Pergi Nyaman, Pulang Ngos – ngosan

Disclaimer: Ini bukan catatan seorang turis, yang senengnya foto – foto diri di tiap sudut bangunan dan lapangan lalu posting ke media sosial, bukan juga orang yang ikut wisata tur yang datengin ke tempat – tempat yang jadi must – visit – place – when – you – are – in. Ini kebanyakan catatan seorang sepesialis a.k.a ekspret yang ditempatkan di negeri mbaling – mbaling sesuai kebiasaan sehari – harinya kala di sini. Proost!!!!

 

Saya di… BELANDAAAAA (tepatnya Amersfoort!!)

Beruntungnya saya ditempatkan di Amersfoort, dibandingkan kantor saya yang di Fatmawati – saya harus menempuh 1.5 jam (bold MINIMAL) dan di sini saya menempuh… 15 menit.. jalan kaki, iya, jalan kaki, seru ya walau harusnya 5 menit kalo pake langkah kakinya orang Belanda.

3 minggu saya di sini, saya selalu nyaman berjalan kaki, alasannya sederhana.. ngga ada mobil (dan emang ngga minat bawa mobil juga) dan..

…takut naik sepeda..

Bukannya saya nggak bisa, tapi saya selalu mengalami pemandangan yang sama saat saya berangkat ke kantor (downhill) dan melihat orang – orang bersepeda dari arah sebaliknya (uphill), mereka ngos – ngosan. Bukan ngos – ngosan lagi, tapi juga usaha berat sampe hampir oleng sepedanya karena melalui rute yang menanjak. Padahal kalau dilihat dari visual biasa, kelihatannya tenang banget jalanan ini, lihat deh? Imut kan… ngga ada serem – seremnya.

Jalanan 2

Kelandaian ini adalah ilusi optik, sebenarnya menurun cukup curam

Sampai akhirnya saya mengalami sendiri bersepeda dari kantor ke rumah…

Saat berangkat.. semuanya seperti perjalanan ke taman bunga.. lebai, jadi.. sebegitu mudahnya sampe nggak perlu ngegowes sama sekali, roda tinggal menjalankan tugasnya meluncur dan saya hanya jemawa menikmati angin pagi yang selalu berada di kisaran 2 – 6 derajat Celcius. Lima menit, sampai, selesai.

Lalu tantangan muncul saat perjalanan pulang. Saya tahu salah satu cara ngakalinnya adalah ngegowes sekencang – kencangnya dan JANGAN BERHENTI. Perjalanan dari rumah ke Central Station juga mengalami rute mendaki sedikiiiiit dan bisa survive asal tetap maksain ngegowes.

Lalu saya melakukan hal yang sama, setelah Uitgang (pintu keluar
), saya mengowes sepeda saya sekencang – kencangnya, dan sebagai orang Indonesia yang mungil di kalangan orang Eropa di sini yang sudah terbiasa bersepeda, saya mulai merasa ini tidak ada apa – apanya… saya bisa.. ini mudah..ini sungguh mudah…dan sampai di tanjakan SETAN!!

Iya, cara nyebutnya “tanjakan” dan tambahkan “SETAN” untuk mengumpat. Sepertinya hanya 300 meter tapi berasa disiksa, ternyata jalurnya benar – benar menanjak.. sepeda saya sampai oleng, mau berhenti juga tanggung alias gengsi. Satu sepeda menyalip saya, lelaki itu juga abis – abisan menggowes tapi siksaan itu lekas dilalui pasti karena dia sudah terbiasa, tapi dia menggowes sampai berdiri. Dia sudah melewati siksaan tersebut dan saya seperti tidak berjalan ke mana – mana.

“I’M DEAAAAAAD!!! I’M DEAAAAAAAD!!!!!”

Jalanan 1

Tanjakan Setan, di mana  penyiksaan dimulai

Serius, ingin sekali saya teriak itu, minimal pake bahasa Indonesia toh ngga ada yang ngerti. 300 meter terakhir sepertinya itu puncak siksaan para pesepeda. Pemandangan di foto dan saat jalan kaki adalah murni halusinasi, karena ternyata emang SEBERAT itu medannya.

Setelah sampai, keringet nggak ada sama sekali, tapi jantung deg – degannya udah kayak apa ngga tau – tau. Saya sampai istirahat di kursi  tamu di area resepsionis, dibilang kapok ya kapok, tapi juga jalan lebih males bawa segedubrakan laptop sama ransel yang makin hari makin nyakitin pundak.

Hari ini…

Saya menggunakan sepeda lagi, dan menikmati betapa indahnya hidup saat melakukan perjalanan dari rumah ke kantor.

Lihat nanti pulangnya, penyiksaan dimulai…

….atau saya ambil jalan muter aja ah, hehe..

*Bila masih belum puas dengan anglenya akan saya coba mengambil angle kecuramannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s