Susur Bandung ala Anila Tavisha (nature, culinary and lifestyle, tsahh…)

Susur Bandung ala Anila Tavisha (nature, culinary and lifestyle, tsahh…)

Howdy!!!

Setelah setahun yang lalu menerbitkan postingan Susur Bali 24 Jam ala Anila Tavisha, birthday getaway tahun ini aku bertandang ke kota yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, Bandung duyu….

Tidak menjejak lebih jauh dari tahun lalu karena beberapa alasan, yaitu TA kuliah (HUWAAAA!!!!), dan pekerjaan lagi padat loadnya jadi agak susah ambil cuti panjang (jadi curhat, ampun..).

Bandung, sebenarnya sih ngga perlu ribet – ribet mempersiapkan hal – hal tertentu. Mungkin beberapa orang yang membaca blog ini bakal langsung close karena tujuannya sehari – hari mereka, Bandung… deket bingitzzzz, ribet. Ahahah..

Tapi mudah – mudahan ini berguna buat yang mau ke Bandung, belum pernah ke Bandung tapi sekalinya ke Bandung waktunya sempit. Yuk dibaca, semoga berguna..

Ah ya, sedikit catatan kecil nih tapi harus dibold, perjalanan ini dilakukan kala weekday. Perbedaan jarak tempuh pasti terjadi. Jadi silakan disesuaikan kalau mau berkunjung saat wiken tapi mengikuti itinerary ini.

Dan ini perjalanan semi – ngirit xD Menginap di hostel dan ke mana – mana menggunakan angkot.

Susur Bandung ala Anila Tavisha (nature, culinary and lifestyle, tsahh…) –Pre

Pesen travel dari tempat terdekatmu dulu ya. Kemarin perjalanan dari jam 20:00, estimasi sampai Pasteur jam 22:30, kalau malam perjalanan cepat soalnya. (Harga travel: 115.000 – 135.000 IDR).

Kalau mau menginap dan go show sebenarnya sangat memungkinkan, karena kalau hari biasa cukup sepi. Tapi karena sampai di lokasi sudah malam, jadi booking dari hari sebelumnya lebih melegakan, daripada harus nyari  – nyari penginapan malam – malam.

Hostel Chez Bon adalah rekomendasi saya untuk low budget traveler. Percaya deh, kalo menginap hari kerja, dorm 16 bed aja serasa kamar pribadi karena sepi banget 😛

???????????????????????????????

Ada pilihan dari 16 bunk bed sampai 2 bunk bed tapi kamar mandi tetap berbagi di luar

 Kenapa pilihannya ke Chez Bon? Menurutku ini adalah akomodasi terjangkau di pusat Braga yang strategis. Dengan 120rban per malam kita mudah ke mana – mana, road never sleeps area (tapi kebisingan bar kala tengah malam ngga sampai ke dalam kamar kok).  Silakan cek review tentang Chez Bon Hostel di Trip Advisor saya.

Perjalanan hanya memakan waktu 2.5 jam dari daerah Fatmawati, karena sudah diperingatkan tidak ada angkot lagi, maka aku memutuskan untuk menggunakan taksi (Gemah Ripah, Cipaganti, Blue Bird, AA yang rekomen dan relatif aman). (Total Argo: 35.000 IDR ).

Sampai jam 23:00, check in. Istirahat..

Braga masih hingar – bingar kala malam, namun diambil alih oleh bar yang berada di kanan – kiri jalan. Ah ya, saat itu pedestrian Braga kurang nyaman karena sedang dibongkar jalannya menjadi lantai yang lebih bagus. Jadi sabar ya berjalan di sana kalau sekarang ini mau ke sana, hati – hati  melangkah :’)

Susur Bandung ala Anila Tavisha (nature, culinary and lifestyle, tsahh…) – D Day!!

Solat subuh lalu jam 7 pagi sarapan sudah tersedia di rooftop. Jadi sarapannya di lantai 4 dan di luar ruangan gitu, viewnya Bandung dan jejeran gunung jadi teman sarapan. Seru.. Aku sampai satu jam sekadar untuk bengong di sana. Dua roti dan satu telur (telurnya mentah!! Ingat!! Jangan kayak aku oon banget langsung dipecahin, dikira udah mateng, hahahah!!!), dan kopi teh yang bisa dinikmati juga. Sesudah makan, jadilah tamu yang bertanggung jawab, cucilah semua peralatan makan dan minummu. Kalau kamu tinggal di hotel sih ngga apa – apa, tapi kalau di hostel ya dimohon kesadaran dirinya ya 😀

Setelah itu aku mulai jalan sekitar jam 08:30 ke tujuan utamaku, Tebing Keraton. Walau tanpa kendaraan pribadi, jangankan Tebing Keraton – Kutub Utara pun bisa sampai hanya dengan kendaraan umum!!!

Naik angkot jurusan BIP – Dago sampai terminal Dago. Lalu silakan pilih amang ojek yang paling ganteng buat nemenin. Awal – awal amangnya minta 100.000 sampe Tebing Keraton, aku dapet 80.000 (yang berani nawar lebih tega silakan, aku males lama – lama nawar soalnya hari semakin siang ). Perjalanan dari terminal Dago ke Tebing memakan waktu selama 20 menit.

Catatan: Yang skill motornya kurang mumpuni disarankan jangan naik motor sendiri. Beberapa kali aku melihat motor hampir terjungkal ke belakang/tidak kuat menanjak karena 2.5 km terakhir medannya lebih sulit 😦

Setelah melihat spanduk Warung Bandrek, perjalanan masih 2.5 km lagi. Yang bawa mobil, harus parkir di lahan yang sudah disediakan. Lalu menggunakan ojek yang sudah ada di sana, beberapa sumber mengatakan bahwa memang mobil harus parkir di situ. Mau jalan? Silakan, kalau ramai – ramai sih ngga berasa kali ya.. Untung aku udah sewa si amang amang ganteng, jadi lega..

Ada uang parkir motor buat yang bawa motor, ada yang bilang 2000 ada juga yang dapat 5000. Lagi, karena naik ojek cinta jadi gratis.

“Tungguin yak Mang!!” Pintaku setelah sampai tujuan. Setelah membayar uang masuk 11.000 IDR (dan 76.000 IDR untuk turis asing) aku berjalan tidak sampai lima menit sampai tempat tujuan. Sudah ada jalan setapak yang disediakan sehingga lebih terlihat terawat, jangan pusing kalau ada dua jalur ke kanan dan ke kiri, semua menuju ke titik yang sama.

Siang itu Bandung sangat cerah – padahal sehari sebelumnya diguyur hujan terus – terusan. Walau berangin sejuk, mataharinya tetap terik. Jadi tetap memakai sanblok dan payung kalau kecentilan. Hahaha.. Pengunjungnya relatif sedikit, hanya 20 orang dan mayoritas anak – anak muda yang sudah siap dengan tongsisnya.

Pemandangannya? Jangan ditanya.. (ditanya juga boleh sih, hahaha). Masya ALLAH indah banget, hijau menghipnotis, pohon cemara dan bentangan sawah di bawah sana, jejeran gunung yang terlihat jelas dari kejauhan, seakan mengelilingi Bandung. Hal ini membuatku terobsesi untuk mengunjungi kala matahari terbit, yang kata Mbak Susan @pergidulu sangat indah.

???????????????????????????????

#wearemanyweareindONEsia

???????????????????????????????

#wearemanyweareindONEsia

Setelah puas – puas menikmati hawanya dan mengambil beberapa foto (bukan foto diri, ngga bawa tongsis xD ). Aku melanjutkan perjalanan ke Lawangwangi Art Space.

Lawangwangi Art Space adalah bangunan yang isinya bermacam – macam kesenian di sana, dari lukisan sampai benda – benda seni. Nah.. yang seru itu ada toko souvenirnya yang bernama TUKU. Aduh siap – siap deh lapar mata dan lapar tangan (mau comot sana sini), karena dijual berbagai macam benda dari seniman di situ, dari kartu pos, notebook sampai buku. Sungguh aku sangat lapar mata dan kebelilah ini. Haduh..

???????????????????????????????

Lawangwangi Art Space

??????????????????????

Lawangwangi Art Space

Berbeda dengan Tebing Keraton, Lawangwangi banyak menyajikan pemandangan sawah dan kota Bandung dari ketinggian. Sempatkanlah makan siang di lantai atas, viewnya indah. Karena aku kasihan sama amangnya nunggu lama, aku hanya sebentar ke kafenya. Ada rekomendasi untuk melihat matahari terbenam di sini karena indah sekali.

Si ojek cinta minta tambahan ongkos sebelumnya setelah tawar menawar di Tebing Keraton tadi, akhirnya sampai di 100.000 IDR, lumayan lah beda dikit. Hehe..

Lalu diturunkan di terminal Dago dan lanjut cari makan siang.

Nature: checked

Aku kembali ke kamar dulu untuk solat dan istirahat sebentar. Jam 13:30 aku melanjutkan perjalanan lagi. Berhubung Bandung lagi terik banget sampai 32o C, maka Chatime di ACE Hardware sangat menggoda hati, dan juga interiornya bagus, jadi aku beli babel di situ dulu dan duduk duduk ngadem sampai jam 14:00.

Lalu aku memutuskan untuk ke daerah Progo yang mempunyai kafe berjejer. Cara ke daerah Progo adalah (agak ribet nih):

  1. Naik angkot BIP – Dago ke arah Dago.
  2. Turun di lampu merah RS Sariningsih (ini sebelum BIP), lihat aja di sebelah kanan, ada RS Sariningsih.
  3. Lalu naik angkot Margahayu dari depan RS Sariningsih persis, angkotnya warna biru kijang, minta turun di Kantor Pos.
  4. Dari Kantor Pos, jalan ke arah Jonas Banda, itu deket banget.
  5. Ada SEBLAK di seberang Jonas Banda. Kyaaa…. boroooong!!! 😐 Maruk
  6. Lalu dari Jonas ke kanan aja, ada bermacam – macam kafe di sana, silakan pilih mau makan di mana.

Pilihanku adalah Tokyo Connection. Entah kenapa lihat interiornya seru banget. Aku ngga mikir dua kali langsung ambil tempat yang dekat jendela dan dekat sama jalan. Suasana di jalan Progo juga sepi jadi ngga berisik dan enak buat lama – lama di sana. Di sini yang terkenal ramennya, tapi berhubung aku lapar (pake keparat) dan butuh nasi senasi – nasinya, jadi Gyo Donburi jadi pilihanku dan Tuna Salad untuk asupan seratnya (tsah..). Minumnya aku memesan Almonetta Crush yang manaaaa ENNNNAKKKKKKK banget!!! Aduh.. potongan almondnya buanyak banget, bahkan aku tenggak sampai habis, hahaha..

???????????????????????????????

Tokyo Connection, pesan Almonetta Crushnya!!

Saat aku mau cuci tangan di belakang..

Sial..

Aku nyesal

Ternyata Tokyo Connection itu LUAS banget dan semakin ke dalam semakin bagus tempatnya. Hahha.. Ini kira – kira ilustrasi fotonya.

KENAPA NGGA NANYA DARI AWAL ADA AREA MANA LAGI?!?!?!?

???????????????????????????????

Konsep yang lebih seru kalau masuk  lagi ke dalam

Hosh.. hosh.. Maaf, ini aku agak kesal dengan diriku sendiri, soalnya tempat duduk di area tengah itu cozyyyy banget. Lain kali kalau kalian ke sana, ambil bagian non – smoking room di tengah dan paling belakang.

Harganya affordable, recommended.

Lanjut.

Mau ngopi sore? Silakan ke Kopi Progo, dari Tokyo Connection lurus lagi. Ngopi ngopi sore duyuuu..

Kuliner: checked

Ngga lupa sama kesehatan, gaya!! Olahraga masih menjadi agendaku di getaway trip ini. Nah.. bagi yang perjalanannya juga mau diselingi sama gaya hidup yang seimbang, aku memutuskan untuk megikuti Zumba Class di Roger’s. Baru dua kali sih aku ikut Zumba Class di sini dan seru banget. Harga: 55.000/ sesi.

Olahraga: checked

Sudah jam 20. Ke mana lagi kita?

Karena kendaraan umum sudah jarang, keinginanku untuk menuju Ngopi Doeloe dan makan sampai larut malam di Gampoeng Atjeh aku tunda.

Aku memutuskan untuk membeli cemilan di Braga Food Truck. Nah Braga Food Truck ini ada di depan Gino Feruci.  Buka jam 15 – 22 saja. Cemilan untuk mengisi perut (seketika aku merasa useless Zumba Class).

Lalu aku makan malam di Braga Huis. Karena jam kerja Braga Huis lebih malam, sampai jam 23:30, aku memutuskan untuk makan malam di sini. Suasananya enak untuk berlama – lama. Pilihan makanannya juga banyak, kalau mau minum – minum juga tersedia bir dan teman – temannya. Sampai diusir aku di sana, tapi seneng. Hingar bingar Braga pun mulai terdengar dari dalam, klub dan bar yang mulai ramai.

Tengah malam, keesokan harinya aku harus kembali ke Jakarta. Saatnya bobo lucu…

Kuliner kedua: checked.

Alternatif: Kalau ngga mau olahraga dan mau wisata kuliner, coba ke daerah Jalan Sumetera dan Riau, ada banyak kafe seru di sana, Indischetafel, Brussel Waffle, Rasa, dkk. Penuh – penuhin perutmu di sana. Gampoeng Atjeh seru untuk kuliner tengah malam, karena sampai larut malam. Ngopi Doeloe sampai jam 23 dan Angkringan Kopi sampai jam 23:30. Kalau mau nongkrong di bar aku lebih nyaman rekomendasiin ke Verde daripada bar yang ada di Braga. Mungkin karena Verde banyakan anak kuliah kali ya jadi serasa sebaya :3 Tapi Verde hanya sampai jam 24:00 untuk sekarang ini.

Keesokan harinya pulang. Aku puasssss…

Itinerary silakan klik di sini: kalau kamu klik ini artinya aku cantik

Eh ada Birthday Giveaway hasil berburu di Lawangwangi loh: kalau kamu klik ini artinya aku cantik tahap 2

Ditunggu ya catatan perjalananku yang lain!! Salam Lone Traveler

Anila Tavisha yang besok UAS tapi belum jua belajar hoahemmm…

NB: Semua foto adalah milik Anila Tavisha, bila mengambil gambar dan diposting ke website lain tanpa mencantumkan sumbernya maka saya pertanyakan mentalmu. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s