TRTH HRTS

Cal Lightman: I guess we’re all here, then: someone who wants the truth, someone who wants to be right, and us – the idiots in the middle.

 

Di sinilah kita berdua, berhadapan. Kamu menunduk, dan aku menegakkan daguku, menantangmu membalas tatapanku.

Mata yang kutemukan teduh beberapa waktu sudah tidak lagi pada ronanya, hilang. Hanya ada sepercik sesal yang membekas dan terbaca seiring dengan kedipan matamu, semakin memperjelas jejaknya. Sekarang baru kutemukan itu di matamu.

“Aku gagal membacamu,” getirku, menahan sebisa mungkin perasaan kecewa yang sudah terbenam lama, tanganku yang terkena efeknya, tergenggam keras, bukan amarah.

Di sinilah kita berdua, bangunan tua, hujan deras dari siang tadi yang enggan mau berhenti, dan tempat duduk kayu panjang yang terletak di ujung lorong, tempatmu sering menunggu, tempatmu sering menahan sabar, tempatmu sering mencari kesempatan lama untuk bisa menghentikanku sekadar untuk bertukar kelakar.

Senyum ramah itu sudah tidak ada lagi, tatapan teduh itu sudah hilang sama sekali. Di senja ini, baru terlihat semuanya, baru terbaca jelas segalanya.

Aku akan membalasnya, tapi nanti. Dan jika aku membalasnya, aku kurang lebih sama denganmu. Setidaknya lebih berkuasa jika aku kembali lagi menatapnya lama, membuatnya semakin terpagut akan kesalahannya, lalu bungkam karena tidak ada lagi kata yang lebih kuat dari ‘maaf’.

“Maaf,” ucapmu ke sekian kali, dan aku hanya diam untuk ke sekian kali juga.

Truth Hurts, especially for those who failed read odd things from someone in front of you.

Truth Hurts, when you ignored your instinct because you were really sure what’s behind you was just a noise, and you fully believe with someone’s appearance that trully genuine with its personality.

Truth Hurts.. because happiness never walk along each other, together.

Truth Hurts, or Happiness Lie. You choose.

Dan lagi, di sinilah kita berdua, menimang rasa, yang berhasil terhapus dan terkikis dengan paksa. Dan melangkahlah kita sesudahnya, ke arah yang berbeda masing – masing.

Pulang.

Lupa.

 

 

 

13 April 2014

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s