Aku Siap Mati Hari ini

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com#TiketBaliGratis tapi karena udah skip yang pertama jadi anggaplah FF ini adalah karya pertama saya di tahun 2015. Ihiy!!!

—-

Entah sudah berapa lama dia menunggu. Dahulu bukan dia, tapi wajahnya sangat mirip. Mungkin neneknya, ibunya, kakak perempuannya, sampai sekarang, dia yang di sini. Dia bergeming, padahal matanya selalu ke arahku, tetapi pikirannya ke mana – mana.

“Ma, bolehkah aku pergi sekarang?” Izinku ke ibu yang menjadi tempatku besar di sini.

“Kamu yakin ini yang terbaik?” Keraguan terbesit di diri ibuku saat itu. Padahal aku sudah sangat siap.

Aku tergelak, angin pun sampai membuatku goyah, “ingat keinginanmu Ma? Ingin melihat anaknya memberanikan diri menghampiri perempuan duluan? Anakmu yang lain belum ada yang berhasil, Ma. Mama percaya kepadaku?”

Desingan lebah – lebah menjadi perlahan, seakan ikut mendengarkan percakapan antara Ibu dan Anak. Ibu yang memendam keinginan dari lama untuk memberikan sesuatu terhadap perempuan tersebut, “kamu tahu Nak, Mama menunggu seribu tahun lamanya untuk ini. Silih berganti mereka berbuat baik terhadap kami, jadi tidak ada salahnya kita membalasnya sekarang..”

“…melalui dirimu.”

Gemerisik daun seakan ingin menutupi airmata ibuku. Aku semakin mantap mati untuk perempuan tersebut.

Aku Siap Mati Hari Ini..

***

Angin dan Izu Thrush* bersengkokol denganku mendekati perempuan tersebut. Matanya masih menatap harap ke atas, menatap ibuku dengan tatapan sayang.

Belum pernah aku melihat tatapan cinta dari seorang manusia sedalam itu.

Pluk!!

Aku mendaratkan diri tepat di genggamannya saat tangannya sedang menengadah merapalkan doa.

Ano..Jomon Sugi* – san?”

Aku yang di genggamannya tidak bisa menjawab, begitu pun ibuku, Jomon Sugi yang masih berdiri kokoh menjulang lebih dari ratusan meter di atas sana. Tetapi aku melihat senyum manis di bibirnya dan airmata yang mengalir deras karena senang. Akhirnya, perempuan cantik bernama Shizuka mendapatkan buah cyrptomeria pertamanya. Akhirnya Shizuka mendapatkan aku sebagai kado ulang tahunnya.

jomon-sugi

Ket:

Izu Thrush* adalah burung kecil yang dapat ditemukan di Jepang, di Kepulauan Izu.

Jomon Sugi adalah pohon cryptomeria (cemara) tertua sekaligus terbesar di Jepang yang umurnya sudah sampai 2000 tahun,

One Comment Add yours

  1. miyu0704 says:

    Selamat pagi, siang, sore, malam di mana pun Anda berada… 😀
    Baru sempat buka blog setelah perjalanan ke luar kota dan nemu komentar belum ter-approve. Thank you so much for appreciating my fic.
    FF yang ini dreamy banget, ya? Di Kepulauan Izu… Buah pohon cemara…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s