Ngga mau ke Amsterdam, tapi malah seringnya ke Amsterdam?

Disclaimer: Ini bukan catatan seorang turis, yang senengnya foto – foto diri di tiap sudut bangunan dan lapangan lalu posting ke media sosial, bukan juga orang yang ikut wisata tur yang datengin ke tempat – tempat yang jadi must – visit – place – when – you – are – in. Ini kebanyakan catatan seorang sepesialis a.k.a ekspret yang ditempatkan di negeri kincir angin sesuai kebiasaan sehari – harinya kala di sini. Proost!!!!

 

Saya di… BELANDAAAAA (tepatnya Amsterdam!!)

Pertama kali kaki saya landing di Schipol, jujur saja Amsterdam bukan kota yang saya ingin banget buat datang. Bukannya gimana, tapi saya sudah kebayang crowdednya kota itu pastinya. Mayoritas turis yang melakukan Euro Trip dalam kurun waktu 2 – 4 minggu akan menjadikan Amsterdam sebagai priority list kota yang harus didatangi. Setidaknya, bila tidak sempat menyusuri kota – kota di Belanda, Amsterdam emang assembly point buat para turis, dan malah itu yang buat saya merasa kurang nyaman, karena crowdednya, seperti Kuta di Bali atau Malioboro di Jogjakarta – saya lebih memilih untuk melipir ke daerah yang lebih sepi.

Tapi lucunya, kota ini adalah yang paling sering saya datangi, selama dua setengah bulan saya di sini, saya sudah ke sini lebih dari 5 kali. Tsk! Bukan niat jalan – jalan, tetapi ada aja yang buat saya ke sini.

  1. King’s Day Celebration

27 April, ini pertama kali saya datang ke sini dalam waktu lama. Saya pikir.. udah jauh – jauh ke Belanda dan selebrasi King’s Day (Koeningdag), kenapa nggak sekalian di kota besar? Jadi saya pun ke sini. Suasananya super! Walau anginnya bikin menggigil karena saat itu masih 11 derajat Celcius, masih spring break. Jadi dari pagi sampai sore saya pun merayakan di sini dengan bando bunga oren – oren centil.

  1. Amsterdam dan Amsterdam Sloterdijk
Jpeg
Amsterdam Sloterdijk

Perjalanan pertama saya menuju Paris dan Belgia adalah menggunakan bus dari tanggal 2 Mei. Titik temunya di Amsterdam Sloterdijk. Nah, saya senang di stasiun Amsterdam Sloterdijk ini, soalnya nggak begitu crowded kayak di Amsterdam Centraal. Viewnya juga bagus. Jadi kunjungan saya ke sini cukup singkat karena Cuma transit, pipis sama ngopi bentar lalu perjalanan ke Brussels.

  1. Bookshop Hunter

Di 17 Mei awal saya memutuskan ke sini khusus untuk berburu buku. Awalnya yang saya harapkan banyak boekverkoper yang menjual buku bekas, tapi mungkin karena saya datang ke daerah Spui dan Rokin, di sana berjejeran toko buku tapi buku – buku baru. Tapi sampai di sana saja saya membutuhkan waktu lebih dari 5 jam untuk tiga buku yang saya datangi. Benar – benar bisa lupa waktu ya di toko buku. Akhirnya saya membeli beberapa buku dan seperti biasa.. kartu pos.

Selain itu saya juga banyak ke tempat lain seperti chocolatier shop sama cobain kopi Espresso 1 shot di sini.

  1. Thursday Night Sightseeing

Nggak tahu kenapa 21 Mei lalu saya memutuskan ke Amsterdam setelah ngendon di kantor di Rotterdam Alexander, padahal sebenarnya bisa aja saya menikmati Thursday Night* di Rotterdam, hehe.. Kayaknya emang magnetnya kuat di sini. Jadi saya memutuskan berjalan – jalan sekitar Groote Markt dan Spui juga Rokin. Lagi – lagi Rokin, karena ternyata saya datang di saat yang tepat, yeay!! Ada toko buku besar bernama Scheltema yang baru buka, free drinks everywhere, discounted books, and one more – SUPER LEATHER BOOKMARK!! Ah seneng banget bisa datang di waktu yang tepat, Amsterdam kala itu indah sekali.

  1. Overstappen – overstappen – overstappen*

Nah ini kunjungan kelima dan ke sekian kalinya saya sampai lupa. Karena letak Amsterdam memang strategis, jadi banyak kereta dengan tujuan tertentu mengharuskan saya transit di Amsterdam dulu, apalagi bulan ini perbaikan kereta di mana – mana, jadi dari Schipol harus ke Amsterdam Sloterdijk dulu lalu melewati Amsterdam Centraal.

Dan hari ini saya kembali ke Amsterdam Centraal for networking purpose, lagi – lagi Amsterdam, kota yang saya niatkan seminimal mungkin bertandang ke sana, ternyata malah menjadi kota yang saya tandangi paling sering.

Belum lagi tur kanal.. belum lagi Damrak.. belum lagi… Cannabis…

Jpeg
Amsterdam lagi, Amsterdam lagi

Salam Lonetraveler,

Anila Tavisha

Thursday Night* : toko – toko di Belanda mayoritas akan buka lebih malam pada hari Kamis, yaitu sampai jam 21:00 (biasanya cuma sampai jam 17:00 atau 18:00)

overstappen*: step over/ transfer

2 Comments Add yours

  1. achzarabiga says:

    overstappen, verbodden, kulkas.. apalagi ya istilah londo? ah… someday I will

    1. oom, tante, gratis, kantoor, echt? / eh?, persisss../precies. haha. banyak Ga!! AMIN FOR THAT!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s