Surat Cinta yang Datang Lebih Awal

Hi Vinch!!

Ini adalah surat titipan dari sahabatku, kamu tahu.
Surat cinta ini mungkin datang lebih awal dari seharusnya, namun bagaimanapun dan kapanpun surat ini disampaikan, sahabatku bahkan aku, hehe.. selalu tahu
Kamu tidak akan pernah membacanya

Halooo eh hei kamu,
Aduh aku bahkan masih salah tingkah untuk menyapamu dalam teks
Padahal Anila meyakinkanku, bahwa di blognya adalah media paling aman dari jangkauanmu
Aku juga sudah yakin dari awal kalau kamu juga paling malas membaca, kamu tidak akan membacanya dan lebih asik bermain DOTA dan berteriak “GG!!” saat dini hari menjelang subuh
Tapi sialnya, aku masih grogi menuliskan ini. Kamu harus percaya bahwa tanganku bergetar hebat, Anila tidak henti – hentinya tertawa melihat tingkahku. “Nggak ketemu aja kayak gini, gimana kalau ketemu?” Celetuknya, seperti yang kamu tau, in nyinyir way, sooo Anila

Apa kabar, kamu?
Sungguh, ini bukan basa – basi. Apa kabar, kamu?
Aku berharap sehat yang menyelimuti dirimu lalu rasa syukur akan kesehatanmu. Walau aku yakin kamu masih melewatkan sarapanmu sampai makan siang, lalu di satu hari yang sial, maagmu kambuh dan kamu hanya bisa meringkuk di mushalla dan menahan sakit
Kalau sekarang siapa yang memberikanmu obat saat maagmu kambuh?
Aku khawatir tidak ada yang panik berlari ke kotak P3K dan memberikan obat cair untukmu, jangan obat kunyah. Aku tahu kamu tidak suka dengan obat kunyah itu, “terlalu banyak kapur,” keluhmu.
Aku berharap kamu menyediakan obat maag cair itu di mejamu, seperti pesanku dahulu.
Sebelum aku pergi. Kamu ingat, kan?

Rokok kamu masih kuat? Ah, itu hal yang selalu aku perdebatkan ke kamu.
Tapi gimana yah.. aku juga bingung seberapa sulitnya berhenti merokok. Asal saat itu kita masih di perjanjian yang sama, jangan pernah merokok di depanku, atau di kamarku.
Karena wangi penyegar ruangan green tea selalu kalah dari tembakaumu yang beraroma mint itu 😦
Sekarang, bagaimana? Apakah kamu sudah menemukan seseorang yang bisa membuatmu berhenti merokok?
Atau jangan – jangan ia perokok juga?
Ah ya sudahlah, tapi ingat ya!! Kita masih di perjanjian yang sama saat kita bertemu. Jangan ada rokok di antara kita 😉

Dan kebiasaanmu sepertinya belum berubah saat aku kembali nanti. Tapi jujur aja, bertemu denganmu nanti adalah sebuah kesalahan lagi.
Aku ingin tetap seperti ini saja. Berjauhan, jarak maupun komunikasi.
Tapi..
Maafkan aku sebelumnya.
Saat aku terlelap, aku yakin kamu sedang giat berkerja – menahan rasa sakit maagmu yang kambuh karena harus mengerjakan laporanmu, skip sarapan seperti biasa.
Aku merasa kesibukanmu di sana membuatmu juga hadir di mimpiku kala lelap. Kamu siang dan aku malam, saat itu.
Saat aku mulai menuju siangku, kamu bersiap istirahat – tertidur dan balik bertanya, bermainkah aku ke mimpimu?
Kalau iya, apa yang kamu rasakan? Senang atau malah terganggu?

Aku tahu ini begitu konyol tapi.. jujur aja..

Ooh how I miss you
My symphony played the song that carried you out
Ooh how I miss you
And I, I miss you and I wish you’d stay

Do you ever wonder if the stars shine out for you?
Float down
Like autumn leaves
Hush now
Close your eyes before the sleep
And you’re miles away
And yesterday you were here with me (Autumn Leaves by Ed Sheeran)

Kita sama – sama tahu bahwa kita bisa besar dan berhasil dengan caranya sendiri. Dan melakukan semua proses itu bersama – sama, bukan pilihan.
Kita sama – sama tahu bahwa kita akan menemukan pelabuhan terakhirnya sendiri. Bahkan kita sadar, ‘kita’ bukan jawabannya.
Bahkan kita sama – sama menangis saat kita akan tahu akhirnya seperti apa pada waktunya.

Aku rindu kamu.
Tiga kata ini mampu membuatku berhenti berbelas menit karena airmataku mengalir deras
Kamu hapal kan kalau aku adalah wanita paling cengeng yang pernah kamu kenal?
Aku minta maaf, atas salam darimu melalui Anila yang tidak pernah kubalas
Wanita ini mencoba untuk bangkit tanpa membawa sandarannya yang lama
Aku bukan menjauh, aku hanya ingin membiasakan diri tanpamu

Another tear
Another cry
Another place for us to die
It’s not complicated (Autumn Leaves by Ed Sheeran)

Kamu tahu betapa besarnya aku merindukanmu dan aku tahu itu akan membunuhku sendiri jika menemuimu
Lebih baik aku di sini

Salam dari Amersfoort,
Aku

Pssst.. lagi bersalju di sini, aku berharap bisa membawa salju ini untukmu, dan aku bisa subuhan jam 8 pagi. Eh, kamu masih rajin kan solatnya? 😉

Hei Vinch,
Semoga kamu ada waktu untuk membaca ini
Berkunjunglah ke sini sesekali
Kamu akan tahu betapa sosok ini merindukanmu

Salam,
Anila, temannya Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s