Zaandam, Tetangga Amsterdam yang Unik

Disclaimer: Ini bukan catatan seorang turis, yang senengnya foto – foto diri di tiap sudut bangunan dan lapangan lalu posting ke media sosial, bukan juga orang yang ikut wisata tur yang datengin ke tempat – tempat yang jadi must – visit – place – when – you – are – in. Ini kebanyakan catatan seorang sepesialis a.k.a ekspret yang ditempatkan di negeri kincir angin sesuai kebiasaan sehari – harinya kala di sini. Proost!!!!

Saya di…….BELANDAAAAAAA

Jpeg
Zaandam Central Station and Surrounding

Saya cukup menyesal kenapa baru bulan kedua saya mengunjungi kota Zaandam. Sebenarnya saya sering dengar mengenai kota ini, karena salah satu kantor saya pun juga ada yang bertempat di sana. Tapi karena jarang yang merekomendasikan kota ini (dibandingkan Amsterdam, Utrecht atau Delft), jadi kunjungan saya ke Zaandam menjadi least priority saat itu..

….terus saya nyesel, kenapa nggak dari kemarin – kemarin aja sih saya ke sananya,hiyh!!

Bukan Zaanse Schans saat itu yang saya tuju awalnya, tetapi penasaran dengan Centrum dan tower church yang selalu menghiasi setiap tengah kota di Belanda. Saat itu saya mengadakan kunjungan to the point, yaitu Centrum terus pulang, eh end upnya malah menjadi kunjungan saya yang lama.. lalu ada kunjungan kedua dan….. kunjungan ketiga, tsk! Malah ketagihan.

Kenapa?

Foto di atas adalah pemandangan pertama yang membuat saya takjub dan akhirnya memutuskan tidak hanya eksplorasi Centrumnya saja tetapi sekelilingnya.

Zaandam hanya berjarak 5 menit dari stasiun sentral Amsterdam Centraal atau 45 menit jika menggunakan bus.

Inntel Hotels dan Zaandam Centraal Station

Jpeg
Inntel Hotels

InntelHotels adalah penginapan terdekat dengan stasiun Zaandam. Bentuk bangunannya yang sangat unik membuat bangunan ini menjadi incaran para kaum penikmat selfie yang berfoto dengan latar belakang hotel tersebut. Walau hotel ini mempunyai bangunan yang sangat unik, menurut saya yang lebih menarik perhatian adalah stasiun Zaandam itu sendiri yang mempunyai ciri khas dibandingkan stasiun lainnya di Belanda. Bahkan saking lucunya bangunan tersebut, teman saya berpikir itu bukan bangunnya, tapi hanya mural yang dilukis di tembok stasiun. Haha!!

Catatan tambahan: Inntel Hotels masuk ke dalam 12 of the world’s quirkiest hotels versi Trip Advisor di sini linknya

Primark

Berjalan lurus saja dari pintu keluar stasiun, tidak jauh dari situ terdapat banyak kafe dan coffee shop. Tapi yang menarik perhatian (ini saya yakin ngga Cuma kaum Hawa yang tertarik, kaum Adam juga!), yaitu Primark!

Primark adalah retail pakaian dari Irish (Irlandia) yang tersebar di beberapa kota di Belanda, Belgia, Austria dan beberapa negara Eropa lainnya (juga AS). Pakaian yang tersedia di sini sangat beragam dan…sangat murah!! Jangan heran kalau seandainya banyak orang yang masuk dalam keadaan tangan hampa dan keluar dari Primark dengan bertas – tas Primark. Percaya deh, nggak Cuma godaan bagi wanita saja, karena ada banyak pilihan untuk pakaian lelaki.

Zaanse Schans

Jpeg
Zaanse Schans

Kalau Kinderdijk dirasa terlalu jauh, tidak ada salahnya mengunjungi destinasi Zaanse Schans (Zaandijk), selain tidak ada tarif masuk sama sekali (tarif masuk hanya berlaku bagi kincir angin tertentu atau beberapa tempat tertentu), jaraknya dari stasiun sangat dekat (menggunakan bus nomor 68 tujuan Assedelft via Zaandijk dari Zaandam Central Station dan berhenti di Zaandijk, Guisweg/Zaanse Schans) lalu tinggal berjalan kaki melewati jembatan. Dari jembatan, berbagai kincir angin lama yang masih terbuat kayu sudah terlihat dari jauh. Pada bagian depan juga sudah disambut dengan toko souvenir yang menjual macam – macam barang sebagai oleh – oleh, di toko souvenir depan juga menawarkan kerajinan perak.

Jpeg
Cocokin sepatu buat pesta nanti malam

Zaanse Schans adalah salah satu destinasi favorit selain Amsterdam namun jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Amsterdam itu sendiri. Kincir angin mode lama (wooden windmills) bisa kita nikmati di komplek ini dan beberapa kincir angin seperti contohnya De Kat bisa kita kunjungi sampai bagian atas bangunannya. Tempatnya yang dipenuhi dengan ladang, rumah – rumah dan museum juga sungai yang bisa membawa kita dari kincir angin ke kincir angin lain membawa kita ke abad 18 dan 19, komplek ini dibangun secara bertahap dari tahun 1961 sehingga tidak kehilangan sisi masa lalunya.

Jpeg
Komplek Zaanse Schans

Komplek Zaanse Schans sangat luas, tidak hanya delapan kincir angin yang  berada di sana, tetapi berbagai tempat menarik seperti Zaans Gedaan, Cocoa Lab – di mana pengunjung bisa membuat minuman cokelatnya sendiri, panas maupun dingin!, Craftcenter De Saense Lelie yang merupakan tempat menarik yang menjual kerajinan biru ala Delft dan beberapa souvenir khas Belanda,atau menyicip (tasting) alkohol di Tweekoppige Phoenixe, dan masih ada lebih dari belasan tempat di komplek Zaanse Schans yang bisa dikunjungi seharian.

Kincir angin yang terdapat di Zaanse Schans adalah De Huisman, De Gekroonde Poelenburg, De Kar, De Zoeker, Het Jonge Schaap, De Bonte Hen, Mini – windmills on the Schans dan belasan kincir angin lokal di sekitar Zaanse Schans seperti De Schoolmeester dan Het Prinsenhof yang berada di Westzaan atau Het Pink di Koog aan d Zaan dan De Koker di Wormer. Di antara semua kincir angin tersebut, terdapat 3 kincir angin yang masih beroperasi, De Kat adalah salah satu kincir angin yang saya kunjungi. Di Zaanse Schans terdapat 3 jenis kincir angin yang masih aktif beroperasi dan memproduksi produk tertentu: De Kat dengan produk pewarna (paint mill), Het Jonge Schaap yang dengan produk bubuk gergaji (sawmill), dan De Zoeker yang menghasilkan produk minyak (oil mill). Untuk memasuki kincir angin tersebut dikenakan biaya 4 Euro dan mendapatkan brosur informasi mengenai kincir angin tersebut.

De Kat

Jpeg
Pewarna, produk dari De Kat

De Kat adalah tujuan yang saya minati di antara 2 kincir angin yang lain. Pada  tahun 1959, Millwright G Husslage membangin baguan atas dan mengendalikan mekanisme dari De Duinjager paint mill di dasar gudang yang dekat dengan pabrik minyak De Kat. Produksi dan penjualan pewarna antik mulai berkembang lagi sekitar 10 tahun belakangan ini.

De Kat mungkin menjadi satu – satunya saksi mata sejarah dan kincir angin yang memproduksi pewarna/cat yang masih tersisa di dunia.

Di tengah kincir angin tersebut terdapat mesin – mesin yang terbuat dari kayu dan aktif memproduksi pewarna yang masih dalam bentuk chalk. Disarankan untuk berhati – hati terhadap semua bagian mesin yang berputar. Lalu bila menaiki tangga, maka akan membawa kita ke bagian atas bangunan kincir angin tersebut, beruntungnya ada bagian yang sudah dipagari sehingga saat kincir angin berputar tidak membahayakan pengunjung yang tidak hati – hati. Oh ya, angin pada ketinggian tersebut cukup kencang jadi.. tetap waspada ya!

Jpeg
“key chain” kat kat yang lain XD

Bila sudah puas mengelilingi bagian produksi dan bagian atas kincir angin De Kat, maka sebelum pintu keluar terdapat toko oleh – oleh De Kat yang menjual pewarna dan beberapa aksesoris untuk buah tangan, sempatkan membeli beberapa untuk kenang – kenangan, karena pewarna antik tersebut hanya ada di Zaanse Schans!

Jpeg
Toko Souvenir De Kat

Cocoa Lab

Ini adalah salah satu tempat yang tidak akan saya lewati sebagai pecinta cokelat! Pertama, banyak cokelat yang menarik untuk dicicip dan dibeli. Tapi di sini juga kita bisa membuat minuman cokelat sendiri hanya dengan 2 Euro saja. Pokoknya untuk para pecinta cokelat, jangan lupa untuk mengunjungi Cocoa Lab.. dan jangan khilaf!

 

Jpeg
Meracik Chocolate Drink sendiri di Cocoa Lab
Jpeg
Cokelat – cokelat.. *ngiler
Jpeg
Cokelat di Cocoa Lab

Zaanse Schans Card

Bila punya waktu yang cukup panjang untuk bereskplorasi di kawasan Zaanse Schans, tidak ada salahnya membeli Zaanse Schans Card. Harganya 11.5 EURO untuk dewasa dan 7 EURO untuk umur 4 – 17 tahun. Kartu ini bisa digunakan saat mengunjungi musium tanpa  harus membayar lagi, seperti Zaans Museum/ Verkade Pavilion (normalnya biaya masuknya sebesar 10 Euro), the Coopery (2 Euro) dan biaya masuk ke kincir angin sebesar 4 euro (hanya memilih satu dari tiga kincir angin tersebut).

Zaanse Schans PLUS Card juga tersedia sebesar 18 Euro, tambahannya adalah kunjungan ke Museum of the Dutch Clock gratis (harga normal adalah 10 Euro).

Kartu tersebut dapat dibeli di bagian Pusat Informasi Zaans Museum dan Museum Zaanse Tijd (Museum of the Dutch Clock) yang berlokasi di area Zaanse Schans.

Yuk ke sini!!!

Anila Tavisha,

Otaknya tersumbat ingus malam ini

6 Comments Add yours

  1. Kereeen.. jadi referensi nih buat liburan berikut ke Belanda 😀 ngomong ngomong, si Primark itu surga belanja murah meriah dengan kualitas yang lumayan bagus. hohoho

  2. Yanti Lidia says:

    selama di Zaandam nginep di mana ya mbak? atau bisa di kunjungi semua dalam satu hari?

    1. Belanda itu kecil Mbak. Hehe.. karena aku tinggal di Amersfoort jadi aku cuma PP aja setengah hari selesai 😀

  3. suryabeiti says:

    Kewreen,,,,
    Keep share,,,

  4. suryabeiti says:

    Kewreen,,,
    Keep share,,,inspiring,,,

    1. Terima kasih sudah berkunjung Mbak 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s