Eh Tolong, Saya Lagi Puasa!!! Hormatin saya!!

Sumber gambar di sini

Saya lagi puasa, kenapa orang – orang di sini ngga ngehormatin saya sih? Restauran terbuka gitu aja, penutupnya mana? Aroma kopi roast dan roti – roti berbahan dasar susu wanginya merambat ke hidung saya. Orang silih berganti melewati saya dengan minum di tangannya dan cemilan di tangan lainnya, ya iya siiiiih kalian lagi pada nggak puasa, kalian berbeda keyakinan, atau lagi halangan, atau mungkin emang males puasa, tapi sadar nggak sih kalau ada yang lagi puasa, bisa kan makan minumnya di rumah aja, atau diam – diam aja? Nggak usah depan saya.

Ini tiga puluh dua derajat loh di Jakarta, panas gini, mau ngadem di mal malah dapet pemandangan kayak gini, bikin lapar, bikin stress, kesel sendiri, lesu… mau buka aja, orang – orang ini nggak bisa ngehormatin saya yang lagi puasa.

Pulang aja deh, tidur sampai buka.

***

Pernah semangkel ini waktu lagi puasa? Ngeluh orang – orang ngga menghormati kita yang lagi puasa menahan hawa nafsu, amarah, apapun itu yang biasanya kurang bisa kita kontrol  saat tidak berpuasa.

Sekadar cerita, saya menjalankan puasa beberapa hari lalu, di negara bermusim 4 dan malam yang tak pernah larut. Dari sebelumnya isya jam sepuluh malam, saat ini semakin larut yaitu jam 12 malam, namun subuh semakin dini, yaitu jam 3 pagi. Benar – benar waktu yang sangat sempit untuk buka puasa lalu sahur lagi. Paling tidak saya harus puasa hampir 20 jam, dan saya harus buka puasa dan sahur sekalian.  Lalu beberapa teman saya bertanya? “Emang bakal kuat?” “Lah kalo niat, kenapa nggak? Kayak ngga pernah puasa aja.”

Lalu jam kerja pun saya mulai hari itu, 8 jam (approx) di kantor, jam  17 pulang dan larut pun baru datang jam 22, karena saya kerja di negara ini maka saya mungkin satu – satunya yang puasa. Kolega silih – berganti mengajak makan siang, saya turut walau tidak makan, hanya sekadar ngobrol biasa. Saya bilang lagi puasa saat mereka bertanya kenapa nggak makan, tapi apa itu saya butuh dihormatin?

Nggak, nggak perlu. Saya bilang ‘sedang puasa’ karena mereka bertanya, bukan untuk dihormati lalu mereka berebut kata ‘maaf’ karena telah makan di depan saya.

Apa saya juga mengeluh karena mereka makan dan minum seenaknya atau tidak menutup sajiannya?

Ngapain, toh saya yang memang berada di negara dengan minoritas Muslim.

“Tapi ‘kan Indonesia juga banyakan muslim, masa’ nggak bisa menghormati sesamanya?”

Padahal puasa sendiri adalah “menahan dari sesuatu”, yang tujuannya seindah namanya; cinta terhadap sang Khalik, mendekatkan kepadaNya, melatih manusia dalam kesabaran dan tidak mementingkan diri sendiri, SABAR dan PENGENDALIAN DIRI.

Untuk apa menuntut seseorang agar menghormati kita? Toh di awal kita sudah mengucap nawaitu sauma ghadin an adai (I intend to do obligatory fast tomorrow), saat semuanya sudah diniatkan dari awal, seharusnya seminim mungkin hal apapun dapat mendistraksi puasa kita – bahkan untuk masalah makan dan minum.

Kalau kita merasa sudah menghormati orang yang sedang puasa saat sedang tidak puasa, artinya habluminannas kamu diterapkan bagi sesama. Tapi… bukan berarti kamu bebas menuntut orang lain untuk melakukan hal yang sama seperti  kamu. Semua balik lagi ke niat yang udah kamu ucapkan saat sahur atau malamnya. Sisanya, urusan kamu sama Tuhan agar shaummu sempurna.

Salam kecup manja,

Anila Tavisha masih di Amersfoort

2 Comments Add yours

  1. Iman yang kuat tak kan goyah sekalipun godaan datang. Tapi tidak berarti mendiamkan kemungkaran yang berkeliaran. Sayangnya cara yang dipake untuk melawan, bukanlah cara yang bijak.

    1. I hardly disagree with that. Bener banget. Terima kasih sudah bertandang ya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s