Kenapa Harus Coffee Shop? Dan berlama – lama di sana?

Kenapa ngga di rumah?

Tahukah bahwa saya pernah menghabiskan sampai 9 jam di satu sudut meja empat kursi dan sibuk mengerjakan tugas – tugas saya?

Jujur aja, saya ngga nyangka bisa menghabiskan lebih dari 1/3 hari itu di satu tempat saja, dan anehnya, tidak terasa. Namun saya juga tidak mau meremehkan hasil yang saya dapat. Produktif. Iya, saya menghasilkan beberapa lembar tulisan yang sifatnya deadline.

Saya akui untuk urusan sop-kopisop ini, baru satu tahun saya lakukan. Awalnya karena saya iseng sehabis kuliah (wiken) saya mengunjungi JCo di BSD Square yang suasananya sangat asik. Karena JCo di kawasan ini bukanlah coffee shop yang letaknya di dalam mall atau di tempat yang saking strategisnya pengunjung pada hilir – mudik. Bukan. JCo di sini adalah bangunan sendiri, dua lantai dan di dalam kawasan BSD Square, jadi benar – benar private dan tenang. Ditambah lagi di tempat itu ada air mancur menari yang suaranya bikin tenang.. Ini adalah tempat pertama saya yang akhirnya membuat saya ketagihan menjelajah kafe kopi – kopian yang seru tapi ngga jauh – jauh amat dari sekitaran rumah saya.

 

Saya menyadari kunjungan saya ke sini akan menjadi additional cost bagi saya untuk ke depannya (sampai hari ini). Bagaimana tidak? Sekali order minimal yang dikeluarkan sekitar 30 – 80 rb, margin atas itu saya keluarkan jika saya ingin sekalian makan besar (sandwich or panini). Bayangkan saya kalau saya mengunjungi tempat tersebut seminggu minimal sekali, lalu sebulan menjadi empat kali. Lalu bisa dihitung kan biaya yang saya keluarkan untuk segelas kopi, sinyal wifi super cepat dan duduk duduk neposin pantat per bulannya?

Cukup besar memang.

Namun dari beberapa pertimbangan tersebut, ternyata ada banyak hal yang saya bisa bandingkan (dan bisa jadi alasan membela diri :p ) saya saat ini dibandingkan saya saat 2-3 tahun lalu.

1. Saya semakin menjadi produktif menulis!! Saya akui, dari keluhan – keluhan saya beberapa bulan ini yang merasa lemah syahwat….nya untuk menulis, ternyata saya tetap masuk dalam jajaran ‘aktif’ dibandingkan teman – teman saya sesama blogger. Saya merasa malu saat saya hanya menghasilkan tulisan 2 – 3 tulisan per bulan, sedangkan beberapa teman memang wayahnya blog itu cuma sebulan satu tulisannya. Dan, saya pernah memecahkan rekor 109 postingan per bulan!! Ngga percaya? Cek arsip saya di Juni 2013! Ngga ketemu? Mungkin di Juli 2013!! xD

2. Saya menjadi pembaca yang lapar. Karena penulis yang baik tidak akan sempurna jika ia bukan pelahap buku yang rakus. Menulis, lalu meminta pendapat para pembaca – atau ada masukan dari pembaca, membuat saya harus banyak membaca. Lucu kan? Pembaca membuat kita harus kembali membaca. Semakin saya membaca, maka semakin lapar lah saya. Jika dibandingkan saya pada tahun 2011 – 2012 sampai sekarang, percayalah, itu jauh. Dari cara saya membaca, jumlah buku yang saya baca, pemilihan genre bacaan saya. Tahun lalu – bahkan tahun ini, jauh! Saya merasakan ini adalah efek saya menulis juga, membuat saya semakin menjadi zombie lapar aksara —> istilah zombie lapar aksara harus ditambahkan lambang saya rasa, soalnya saya baru menemukannya tadi sore xD

 

3. Achievement. Ini adalah tambahan bagi saya yang berhasil menghasilkan tulisan dari hasil duduk berjam – jam di sebuah kafe. Dari kaos oblong, voucher makan sampai uang tunai pernah saya dapatkan dari hasil duduk duduk lucu ini.

Emang  balik modal sama cost yang harus dikeluarkan per bulannya? Gede dong penghasilan dari hasil duduk – duduk sambil nulis itu?

 

 

Itulah mungkin bedanya. Di beberapa hal, saya merasa efek menulis sambil ngopi tidak hanya menghasilkan materi yang terlihat. Seperti achievement tadi, selain mendapatkan hasil fisik, saya juga mendapatkan hasil yang tidak terlihat tapi membuat saya senang: misalkan, dua bulan ini saya dicetuskan menjadi senior reviewer populer se-Indonesia oleh TripAdvisor, karena review saya dari negara, hotel, resto sampai destinasi saya tulis di sana. Hadiah? Ngga ada. Tapi saya senang melihat jumlah pembaca yang mempercayakan ulasan dari saya sebagai referensi mereka. Selain itu saya pernah mendapatkan Stats sampai 200an!! Saya bukanlah blogger (belum, bukan bukan) yang dikenal orang atau selebtweet yang cuma ngetwit “Hi all” bisa mendapatkan RT sampai ribuan, tetapi kunjungan yang banyak ini sangat membuat saya senang sampai saya ingin sekali lagi menulis agar jumlah kunjungan tersebut bertambah atau minimal konsisten. Maka maksud penghargaan di sini bukanlah semata materi, tetapi juga kepuasan yang berhasil masuk ke pikiran saya dan membuat saya sangat bersemangat menulis.

 

So, balik modal di sini bukan lagi urusan materi, ada additional factor that I already explained above.

But, you can’t take my description here as your reference. We’re different, perhaps. Maybe  you feel comfy while writing at your house, your small paradise called your bedroom, or library, or anything that you think no need to spend lotta money for 1 cup of coffee that costs 30.000 IDR. It’s all up to you,  you can find yourself better than me.

But noted here, I’m writing this, and hopefully it works, remind you to start write something in your blog, whatever it is. Poetry, quotes, flash fic, short story.

Wherever you know. Now.

 

coffee_writer_teaser

Picture taken from here

 

Salam,

Anila Tavisha

Di kopisop kawasan Lippo Cikarang

22:40

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s