Lihat dulu ke Timur dan Baratmu  

Aku, bersama denganmu meniti bebatuan tajam di tepi jurang Uluwatu. Kita telah mempersiapkan segalanya, tidak akan ada apa – apa yang dibawa atau digenggam, bahkan tidak berani mengeluarkan apapun dari tas, semata untuk menjaga tatapan aman para monyet jinak Uluwatu yang suka iseng.

Berbagai mimpi yang berhimpitan dengan keinginan terus menerus kucurahkan padamu, ini tentang takhlukan dunia, dekati mimpi. Semua cerita kubeberkan padamu tanpa rahasia, menyebut kota – kota yang bahkan asing di telingamu bahkan tidak mampu kamu ucapkan. Bangga, dengan banyak kata – kata.

Aku selalu ingat senyummu selalu sama, bahkan sampai tidak bisa dibedakan mana dirimu kala marah dan kala senyum. Like father like daughter, you said.Padahal aku merasa lebih seperti anak gadismu yang pelit senyum dan kesusahan lekukkan bibir.

Selalu tahu bahwa dari semua cerita dan mimpi yang ingin kuraih, juga kota yang ingin kujejaki, kamu sudah pernah sampai di titik itu. Siapalah anak gadismu ini, masih berjuang di kepala duanya tetapi bersikeras meniti asanya untuk mendapatkan jati dirinya, masih gadismu yang sama.

Senja mulai turun perlahan, meminta izin pelan – pelan terhadap sang Malam untuk bergantian menjaga Bumi. Begitu juga diriku, menggandeng tanganmu yang kurasakan semakin banyak kerutnya.

Kenyang dan kebas juga bibirku berceloteh riang, ini masih anak gadismu yang sangat cerewet walau enggan tersenyum. Satu kalimat akhirnya keluar juga dari bibirmu, “lebarkan impianmu melebihi rentangan tanganmu, lintas benua dan lautan namun..”

“jangan lupa untuk lihat Barat dan Timur negerimu, keindahannya tidak pernah berakhir walau sampai kau tutup matamu untuk selamanya.”

IMG-20140108-WA0035

 Uluwatu, Januari 2014.

Di kantor, tanpa ponsel

4:44 senja

4 Comments Add yours

  1. Feti Habsari says:

    Maniiiisssssnyaaaaaa:’) 💗

    1. UMUMUMUMU~~~ Bayar ya udah berkunjung ke sini xD

  2. hawadis says:

    Kalimatnya kayak bait-bait puisi. Bikin haru, Kak. Seolah ayah saya sendiri yang ngomong begitu. :’)

    1. Dan tentunya ayahandamu akan mengatakan yang sama. Selamat datang, terima kasih telah berkunjung 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s