Bungsu menua dan mewariskan Jubah Gaibnya kepada anak – anaknya

Uniknya buku yang sudah ditulis oleh Muggle bernama J.K Rowling ini adalah, di setiap dongengnya kamu akan menemukan catatan Profesor Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore.

Typo? Hampir tidak menemukan typo di sini, mungkin J.K Rowling menggunakan Pena Ajaib sehingga menghindari salah kata. Bagaimana pun, kamu akan membaca dongeng yang tidak selalu indah akhirnya, tapi semua cerita dari Beedle mempunyai pelajaran di dalamnya. Tapi mungkin aku tidak akan menceritakan Penyihir Berhati Berbulu kepada anakku tadi, karena terlalu tragis dan sadis.

Ratingku, 4.85 ya, kesempurnaan milik ALLAH

 

di setiap cerita Dumbledore menuliskan sejarah dituliskannya dongeng tersebut, pendapat pribadi beliau mengenai hal sederhana seperti penamaan tokoh dongengnya related to sejarah yang pernah terjadi di abas tertentu. Makanya cerita ini juga masuk ke Arsip Dumbledore, entah sebagai pendapat pribadi ataukah keperluan penerbitan masa depan.

2 Comments Add yours

  1. Moudy says:

    Seru nulisnya, wahai penyihir dari Tangerang 🙂

    1. kyaaa.. hihi.. terima kasih
      mbak, aku udah berhasil ke.. CarTil, ngga sampe Moko = =

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s