Now it’s more personal when I’m talking about…

Dream..

Ini semacam pelampiasan diri sendiri yang kurang produktif lagi menulis di Mei ini, maka gue akan menetapkan postingan ini menjadi semi – jurnal, untuk postingan ini ya semoga.

Every human dreams. There are tons of people who can’t remember their dreams when they wake up, but they still get them. (Neurolove.me)

Gue selalu bingung dengan orang – orang yang terbangun tanpa bisa mengingat sekelumit mimpinya, di satu sisi memang tidak bermimpi adalah indikator kualitas tidur yang super baik, tapi gue akui terbangun tanpa ada bunga tidur jadi cukup hampa buat gue saat membuka mata.

Image

Konsep Lucid Dreaming gue udah kenal dari 2011 dan entahlah diperkuat sama film Inception, gue jadi semakin ingin memperkuat kemampuan gue buat mengontrol mimpi. Tapi banyak gagalnya sih daripada berhasilnya, karena sebenarnya pada tahap masuk Lucid Dream ada yang namanya paralyze atau ketindihan, dan itu ngga nyaman banget. Gue pernah ngalamin ketindihan itu awal bulan ini, di saat sebenarnya gue sedang tidak menginginkan kontrol di plot mimpi gue, lagi – lagi efeknya sama, selalu ketakutan saat terbangun, padahal kan kayak gitu nggak cuma sekali aja, haha.

Semakin ke sini, gue merasakan banyak hal yang berbeda dari orang kebanyakan dalam dream experience, dan gue jadi penasaran bagaimana pendapat mereka terhadap mimpi mereka.

  1. Warna. Gue baru ngeh kalau mimpi yang gue alami adalah berwarna. Kadang gue sempat sekelebat berpikir kalau itu adalah alam bawah sadar gue yang mengenali kalau pintu itu cokelat, kapur itu putih dan warna lainnya, jadi sebenarnya gue tidak melihat warna di mimpi, sama seperti orang kebanyakan. Tapi sejak gue telah menaruh perhatian lebih terhadap dunia mimpi dari 3 tahun yang lalu, dan sejak kecil gue juga sudah senang akan mimpi. Jadi, kalau gue terbangun senyum – senyum sendiri dikelilingi dunia yang berwarna kesukaan gue, turquoise, maka gue yakin mimpi gue memang berwarna.

 

  1. Lupa. Ini yang menarik perhatian gue selama beberapa waktu ini, bahkan gue suka gemes sama ade gue yang ngga pernah sekali pun ingat mimpinya. Sekalinya ingat, itu itungan berapa bulan sekali, gue tinggal nunggu dia cerita seru aja, itu pasti dari mimpinya. Tapi semakin dia dewasa, gue merasa dia jarang mau ingat mimpinya. Inilah, setiap orang akan kehilangan memori  mimpinya, 90% hilang. Kita semua tahu dalam satu malam kita tidak hanya mimpi sekali satu malam, tetapi banyak mimpi dalam satu siklus tidur kita. Awal – awal (dan sekarang juga tapi lagi sering tidur pagi, jadi ngga efektif kalau mau berlucid ria), gue selalu mencatatkan ke dalam jurnal mimpi gue. Notepad di ponsel gue misalnya. Salah satu cara latihan lucid dream itu adalah mengingat, mengingat mimpi yang seringkali lo lupa, sehingga lama kelamaan akan otomatis ingat dan lo secara berkala bisa kontrol mimpi lo. Ini beberapa contoh jurnal mimpi gue, dari 2011 sampai baru – baru ini, ngga usah mikirin grammar, namanya baru bangun tidur dan langsung ketik apa yang kita alami di mimpi itu, grammar doesn’t matter kalek. Yang gue heran, kenapa bisa otomatis gue ngetiknya bukan pake bahasa ibu, itu xD

90% of the dream is lost the first minute we wake up.(Neurolove.me)

Jurnal Mimpi Anila Tavisha

  1. Inilah kekuatan mimpi, bisa membuat ‘filmnya’ sendiri di tidur kita dari kejadian yang kita alami saat terbangun. Gue juga gitu, kalau gue sedang memikirkan (kamu :* ), sehabis menonton sesuatu, mengerjakan sesuatu, sebagian besar akan masuk ke mimpi itu. Sometimes it’s suffering, karena gue suka bawa kerjaan yang belum selesai ke mimpi. Tapi itulah kehebatan mimpi. Yang masih gue belum paham itu, saat ada orang yang ngga pernah gue pikirin kok muncul di mimpi gue itu apa ya tandanya? (–,)

Information that we learn before we go to bed tends to stick with us longer than information any other time. (Neurolove.me)

Famous people seldom appear in our dreams. The vast majority of people dream about people who are significant to them, especially if there is an ongoing conflict. (Neurolove.me)

  1. Berkelanjutan. Ini anehnya gue atau beberapa orang yang pernah mengalami. Gue pernah mengalami mimpi yang indah sampai akhirnya terbangun saat belum gue tuntaskan ekspresi bahagia gue di sana, saat itu gue memejamkan mata dan gue bisa kembali meneruskan mimpi tersebut. Wah kenapa ya? Ada yang bisa jelasin ngga?

I’m a 20 year old male. For several years I’ve been having these dreams that I can only describe as being a sort of continuation of an adventure, the details of which are trivial. Not all of my dreams are part of this series, and in fact they are quite rare, occurring maybe once every few months or so. They always involve a set few of recurring characters (one of which is played by me), with the occasional addition of new ones. Both the plot and characters involved in these dreams, as far as I can recall, are unrelated to anything I’ve seen, read, or heard about. And although I am a creative person by nature, most of the events occurring within these dreams seem far beyond what I could imagine with my conscious mind. I guess my question is; Does anyone else experience a similar sequence of dreams? (isitnormal.com)

 

Hal tentang mimpi secara pribadi dari gue ngga akan berhenti di sini, next time  pasti akan ada  cerita lagi mengenai yang ini. Yang pasti, gue selalu menikmati setiap mimpi yang gue dapatkan, kadang menjadi cambuk atau malah gue dapat solusi penyelesaian masalah dari sana. Yang pasti, bermimpilah, dan ingatlah, mumpung gratis!!

 

 

Salam,

 

Anila Tavisha di kantor

13:29

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s