Ketika Kamu Baru Pertama Kali ke Luar Negeri

DISCLAIMER: Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi semata, jika dirasa kurang lengkap atau kurang membantu itu hakmu untuk tidak menjadikan tulisan ini sebagai referensimu. But I appreciate your time to read this post. XOXO :*

Merasakan cap imigrasi pertama di paspor hijaumu tentu adalah hal yang menyenangkan dan tidak terlupakan bagi sebagian orang. Dan percayalah, Sebagian lainnya mengakui hal itu adalah bagian yang menagih Oke, kembali. Beberapa orang juga bingung apa aja yang harus dipersiapkan bagi mereka yang memutuskan untuk menjejakan kakinya pertama kali di negeri lain sendirian – tanpa teman. Bukan, bukan karena ia begitu kesepian dan tidak ada teman, tapi menchallenge dirinya akan hal yang berbeda dan kejadian seru apa yang dialami saat sendiri. Ingat ya, sendiri bukan berarti ia kesepian, dan sebaliknya – beramai ramai bukan berarti ia tengah bersukacita. Kalau langkah pertamamu berada di Asia Tenggara, semuanya lebih mudah, karena tidak perlu mengurus visa ini – itu. Iya, memang untuk ASEAN (tolong ya ada yang tahu bagaimana dengan Myanmar apakah sudah bebas visa juga?) kita bebas visa. Tapi kalau negara pertamamu adalah negara yang membutuhkan visa dahulu sebelum berkunjung, jangan dadakan  ya bikinnya – karena banyak dokumen yang harus dipersiapkan. Baik mau kamu persiapkan secara pribadi maupun menggunakan jasa tur dan travel untuk mengurus visa. Tapi ingat yang satu ini ya, mengurus visa menggunakan jasa travel tidak menjamin visamu akan approved, semuanya diserahkan lagi kepada dirimu atas kelengkapan dan kelaikan dokumenmu.

  1. Paspormu? Udah buat atau belum? Kalau udah pun, apakah masih berlaku sampai minimal 6 bulan? Coba dicek lagi, karena pengajuan visa atau kunjungan ke negara bebas visa bisa ditolak kalau masa berlaku paspormu kurang dari 6 bulan.

Kok kece sekarang paspornya

Kok kece sih sekarang paspornyaaaa?? :(( Sumber: inih

2. Visa (sudah diterangkan di atas tapi caper aja dijelaskan di poin). Berikut ini contoh visa saya, padahal keberangkatan saya masih lama, tapi saya sudah siapkan dari Januari coba. Hahahah.. Persiapkan negara yang membutuhkan visa dari jauh hari biar aman dan nyaman dari jauh hari. Nah bersumber dari sini, adalah negara yang membebaskan penjejaknya untuk berkunjung tanpa visa. Yeayness!!! Visa Schengen Muka Kriminal

Visa muka Kriminal

Berikut daftar negara bebas visa bagi Indonesia berdasarkan data Timatic milik IATA, sumber dari sini: 1. Brunei Darussalam (14 hari/masa berlaku paspor minimal 6 bulan) 2. Kamboja (30 hari/masa berlaku paspor minimal 6 bulan) 3. Chili (90 hari) 4. Kolombia (180 hari) 5. Republik Dominika (21 hari) 6. Ekuador (90 hari/masa berlaku paspor minimal 6 bulan) 7. Fiji (4 bulan) 8. Gambia (90 hari) 9. Haiti (3 bulan) 10. Laos (30 hari/masa berlaku paspor minimal 6 bulan) 11. Malaysia (30 hari/masa berlaku paspor minimal 6 bulan) 12. Micronesia (30 hari/masa berlaku paspor minimal 120 hari) 13. Maroko (3 bulan) 14. Peru (183 hari) 15. Filipina (30 hari) 16. Saint Vincent and the Grenadines (30 hari) 17. Singapura (30 hari/masa berlaku paspor minimal 6 bulan) 18. Thailand (30 hari/masa berlaku paspor minimal 6 bulan) 19. Vietnam (30 hari/masa berlaku paspor minimal 6 bulan)

  1. Tiket penerbangan sudah di tangan? Ahsik!! Siap – siap menuju penerbangan luar negeri pertamamu. Sama seperti penerbangan domestik, check in bisa dilakukan di konter maupun online, Tapi memang untuk penerbangan internasional, kehadiran di bandara harus lebih awal dibandingkan penerbangan domestik. Untuk amannya, tetap print out bukti bookingan penerbanganmu, aku pribadi suka cetak sampai dua kali, diselipkan di passport case dan di tas untuk jaga – jaga.

Eresia Ticket

Sampe cetak dua demi jaga – jaga

4. Menginap di mana? Aku pribadi tidak menyarankan kamu untuk gegabah go show saat berkunjung ke luar negeri. Bukan karena penginapan tersebut itu akan fully occupied saking sedikitnya penginapan di negara tersebut. Tapi menurutkan, menyempatkan diri mencari – cari informasi dari jauh hari adalah hal yang bijak yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa tahu penilaian para penjejak yang sudah mengunjungi dan bisa memutuskan akan menginap di mana, perbandingan pun nggak hanya satu dua hotel/hostel, tapi banyak. Walau aku termasuk anak yang impulsif jika ke mana – mana, untuk hal penginapan ini, aku merasa lebih aman untuk membeli dari jauh hari. Kamu bisa melakukan pemesanan kamar di hostel.com, hotels.com, agoda.com, atau airbnb.com dengan metode pembayaran yang berbeda – beda dari penginapan tersebut: ada yang Bayar di Tempat, Free Cancelation until.. , dan lainnya. Silakan dipilih senyaman kamu. Aku punya pengalaman memesan di hotels.com dan agoda.com, jadi kalau mau tanya silakan ya di komentar di bawah 🙂 Konfirmasi Hotel Nasa Vegas

Ngga pernah berani go show kalo  masalah inap – inapan

5. Itinerary. Susun perjalananmu seefisien mungkin, Maksudnya? Kalau ini kunjungan pertamamu, bila spontan ke mana – mana bisa jadi kamu tidak dapat mengunjungi banyak tempat dan akhirnya waktumu terbuang, misalkan kamu mau ke Kwan Riem Floating Market di pagi hari lalu langsung ke Pattaya selama beberapa jam terus lanjut ke Catchucak Market untuk belanja – belanja. Dengan kunjunganmu yang sempit, sepertinya sayang kalau dalam satu hari hanya mengunjungi 3 tempat yang makan banyak waktu di perjalanan. Lebih enak kalau seharian jajal Grand Palace dan Wat di sekitarnya seharian penuh, dalam satu hari bisa mendapat belasan Wat dan Pattaya dalam satu hari kamu jajal dari pantainya sampai show Buatlah susunan perjalananmu seefisien mungkin sehingga kamu benar – benar puas dan ngga nyesel cuma karena nyasar salah naik bus atau pasar yang kamu tuju udah tutup (pengalaman, Red).

6. Ada beberapa tiket yang lebih enak kalau beli dari jauh hari. Seperti misalnya, KTX di Korsel dan JR Pass di Jepang. Tapi kalau perjalanan menggunakan commuter line atau bus biasa ya ngga usah dari jauh hari sih. Tapi pelajari rutenya sebaik mungkin biar ngga nyasar dan jangan pernah malu bertanya sama warga sekitar, mereka akan membantu – kalau ngga bantu palingan ditinggalin gitu aja karena ngga ngerti bahasa Inggris (pengalaman lagi, Red).

7. Mata Uang. Nah.. ini hampir skip. Aku lebih suka mempersiapkan mata uang asing dari Indonesia, dan menghindari menukarkan di bandara. Rugi bandaaar(a). Kursnya tinggi banget, kamu sebagai IDRer merasa dijatuhkan martabaknya (bukan martabat) karena dihargai murah. Sama seperti indahnya negeri sendiri, menukarkan uang lebih baik di valas sini saja. Kalau terpaksa menukar, jangan malu nanya kursnya berapa dulu ke money changer lokal untuk membandingkan.

8. (UPDATE) Request dari pembaca di akun Facebook. Bawaan – how to pack. Sebenarnya ini adalah pilihanmu – untuk menyertakan bagasi atau hanya bawaan kabin saja. Kalau di kabin, seperti penerbangan nasional juga, maksimal adalah 7 kg dengan ukuran koper kecil (56 x 23 x 36 cm) dan satu tas laptop atau tas tangan masih bisa disertakan. Aku pribadi sebenarnya tidak suka jjika harus memasukkan bawaan ke bagasi karena pengambilannya LAAAAMA. Kalau udah di kabin ya abis landing ya bisa melenggang ke luar, kalau bawa bagasi nunggu 30 menit – 1 jam lebih agak wasted aja.

Beberapa orang mungkin beruntung (seperti aku yang pernah kelebihan 2 kg lebih di Incheon dan dibiarkan oleh stafnya). Tapi lebih baik mengikuti aturan kalau ngga mau repot. Karena beberapa low cost airline suka tiba – tiba ada pemeriksaan berat bawaan.

IMG-20140130-WA0008

Seminggu aku bisa membawa bawaan ini DAN udah sama laptop. Iyeaaay!!!

Untuk cairan di dalam kabin sendiri memang ada aturannya. Kalau memang bawa sampo, sabun, dkk – usahakan maksimal 100 mL. Ditempatkan di plastik atau transparent seal. Jangan lebih dari 100 mL (apalagi sampai 500 mL), kalau nggak mau ngenes harus dibuang atau ditahan di depan matamu.

Ada pengalaman yang sebenarnya sangat disayangkan – jadi enaknya diketawakan #jahatdehRay, mengingat dia sudah cukup pengalaman terbang dan bisa – bisanya kecolongan membawa oleh – oleh banyak body butter yang berisi 250 mL di kabin, ditahan sama imigrasi dan maki – maki di akun sosial. Madam, did you read the policy?

9. Apalagi ya… Segitu dulu deh Jangan pernah gengsi bertanya ke masyarakat lokal, keramahan mereka membuatmu ingin kembali lagi ke sana (tapi kalau kamu dapat yang tidak ramah percayalah itu tidak semuanya). Nikmati perjalanan pertamamu di luar negeri dan ayo berbagi cerita. Kalau ada yang mau ditanyakan ya tentu saja aku ngga akan pelit berbagi, hehe..

Salam Lonetraveler, Anila Tavisha, yang lagi gemes mau lekas Maret. Hehe..

3 Comments Add yours

  1. lia says:

    Rencana sih akhir januari atau awal feb ada mau keluar farah, tapi itu tugas dari tempat kerja. Ahahahahak. Farah, fotomu ahahahak

    Ehm kayanya untuk lonetraveler keluar negeri belum nyali deh far, masalahnya buat nyusurin negeri sendiri aja belum pernah ahahahak. Ada sih rencana, antara ke bandung atau naik kereta sampai merak, itu pun mbuh kapan mau dijalanin hehehe

    1. Kamu BISA ngga manggilnya kayak dulu aja?!?!?!?!? HOSH.. HOSH.. HOSH..!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s