Bukan pulang saat ini ketika aku menujumu, tetapi pergi

Baru berapa hari lalu
Aku ingin selalu pulang
Merapatkan hangatnya pelukmu
Lalu membiarkannya dingin sendiri sampai subuh nanti
Belum lewat satu jam
Aku kembali merindukanmu
Menggenggam ruang kosong di rongga jarimu untuk aku lengkapi
Sampai luruh malam, meninggalkan jejak indah di mimpi tidur nyenyakku
Belum lewat sepuluh menit
Airmataku sudah berhasil mengering
Cicak dan bantal jadi saksi tangis sunyiku
Kelambu yang membantuku menahan mata untuk tidak banyak menangis
Belum lewat 30 detik
Kusadari, bila saatnya aku ke kotamu
Aku bukan menujumu, tetapi pergi darimu
Belum lewat 30 detik
Harapanku untuk pulang usai sudah
Karna saat ku ke kotamu
Aku bukan menujumu, tetapi pergi darimu

 

 

 

Finally, after I created this poem, I made this as a song as well. But I have not grabbed my guitar yet to ‘kulik – kulik’ the chord, just imagined what would this lyric sounds like

Well, at least I’m quite productive during my heartbreaking session, eh? 😀

 

 

 

 

 

9th June 2014

Office

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s