Mengapa bawa koper alih – alih ransel/keril saat Eurotrip?

Disclaimer: Ini bukan catatan seorang turis, yang senengnya foto – foto diri di tiap sudut bangunan dan lapangan lalu posting ke media sosial, bukan juga orang yang ikut wisata tur yang datengin ke tempat – tempat yang jadi must – visit – place – when – you – are – in. Ini kebanyakan catatan seorang sepesialis a.k.a ekspret yang ditempatkan di negeri kincir angin sesuai kebiasaan sehari – harinya kala di sini. Proost!!!!

IMG-20140130-WA0008

Ke mana – mana keril, ke hotel bintang 4 aja muka tembok pake keril sama sendal jepit. Bandung,

Sudah hampir sebulan blog ini tidak diisi dengan catatan perjalanan saya *sapu – sapuin lapak blognya. Selama hampir 3 minggu Solo Eurotrip, saya lebih menggunakan laptop untuk mencari penginapan, tiket pesawat dan blablacar. Haha. Karena jadwal pindah antar – negara begitu lekas, jadi saya nggak bisa update in real time.

Trip kali ini memang ada yang berbeda, pertama kalinya saya menggunakan koper untuk mengangkut barang bawaan saya. Sebetulnya ini pertama kalinya saya membawa koper saat pertama kali berpetualang ke negeri orang di 2013, saya cukup nyaman dengan keril 40 L saya yang bisa masuk kabin saja tanpa harus membeli bagasi tambahan.

Koper ini saya beli di Belanda, yang dimensinya memungkinkan untuk masuk ke kabin saja, artinya cabin baggage accepted. Beberapa merek seperti V & D, American Tourister pasti men-stated di tagnya kalau koper ini bisa masuk hanya ke kabin. Kenapa saya beli koper baru? Karena koper yang saya bawa adalah koper ukuran L untuk keperluan business leisure saya selama 2,5 bulan di Belanda, jadi saya tentu membutuhkan media lain yang bisa menemani perjalanan saya.

Lalu kenapa koper – alih alih keril/carrier bag/backpack?

  1. Inilah yang saya pertimbangkan. Waktu saya lihat – lihat koper di Amersfoort, saya melihat bahwa koper mempunyai banyak space yang membantu saya segregasi bawaan saya. Tidak seperti bentuk luarannya yang terlihat compact, ternyata koper ini bisa memuat barang bawaan dari yang saya pikir. Dari koper sekecil ini, kebutuhan perjalanan saya selama 10 hari terpenuhi, bahkan jujur aja masih banyak space kosong di sini, padahal laptop dan charger pun sudah include di dalamnya.
  1. Kalau saya melihat orang Belanda, mereka lebih prefer membawa koper dalam trip mereka. Kebanyakan mungkin untuk 1- 2 hari perjalanan. Makanya jangan heran kalau di jalanan mereka lagi ada di Centrum tapi sambil membawa kopernya. Kalau di Jerman, mereka senang membawa keril. Nah, trip saya kala itu sangat taktis, saya bisa hanya mampir di satu negara selama beberapa jam saja dan pergi ke negara lain saat itu juga, jadi sightseeing saya lakukan sambil membawa koper saya. Memanggul keril selama seharian penuh dari segi ergonomi sudah pasti nggak sehat, apalagi di bagian punggung – apalagi sendirian pula, siapa yang mau ngerawat kalau sakit? Dengan koper yang hanya digeret, semuanya menjadi lebih mudah – ya…nggak semudah yang saya pikir sih soalnya beberapa jalan di Stockholm , Finlandia atau Prague murni bebatuan dan saya parno sama kekuatan rodanya saat diajak jalan. Tapi memilih roda yang tepat juga mempengaruhi beban yang mereka tempa saat menghadapi medan berat.
  1. Intinya: mau geret koper atau manggul keril, apapun itu. Kalau nggak menikmati perjalanan dengan maksimal, sama aja bohong.

Ini bukan masalah mana yang lebih baik, koper atau keril, tapi lebih ke pertimbangan saat perjalanan. Light travel tetep harus diperlukan. Saya akhirnya survive membawa hanya 5 baju dan 1 celana panjang. Yah.. salah 2nya adalah dress, jadi menghemat celana yang saya pakai, dan lucunya dalam 2 minggu saya toh ujungnya hanya memakai 3 baju. LOL. Packing yang tepat bisa mereduksi bawaan yang berat.

InstaShot_20150705_132327

“Mbakbule,,,, saya suka banget sama gapuranya, boleh minta fotoin ngga?” Hehe.. Di Stockholm

Jadi, siap travel light kali ini?

Salam kecup manja,

Anila Tavisha – yang akhirnya bisa buka puasa di rumah untuk pertama kalinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s