Definisi Cinta Punggung Ayam dan Hal Lainnya yang Kamu Sebut Cinta

ungu3-copy-copy

“Cinta Punggung Ayam.” Itulah satu sebutan tega dari sahabatku yang ditujukan kepada siapapun yang hanya berani menatap seseorang dari belakang saja. Ternyata bukan hanya dilakukan oleh perempuan, lelaki pun ternyata bisa melakukannya hal seperti ini. Padahal sejatinya banyak pendapat orang, lelaki selalu yang bergerak dan perempuan selalu dalam menunggu mode: on.

Di Rectoverso*, aku merasakan betapa tidak nyamannya cinta punggung ayam tersebut. Seseorang yang hanya kamu tatap dari belakang saja, tanpa mengharapkan ia menengok ke padamu atau bahkan sadar bahwa kamu ada di lingkup hidupnya. Menurutku sendiri hanya bisa menunggu dan diam tanpa berbuat apa – apa, bergantung kepada doa (tanpa usaha) dan isyarat yang kamu kirimkan kepadanya, sehalus apapun itu, “harapan” –  adalah hal yang diandalkan saat merasakan itu.

Lalu, aku teringat kembali jenis cinta yang sama di lagu Tulus yang berjudul “Mengagumimu dari Jauh.”

Similar. Persis.

Entah mengapa karena yang menyanyikannya seorang lelaki, aku lebih kasihan kepadanya. Karena menurutku hampir tidak ada alasan bagi lelaki untuk hanya bisa bersembunyi dalam perasaannya dan hanya bermodalkan menyimpan perasaannya dalam bentuk kekaguman sunyi. Silent reader, silent stalker. Kultur Timur mengajarkan perempuan untuk menunggu  malu – malu selagi sang pangeran yang tampan menjemput dengan tunggangan tangguhnya, walau ini menurutku sudah bukan hal yang valid lagi saat ini. Tetapi perihal kisah mengagumi dari belakang dan menatap punggungnya saja? Ternyata masih banyak yang melakukannya juga, perempuannya atau si lelakinya.

***

Nyatanya banyak arti cinta yang sebenarnya bisa dideskripsikan secara luas. Di atas tadi hanya satu jenis cinta (kalau memang mengagumi bisa dibilang pre-feeling dari jatuh cinta) yang saat ini sedang menarik perhatianku belakangan ini. Tapi itu baru satu dari jutaan perilaku dan hal yang kamu anggap sederhana tapi ternyata itu adalah cinta, walau tidak harus selalu dengan kata “cinta” yang keluar dari mulut, tapi lebih ke cara bersikap dan berpikir, juga tentunya ke perbuatannya. Kamu pasti tahu ada banyak musisi atau bahkan seorang penyair yang karyanya selalu melulu tentang cinta, tetapi anehnya tidak pernah ada kata “cinta” pada karyanya.

Masih banyak hal yang kamu temui nantinya kamu juga akan sebut sebagai arti cinta bagimu kelak…

Seorang ibu yang marah kepada anak perempuannya yang pulang terlalu larut, namun pagi harinya masih mempersiapkan sarapan dan segelas susu untuk anaknya, itu cinta.

Anak kecil yang menangis saat melihat kucing yang kakinya terluka dan memutuskan untuk membawa kucing itu pulang agar dirawat, itu cinta.

Pepohonan yang masih setia memberikan oksigen untuk manusia dan hewan kala siang hari namun tidak serta – merta menghentikan asupannya saat malam hari, itu cinta.

Ibu yang memandikan dengan pelan – pelan bayinya agar tetap merasakan nyaman dan menatapnya, itu cinta.

Kamu sedang dikejar deadline pekerjaanmu sampai pulang pagi padahal harus berangkat pagi tapi kamu tetap semangat berangkat ke kantor, itu cinta.

Sosok yang memberikan pelukan hangat saat tahu sahabatnya senang patah hati, itu cinta.

Teman kerja yang diam – diam mempersiapkan kue ulang tahun untukmu tanpa kamu sangka, itu cinta.

Seekor anjing yang enggan meninggalkan makam pemiliknya berhari – hari sampai petugas harus membiusnya agar mau pulang dan makan, itu juga cinta.

Ada banyak hal yang bisa kamu sebut cinta, tidak bisa dideskripsikan secara mudah.

Karena yang aku tahu, hal yang terlihat mudah diucapkan malah semakin sulit dijelaskan artinya.

“Tulisan ini diikutkan dalam GiveAway Tema Cinta

Keterangan:

Rectoverso* : kumcer Rectoverso dengan judul “Cinta Sebatas Punggung dan Punggung Ayam di Negeri Orang”

Total kata: 562 kata dari judul sampai keterangan, exclude keterangan keterlibatan cerita untuk lomba.

Bukti Follow Anila Tavisha

Protected Account

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s