Antwerp dan Berlian – berliannya

Disclaimer: Ini bukan catatan seorang turis, yang senengnya foto – foto diri di tiap sudut bangunan dan lapangan lalu posting ke media sosial, bukan juga orang yang ikut wisata tur yang datengin ke tempat – tempat yang jadi must – visit – place – when – you – are – in. Ini kebanyakan catatan seorang sepesialis a.k.a ekspret yang ditempatkan di negeri mbaling – mbaling sesuai kebiasaan sehari – harinya kala di sini. Proost!!!!

 

Saya di… BELGIAAAAA (tepatnya Antwerp)

Jpeg
Antwerp. Dok: pribadi

“di Antwerp ngga usah ngimpi beli berlian,” pesan ayah di SMS siang itu. Sayangnya, sepertinya jagoan ayah saya perihal khasnya tempat – tempat di Eropa dibandingkan saya ya iyalah beliau udah ke sini duluan beberapa tahun lalu, dan gadget saya yang keterlaluan canggih ini nggak digunakan sebaik mungkin untuk mencari yang khas dari kota Antwerp.

Saya berdoa semoga tidak semengecewakan Brussels (liputannya nanti setelah postingan ini, kapannya saya nggak janji, ahahahahahhahaha!!! Rese ya? Maaf 😐 ), setidaknya beberapa kolega dari sini mengatakan lebih baik ke Antwerp daripada ke Brussels. Maka ajakan tante saya yang saya iyakan setengah hati, meningkat menjadi tiga perempat hati. Bukannya gimana, tapi saya emang agak kapok dengan kunjungan saya ke Brussels seminggu sebelumnya. Karena ekspektasi saya terhadap keindahan dan keantikan kota ini begitu besar dan kecewa sama yang saya temukan akhirnya.

Maka di perjalanan ini, saya menurunkan ekspektasi saya.

***

Perjalanan dimulai dari Amersfoort ke Roosendal dulu. Kenapa Roosendal? Karena dari letak geografisnya, Roosendal sudah dekat dengan Antwerp dibandingkan dari Amsterdam, Nijmegen atau Utrecht. Inilah cerdasnya wanita, perhitungannya kencang dan akurat XD  Dengan memulai kereta dari Roosendal artinya tiket dari Roosendal ke Antwerp lebih murah daripada dari Amersfoort ke Antwerp.

Begini strateginya:

1. Pada standarnya, Amersfoort – Roosendal itu 20.40 Euro, SEKALI JALAN. Artinya sekali jalan 300.000 rupiah. PP 600.000 kayak naik pesawat kan. Terus dari Roosendal ke Antwerp sekitar 4 – 5.20 Euro sekali jalan. Total sekali jalan aja bisa 25 Euro, dua kali jalan.. 50 Euro aja kakaknyaaa….

2. Maka, saya menggunakan dagkaart yang hanya bernilai 15 Euro untuk ALLLLL DAAAAYYY LOOOOOONG JOUUUUURNEY maaf kepslok, lalu saya bisa anteng beli tiket Roosendal – Antwerp PP 10.40 euro ajah. Bandingkan.. berapa keuntungan saya? Banyak!!! Kami harus lihai hidup di Eropa, Bung!!! Total: 25.40 Euro aja pake senyum manis – manja.

Apalagi saat itu.. Euro lagi lucu – lucunya, tinggi banget ratenya SIAL!! Jadi semua harus diperhitungan sedemikian rupa sehingga.

Oke, jam 13 kurang kami sudah sampai, hanya 3 jam saja untuk bisa sampai ke negeri lain di kawasan Schengen. Saat keluar dari stasiun Antwerpen Centeral.. dan benar – benar keluar dari Antwerpen Central.. subhanallah.. beda bangetttttt!!!

Jpeg
Antwerpen- Central. Dok: pribadi
Jpeg
Antwerpen Central. Dok: Pribadi

Jujur saja, saya seperti masih di Belanda. Keteraturan kotanya benar – benar sama seperti di Belanda. Jalur sepeda yang nyaman, pedestrian yang luas, orang – orang yang menyebrang teratur di jalurnya, sepeda yang bisa disewa, kawasan Centrum dan destinasi yang masih bisa dekat dengan jalan kaki. Di depan stasiun saya sudah melihat jejeran toko perhiasan. Ah benar kata ayah saya, yang khas memang di sini adalah pembuatan berliannya eh apa pengolahannya..pokoknya gitu deh.

Jpeg
Tokp Perhiasan Antwerpen. Dok: pribadi

Ayah saya benar, saya hanya bisa menikmati kilaunya alih – alih membelinya

Jpeg
Toko perhiasan Antwerpen. Dok: Pribadi

Jejeran toko berlian yang hanya saya bisa ratapi pesonanya dari kaca

Bila di Brussels mereka menggunakan bahasa Prancis dan keterbatasan orang – orang di sana berbahasa Inggris, maka di Antwerp mereka menggunakan bahasa Belanda dan otomatis bisa bahasa Inggris. Ini tempat yang bagus untuk mempraktikkan bahasa Belanda saya yang masih acakadut pengucapannya itu.

Tidak mau kalah dengan ekstrak kulit manggis, ini adalah kabar gembira bahwa sepeda di Antwerp begitu kecil dan sangat bersahabat ukurannya. Kalau 0 – 30 menit masih gratis. Jadi kalau mau akalin ya.. jalan jalan sampe 29 menit terus ganti sepeda lain sampe 29  menit lagi..tapi ngga gitu amat deh ah pelitnya :/

Jpeg
Sepeda roda depan kecil roda depan gede

Tengok kanan setelah keluar stasiun Antwerpen dan walla.. di situlah penyawaan sepeda dengan ukuran yang manusiawi dan tidak segigantic sepeda – sepeda di Belanda

Saya tidak tahu persis ke mana saja saya menyusuri jalan selama 4 jam di sana. Karena semuanya dicapai dengan jalan kaki, saya benar – benar tidak memakai transportasi umum. Waktu di Brussels saya bisa beli ticket pass one way sekitar 1.4 euro yang bisa dipakai untuk naik turun naik turun bus, jadi 2 euro buat return. Dan seperti kawasan – kawasan di Eropa, saya berjalan ke arah pusat – pusat perbelanjaan  tapi oh-no-sialnya-diriku.. ini hari Mingguuuu!!! Toko – toko tutup dan palingan hanya 10% saja yang buka. Huffft!! Kata toko yang buka sih setiap awal minggu setiap bulan, toko tersebut buka pada hari Minggu, sialnya saya datang pada hari Minggu di minggu ke-2. Sial. Gagal beli cokelat.

Tapi untuk cewek – cewek saya sarankan sih untuk lihat – lihat dan menatap lekat – lekat pasangannya untuk minta dibelikan perhiasan di sana, iya saya akui, indah – indah. Saya ngga muluk – muluk, kalau memang ada pasangan sayangnya ngga ada, maka saya cukup  minta dibelikan cokelat – cokelat di chocolatier boutique shop di sana…. dan perhiasan juga…

Maka jalan – jalan di sini saya tidak mendapatkan apa – apa, oke.. maaf, dapat sih, karena ada toko pakaian murah namanya 5 2 10 dan emang menjual pakaian hanya dari 5 euro sampai 10 euro. Tapi, cokelatnya saya ngga dapat.

Jam 17 lebih saya memutuskan untuk kembali ke Amersfoort. Karena kereta masih 1.5 jam lagi, saya banyak eksplor stasiunnya.. yaaa ngga terlalu banyak yang dieksplor sih, tapi di sudutnya saya menemukan ini.

Jpeg
Ngegowes dulu, baru kecharge

Working machine. Ini adalah mesin casan dengan tenaga gowesan. Ini harus menjadi casan di mal dan bandaa – bandara di Indonesia sebenarnya. Jadi, usaha dulu berkeringat keringatan dahulu baru bisa ngecas. Ini keren!!! Dan harus ada di Indonesia!!

Lalu, kunjungan saya di sini tepat pada Hari Ibu Internasional. Maka untuk pertama kalinya dalam jalan – jalan saya ada yang bisa disuruh fotoin, maka saya ucapkan kepada para emak – emak atau yang belum dan akan menjadi emak – emak, selamat hari ibu…. bekgronnya adalah stasiun Antwerpen di lantai +1.

Happy International Mother s Day

Met hari Ibuuuuuu!!!! Dokumen: pribadi

Apakah akan ada kunjungan kedua kalinya ke sini.

PASTI!!!!

Salam Lonetraveler (yang lagi ngga sendiri di perjalanan ini)

Anila Tavisha

3 Comments Add yours

  1. lidia says:

    halo mbak, jalan ke antwerp setengah hari cukup mbak? itu explorenya uda semua mbak? atau yg penting2nya saja ya?

    ke belgia selain ke sini lebih oke jalan ke mana saja ya?

    1. Aku rekomen ke 3 kota: Brussel, Antwerp dan Ghent. Tapi kalau cuma punya 1 hari bisa dihabiskan antara: seharian di Brussels, atau Antwerp dan Ghent dalam 1 hari. Antwerp bisa setengah hari tapi itu karena aku banyak jalan – jalannya XD

  2. lidia says:

    jalan jalan means cuma muter2 gitu mbak? atau sudah termasuk ke teampat2 pentingnya? aduh maafken diriku yang banyak tanyaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s