Guratan Dini Hari 2

Sebenarnya ini bukan tipe saya lagi yang memposisikan ranah blog ini menjadi buku harian versi daring.

Tapi ada banyak hal yang membuat saya yakin bahwa Jumat ini maksudnya Jumat kemarin karena hari ini sudah memasuki Sabtu saya berhasil  memanen banyak endorfin di beberapa lapak saya berpijak dari jam 07:00 meninggalkan rumah sampai jam 22:00 kembali ke rumah.

Dari semua banyak gudang endorfin, ada percakapan yang terekam dan berhasil menempatkan dirinya di bawah alam bawah sadar saya untuk dikenang. Percakapan dengan sahabat yang lokasinya jauh (project site based engineer vs. “ex. construction site is now staying at office until dunno when” engineer). 

Sahabat saya sedang menuju patah hatinya. Sebenarnya saya yang lebih merasa bersalah karena saya adalah messenger dari inisial perasaannya saat itu.

“Kamu bikin aku mau nangis aja..” Katanya melalui teks kala itu.

Kita tahu sama tahu bagaimana sahabat itu. Saat kepalanya sakit, seluruh badannya ikut sakit. Saya merasakan seperti yang dia rasakan, entah recall perasaan yang sama saat beberapa hari lama waktu dulu.  Saya mikir ini gimana ya biar moodnya balik.

You know.. sometimes it’s suffering to let your friend whining and crying alone and you can’t be there to hold her hand..

Tapi emang dasar (ngga ada yang lebih cukup dari rezekinya ALLAH, alhamdulillah), mood  saya dan topik gosip saya  lagi enak banget, sampai bisa menyerap energi negatif sahabat saya kala itu dan bisa mengubahnya jadi energi positif.

And now she started to smile, textually. I know it was textual but I’m sure she is not a person who is trying to hide her feelings through fake emoticon.

Saya kembali merasakan panen endorfin tersebut. Apalagi tujuan saya memanen hormon itu tidak berakhir sampai di kantor saja, saya masih mau ngegym yang kalian tahulah, energi positif juga masuk seiring keringat yang keluar.

Tapi ada percakapan yang akan selalu saya ingat. Jadi saya letakkan di sini sebagai pengingat untuk saya juga nantinya.

si sahabat “aih.  met pitnes dekalogitu. titik kalau ada yang kayak GK 1 bungkus ye”

si aku “Percayalah sama kaka Farah. Mirip, bukan berarti feelingnya akan sama kayak yang sebelumnya.”

si sahabat “Maksudnya gimana tuh Kak?”

Deg Degan Mirip

Then I let her in speechless mode.

Selamat Dini Hari,

Anila Tavisha abis nyayur setengah malam ini

00:31

2 Comments Add yours

  1. jai dewer says:

    Kya endingnya ada gambar quote. Selebtwit sekali. Makin ngefans deh.

    1. Wahahahah!!! Jay kampret!!! *tujes pake linggis panas xD xD xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s