Belusukan ke Toko – toko Buku di Belanda

Saya di… BELANDAAAAA

 

Howdy!!

Sepertinya hutang nulis saya semakin menumpuk seiring semakin banyak destinasi yang saya datangi – tapi semakin sedikit waktu yang saya gunakan untuk niatkan menulis. Phew.

Ngga terasa sudah 2 bulan saya di sini, Amersfoort yang tidak terlalu well-known bagi beberapa orang luar dibandingkan Amsterdam dan Maastricht (padahal letaknya benar – benar paling strategis!!!), Amersfoort yang sepi… sekali, Amersfoort yang burung – burungnya lebih seneng jalan daripada terbang, Amersfoort yang pengemudi busnya ramah menyapa setiap penduduknya “Goedemiddag!!” “Goedeavond!!” tanpa lihat warna kulit.

Ah kebanyakan basa – basi.

Lanjut.

Saya nggak sadar ternyata banyak menghabiskan waktu juga di beberapa toko buku selama di Belanda, nggak berasa juga udah puluhan postcard yang terkirim, sudah menyentuh belasan buku yang terbeli (4 doang tapi yang baru selesai baca, hiyh!!), dan berdus – dus teh yang sialnya nggak dijual di Indonesia.

Ketertarikan saya saat ini membahas toko buku atau boekhandel/boekverkoper  yang ada di Belanda. Sejauh ini saya sudah mengunjungi boekhandel  di Amersfoort, Utrecht dan Amsterdam. Tapi saya akui emang Amsterdam juaranya, apalagi daerah Rokin, benar – benar berjubel boekhandel berjejer dengan penataan yang rapi. Sebenarnya nggak semua boekhandel saya abadikan fotonya, malah ada yang saya lupa namanya padahal udah berkunjung dua kali gebleg lu ah. Makanya dengan kekuatan mbahgugel semoga saya menemui apakah nama boekhandel yang saya maksud.

Amersfoort

Kalo saya cek dan ricek di gugel sebenarnya ada sekitar 4 boekhandel di Amersfoort, tapi yang saya seneng sama ‘t Ezelsoor ini adalah mereka menjual buku bekas yang berbahasa Inggris dan bergenre fav saya, yaitu crime sama thriller, bener – bener kenyang di sini. Tapi untuk cari buku dengan genre romantis atau ala ala teenlit chicklit gitu susah deh.. saya nyari sastra aja susah, mungkin banyak kalo yang bahasa Indonesia. Buku – buku di sini adalah secondhand – ini serunya, dan kondisinya masih sangat bagus – bagus. Harganya juga bagus, 2 euro atau 30 ribuan masih saya dapat di sini,

Jpeg
‘t Ezelsoor

Yang saya seneng juga di sini dijual kartupos yang lucu – lucu. Lucunya ada yang dari terlihat usang sampai paling baru, makanya bisa dapet kartu pos 6000an itu seru banget. Ya…jangan salah, kartupos di Belanda yang bagus rata – rata 1 euro atau 15.000an, kalau mau yang kurang dari 15000 rupiah ada, tapi gambarnya cuma HOLLAND, NETHERLANDS sama gambar kincir angin atau sepeda, standar..

Jpeg
dari luar jendela, pas ke sana pertama kali udah tutup tokonya

Saya pilih ‘t Ezelsoor karena dekat juga jual buku – buku bekas yang terjangkau.

Dan berjejeran di dekat Centrum Amersfoort terdapat 3 boekhandel, tapi kunjung sekali saja cukup.

Utrecht

Nah ini boekhandel yang sudah saya datangi tiga kali, namanya Broese Boekhandel. Lokasinya dekat sama Centrumnya Utrecht, jalan kaki dari stasiun juga oke. Kalau buku – bukunya mungkin standar aja seperti toko buku lainnya, karena mereka menjual buku – buku baru, tapi yang saya suka pilihan postcardnya. BUAAAAANYAAAAKKKKK BANGET!!!!!

Dan satu lagi yang saya suka, bookmarknya gratis, hehe.. saya bisa ambil dari kasir. Ya..pas ambil tiga buah agak dilihatin juga sih, emang rakus juga.

Jpeg
Kartu pos ini banyak saya dapat di Broese

Sebenarnya saya pernah lihat ada yang menjual buku – buku sekenhen tapi sepertinya saya selalu terlambat kalau ke sana (jam 18 ke atas), jadi selalu tutup, padahal lumayan kalau mereka menjual dengan genre lain.

Amsterdam

Walau saya ngga terlalu nyaman berkunjung ke kota ini karena too touristic, tapi serupa kutukan saya malah sudah ke sini lima kali. Pertama, adalah emang saya akui apa saja ada dan yang kedua… TOKO BUKUNYA BANYAK BANGET!!!!!!!! Bener – bener banyak dan berjejeran.

Jpeg
Boekhandel pertama yang dikunjungi saat ke Amsterdam

Ini adalah boekhandel yang saya datangi saat perayaan King’s Day di Amsterdam. Jadi dengan atribut oren – oren saya pun memasuki toko buku ini. Buku yang ada sebenarnya  biasa saja, tapi aksesoris perbukuannya bagus – bagus. Dan..kartuposnya juga lucu – lucu. Lihat kartu pos lelaki berbulu dada dengan bulu 3 D di dadanya, nah ini saya beli di sini. Ada juga kartupos 3 dimensi, seperti gambar bibir merah yang kalo digerakin bibirnya makin mendekat minta dicium. Berhubung mahal jadi ini sekadar koleksi aja.

Nah tempat selanjutnya ini. Sebenarnya saya lebih melihat ini sebagai toko CD daripada toko buku, karena saat pertama kali masuk yang saya lihat jejeran CD… buku juga ada tapi tidak banyak, pilihannya malah banyak di kartupos juga dan pembatas buku. Tapi, saya akui di sini mahal – mahal pembatas buku sama kartuposnya 😦 Mungkin karena kartuposnya impor dari Jerman.

Jpeg
Boekhandel kedua di Amsterdam
Jpeg
Bookmark yang lucu – lucu

Lalu kunjungan kedua saya ke Amsterdam, saya menuju ke beberapa toko buku. Kunjungan pertama adalah di daerah Spui atau Rokin, yaitu Athenaeum. Pilihan buku bahasa Inggrisnya banyak sekali, sayang seret diskon, jadi saya cuma 30 menit di sana.

Lalu berjalans sedikit saya sampai ke The American Book Center (ABC). Saya menghabiskan 3 jam di sini. Iya, 3 jam, mayan dua buku selesai di sini. Saya suka banget penataannya yang memutar.

Ada bagian bargain books, yaitu buku baru yang kena diskon (ini dia yang saya suka). Totalnya ada 3 lantai, tapi luassssss sekali dan rapiiii banget.

IMG_0088

IMG_0086

Baca berjam – jam di sana pun nggak akan diusir. Dan ada juga kategori manga di sana, isi komiknya juga mayan lengkap, satu rak besar sendiri, yang suka manga pasti betah di lapak sana.

Konsep yang seru adalah dating with your book.

Date Your Book

Siapa yang berani melakukan ini? Kencan buta sama buku. Buku tersebut cuma disampul, dikasih hint beberapa kata lalu kamu beli. Setelah itu di kasir, kamu buka sampulnya dan lihat buku apakah yang kamu beli.

This teach us LITERALLY to not judging a book by its cover

Date Your Book 2

Walau saya akui buku barunya termasuk mahal (13 euro ke atas), tapi pada ujungnya ada buku yang membuat saya nengok tiga kali ke raknya – dan akhirnya saya beli. Haha

.

Dan inilah all time fave saya so far

SCHELTEMAAAA!!!!

Jpeg
Visit at the right time
Jpeg
Buku – buku Scheltema

Ah saya benar – benar suka tempat ini!!

Terdiri dari 4 lantai di satu gedung yang besar. Masing – masing lantai spesifik genre tertentu. Tentunya saya suka lantai paling atas karena menjual buku bekas XD Tapi pas saya cek ke atas, ternyata buku tersebut tidak seperti buku bekas, lebih ke buku baru yang belum terbaca.

Jpeg
Susunan bukunya

Ada beberapa buku yang tidak ada harganya, saya kurang tahu apakah buku itu dijual atau hanya koleksi saja. But overall saya benar – benar punya ketertarikan personal sama toko buku ini. Tempatnya juga sangat amat strategis, di sebrang Madam Tussaud Musem.

Jpeg
Kapan dan di negara mana kamu terakhir baca buku? Tempel sini

Saya ngga bisa jelasin detail ada apa di sini karena benar- benar menyenangkan bisa datang di saat yang tepat dan di boekhandel yang seru.

Laporan akan berlanjut seiring boekhandel yang saya hampiri sebulan nanti, mungkin..

Atau bertahan di boekhandel di daftar atas yang sudah mempunyai kesan sendiri.

Tot ziens!!

Salam Lonetraveler,

Anila Tavisha

Semua foto dokumentasi dari Farah Soraya. Bila menemukan foto- foto ini dipakai di website lain atau media cetak tanpa mencantumkan sumber mohon beritahu saya. Terima kasih :

.

3 Comments Add yours

  1. zamzam says:

    wah sangat menginspirasi sekali mantep (y)

    1. Hai terima kasih ya telah berkunjung. Salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s