Pengalaman Stopover di Vaanta Airport – Helsinki

Disclaimer: Ini bukan catatan seorang turis, yang senengnya foto – foto diri di tiap sudut bangunan dan lapangan lalu posting ke media sosial, bukan juga orang yang ikut wisata tur yang datengin ke tempat – tempat yang jadi must – visit – place – when – you – are – in. Ini kebanyakan catatan seorang sepesialis a.k.a ekspret yang ditempatkan di negeri kincir angin sesuai kebiasaan sehari – harinya kala di sini. Proost!!!!

Saya di… FINLANDIAAAAA

Saya sengaja merencanakan perjalanan panjang dari Stockholm ke Prague dengan stopover panjang di Helsinki selama 16 jam. Menurut saya awalnya, sambil menyelam ya minum air, dengan harga yang hampir sama – saya mendapatkan 3 negara alih – alih 2 negara. Kedua.. ya.. kapan lagi bisa ke negara Skandinavia kan? Tapi budget  akan sedikit membengkak (iya, saya akui benar – benar bahwa biaya hidup di Skandinavia ini gila – gilaan tingginya, gimana kalau saya ke Norwegia? Ngga akan pulang T_T ).

Dari Arlanda Airport ke Vaanta Airport hanya terbang selama 1,5 jam saja. Menyenangkan akhirnya bisa bertemu dengan kurs Euro lagi, sehingga saya tidak perlu repot – repot menukar uang dengan kurs yang lain – saat itu sudah ada 6 mata uang berbeda di dompet saya. Tapi, saya harus siap dengan biaya hidup di Finlandia yang tentunya sama teganya seperti Kopenhagen dan Stockholm.

Akhirnya saya memutuskan untuk tidak menginap di penginapan manapun saat stopover di Vaanta.

Saya akhirnya mencari fasilitas di bandara tersebut yang bisa support tidur cantik saya selama 16 jam menunggu – tanpa harus diusir pihak bandara.

Setelah mendarat juga saya memutuskan untuk berkunjung ke kota Helsinki, sekadar sightseeing trip paling tidak sampai langit gelap ( di Eropa dan saat musim panas matahari di sini baru terbenam jam 22) dan..

Semua toko tutup…

Tutup semua…

Hening… sepi..

Karena apa?

Karena saat itu tanggal 21 Juni, yaitu Midsummer. Saat Midsummer, penduduk lokal merayakannya dengan bepergian ke luar rumah.. mungkin ke luar kota, pokoknya sebisa mungkin tidak ada di rumah dari 20 – 21 Juni 2015, bahkan beberapa kali request saya ke host di negara sana melalui Couchsurfing berakhir dengan penolakan karena mereka sedang ke luar kota #CRY

Saya pun akhirnya hanya berkeliling kota Helsinki selama beberapa jam sebelum akhirnya kembali ke Vaanta. Beneran deh, Helsinki seperti kota mati, memang di pusat kotanya masih ramai dengan beberapa turis, but overall untuk pusat kota itu sepertinya sangat sepi.

Oh ya, saya jatuh cinta sama bandara Vaanta.

Pertama kali saya mendarat di bandara ini, bandaranya sangat rapi. Silent airport, seperti Schipol, tidak crowded – atau ini kembali karena sedang Midsummer ya?

Lalu saya mencari fasilitas bandara ini untuk tidur saya malamnya, karena penerbangan saya baru jam 9 pagi keesokan harinya. Lalu saya menemukan ini di Gate 32.

Go Sleep

Jpeg
Tidur cantik di Go Sleep

Terinspirasi dari tempat tidur pada kelas bisnis di pesawat, Go Sleep menyediakan flat bed di dalam bandara, cocok untuk para budget traveler yang mau tidur dengan proper tapi dengan harga yang lebih murah dibandingkan airport hotel atau penginapan sekitar. Satu set flat bednya terdiri dari space untuk menyimpan bawaan (daripada sewa loker di bandara kan lebih mahal) di bagian bawah tempat tidurnya. Bantal dan selimut juga tersedia namun dibayar terpisah.

Jpeg
Penampakan Go Sleep di dalam
Jpeg
Penyelamat hidup..charger xD

Penyewaan sebesar 6 EURO per jam tapi 20 EURO per malam. Saya saat itu prefer semalaman saja karena saya bisa ngga tahu kalau kelepasan tidur 6 jam kan lumayan jadi 36 EURO 😐

Go Sleep di bandara Vaanta ada di Gate 32, paling ujung dan terlihat kok. Selain di Finlandia, sebenarnya yang pertama kali ada di bandara Dubai, katanya yang di Dubai lebih mahal harga sewanya dan di Finlandia ini baru buka.

Opini pas tidur di Go Sleep..

Not convenient for claustrophobic people.  Kenapa? Karena ruangannya sangat compact, hanya untuk tidur terlentang, balik kanan atau balik kiri saja. Saya cukup bisa tidur enak saat itu, sekitar 4 jam. Karena letaknya di bagian ujung, jadi tidak banyak orang lewat, walau dekat dengan gate keberangkatan sehingga saat itu ada sedikit suara yang masuk ke area Go Sleep tapi tidak terlalu mengganggu.

Ada charger di dalam ruangan flat bed tersebut. Jadi, menurut saya sih 20 EURO was worth to spent kalau memang bisa mendapat area yang bisa mengisi daya baterai ponsel saya, tempat untuk tas – tas saya dan tidur layak.

Starbucks

I was really sleepless during my Eurail trip! Really. That is why I still need coffee.

Walaupun hitungannya coffee fancy, saya tetap membutuhkan kopi, akhirnya saya pun sempat menyesap dua gelas kopi di sini. Dan, harganya jangan ditanya, lebih mahal sekitar 1, 5 Euro dari Starbucks lain yang di Eropa :(((( Di sini, saya request menggunakan biji kopi Kenya, yang sayangnya belum ada di Starbucks Indonesia.

Fortum Recharge Units

Ini seru banget!! Bandara yang nggak pelit colokan itu paling keren!! Nggak susah menemukan colokan di sini, bisa satu bangku satu colokan jadi ngga perlu antre. Wifi pun jangan ditanya, ada dan sinyalnya juga cakep, ngga ada trial 1 jam terus sisanya beli paket, atau pakai password atau dibatasi pemakaiannya. Inilah senangnya saya sama beberapa bandara di Eropa, nggak pelit wi-fi.

Everyman’s Lounge: Kainuu (The Book Swap)

Letaknya di Gate 31, sebelah kanan sebelum Go Sleep. Tempatnya sangat cozy untuk menunggu pesawat. Isinya tempat yang enak banget  buat chilling out, dari ngeliatin pesawat sampai baca – baca buku di sana. Dan 24 jam, jadi bisa kapan aja ke sana. Seru!!

Jpeg
The Book Swap

Overall, selain Changi dan Schipol, saya jatuh cinta sama bandara Vaanta ini. Selain itu saya melihat banyak fenomena menarik yang tidak pernah saya lihat di negara Eropa lainnya, dari malam yang tetap terang seperti subuh, hangatnya saat sore namun berkabut sangat tebal saat tengah malam dan bahasa mereka yang benar – benar asing di telinga saya.

Walau gagal eksplorasi Finlandia, saya sudah senang bisa menikmati bandara Vaanta di Helsinki ini.

Jpeg
Salam dari Udara

Salam besok hari Senin (karena sebenarnya dibikin dari Minggu tapi mohon maaf baru didaratkan sekarang 😐 )

:*

Anila Tavisha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s