Cinderella, Jangan Berharap Pangeran Akan Mengembalikan Sepatu Kacamu

Ini adalah cerita Cinderella yang kehilangan sepatu kacanya saat mendatangi pesta yang diadakan oleh kerajaan di negeri seberang.

Demi eksistensinya agar bisa bertemu kerajaan dan juga pangeran yang begitu rupawan, Cinderella meminjam sepatu kaca ibu tirinya yang baik hati. Iya, ibu tiri yang baik hati yang menyayangi anak tirinya sepenuh hati seperti anak kandungnya sendiri. Sepatu kaca yang kebesaran, namun Cinderella merasa tidak ada sepatu miliknya yang layak untuk acara akbar ini, sehingga meminjam benda yang berharga satu – satunya milik ibu tirinya, adalah salah satu cara Cinderella untuk tetap terlihat cantik. Ibu tiri meminjamkan sepatu kaca tersebut, dengan syarat sepatu kaca tersebut harus dikembalikan sebelum tengah malam, maka Cinderella harus sampai rumah sebelum jam 12 malam. Cinderella menyanggupi dengan enggan, daripada tidak dipinjamkan sama sekali – pikirnya. Kedua saudari tirinya yang pendiam dan pemalu tetap memakai sepatu lama mereka, dan memaklumi keinginan adik tiri bungsu mereka yang ingin terlihat menawan.

Cinderella belum puas terhadap penampilannya. Lalu Cinderella meminta ibu peri yang pemberi untuk memberikannya kereta kencana. Lalu ibu peri dengan sihirnya menyediakan kereta kencana berikut ajudan – ajudan yang setia untuk Cinderella tersebut. Saat kedua saudari tirinya menggunakan dokar, Cinderella memilih untuk berangkat sendiri menuju istana – demi perhatian yang harus tertuju padanya.

Sesampainya di istana, sang Cinderella mendapatkan semua perhatian para tamu di istana tersebut, tidak terkecuali pangeran tampan yang sedang mencari tambatan. Sang Pangeran menawarkan dirinya untuk berdansa bersama Cinderella, tentu saja Cinderella menyambutnya dengan senang, ia tahu, bahwa Pangeran akan memilihnya, karena kecantikan dan keanggunan berkat sepatu kaca milik ibu tirinya yang ia kenakan.

Jam telah menunjukkan jam 12, sampai semua tamu sudah hampir pulang bahkan dua saudari tirinya sudah kembali ke rumah daritadi. Cinderella enggan untuk pulang, dia ingin Pangeran bersamanya semalaman, sampai pagi menjelang bahkan.. sampai selamanya.

TENG!! TENG!! TENG!!

Jam berbunyi dua belas kali, Cinderella terburu meninggalkan sang Pangeran dan sebelah sepatunya tertinggal di tangga. Namun, Pangeran tersebut tidak mampu mengejarnya, dia hanya terdiam melihat Cinderella yang terburu dan berteriak memanggilnya. Pangeran mengambil sepatu kaca Cinderella yang tertinggal. Cinderella tidak merasa sepatu kacanya terlepas, yang ia inginkan hanya pulang ke rumah. Sebelum kereta kencana tersebut menjadi labu, dan penjaganya menjadi tikus – tikus got yang jorok.

Keesokan harinya ibu tiri menanyakan sepatu kacanya, Cinderella berkata bahwa sebelah sepatunya lepas namun memastikan akan ada ajudan dari istana yang mengembalikan sebelah sepatu kacanya dan menjemput dirinya. Cinderella yakin bahwa Pangerang sudah kepalang jatuh cinta terhadapnya sehingga sebelah sepatunya akan kembali ke dirinya.

Dua hari, seminggu, sebulan, sampai setahun. Sepatu kaca tersebut tidak juga kembali. Pangeran pun seakan lupa akan cerita pesta akbar saat itu, bahkan telah mendapatkan tambatan hatinya tiga bulan setelah perhelatan pesta akbar tersebut. Ibu tiri Cinderella merasa sangat sedih, namun tidak bisa marah karena rasa sayang yang besar terhadap semua putrinya. Bagaimana pun sepatu kaca tersebut mempunyai sejarah yang sangat berarti saat ia masih muda dulu, dan harus menerima kenangan yang saat ini hanya tinggal setengahnya.

Sesal Cinderella tidak pernah hilang selamanya, ingin menyalahkan Pangeran pun urung. Hatinya terlalu berharap banyak, tetapi tidak mampu mengutarakan perasaannya dari awal. Cinderella membuat luka hati ibunya, dan hatinya pun ikut sakit karena patah hati.

Tahu? Ini bukan cerita yang bisa kamu andalkan akhirnya akan menyenangkan seperti dongeng putri – putri. Tapi ini adalah renungan yang benar masih membuatku tercenung sambil menuliskan semuanya.
Hanya menebak perasaan seseorang terhadap dirimu bukanlah perbuatan yang kamu masih bisa lakukan, apalagi jika sampai menyakiti keluarga tercintamu dan berujung menyakiti dirimu.

Ungkapkanlah, sehingga hanya berharap bukan hanya hal yang paling awal kamu lakukan.

dark_cinderella_final_version_by_elseneur-d4zy6lp

Sumber: Di sini 

Salam,

Anila Tavisha

17:17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s