Zwolle,Tempatnya Blauwvingers yang Menyenangkan

Disclaimer: Ini bukan catatan seorang turis, yang senengnya foto – foto diri di tiap sudut bangunan dan lapangan lalu posting ke media sosial, bukan juga orang yang ikut wisata tur yang datengin ke tempat – tempat yang jadi must – visit – place – when – you – are – in. Ini kebanyakan catatan seorang sepesialis a.k.a ekspret yang ditempatkan di negeri kincir angin sesuai kebiasaan sehari – harinya kala di sini. Proost!!!!

Jpeg
Di Centrum Zwolle

Mahdi, rider blablacar beserta kakaknya memutuskan untuk berhenti di kota Zwolle kala itu, sebelum melanjutkan perjalanan caravan tripnya ke Finlandia. Sudah kedua kalinya saya mengunjungi Zwolle (dan menjadi ketiga setelah tulisan ini berikutnya) dan excitement saya selalu sama. “Waktu di GPS, aku melihat bentuk yang unik dari kota Zwolle – seperti fortress dan itu terlihat di GPS, ini yang membuat kita memutuskan untuk datang ke Zwolle dulu,” kata Mahdi saat itu.

Pas banget! Setelah perjalanan dari Luxembourg, saya memang menggunakan mobil Mahdi sebagai rekan di blablacar dan saat itu kita hanya bertiga, Mahdi, kakaknya dan saya.Rute yang Mahdi buka adalah Maastricht – Zwolle lalu dia akan melanjutkan petualangan serunya dengan berkemah di Kopenhagen sebelum lanjut ke Finlandia. Awalnya saya berhenti di Maastricht karena saya hanya membayar sampai Maastricht, tapi ternyata kedua kakak – beradik itu sangat baik karena memberikan saya tumpangan Cuma – Cuma ke Zwolle tanpa harus membayar tambahan (rezeki anak solehah).

Saya tidak tahu fortress mana yang dimaksud oleh Mahdi, maka saya pun membuka Google Maps dan mencari Zwolle lalu saya temukan ini …

Google Maps Zwolle

Oke, ternyata jika dilihat dari Google Maps, Stadgracht atau paritnya memang mengeliling kota tersebut seperti fortress. Tetapi sebenarnya adalah parit kecil yang di tengahnya adalah tempat di mana Centrum dan berbagai tempat makan asik di sini. Selain itu ada juga beberapa museum dan benteng yang menjadi daya tarik kota menyenangkan ini. Tapi saya juga ngga mengunjungi tempat itu. Kali pertama saya ke Zwolle adalah untuk mengabadikan suasana Centrum dan Long John towernya. Lalu saya jatuh cinta sama Simon & Levelt Zwolle karena mereka mempunyai banyak pilihan teh dan kopi, tapi tidak pelit ilmu. Saya pun berhasil mendapatkan segenggam White Tea gratis karena borongan teh saya kala itu walau kata Ibu saya White Tea tetap terasa seperti teh melati XD

Lalu apa yang saya lakukan kala itu di Zwolle? Pada kunjungan pertama..

Ada apa di Zwolle

Zwolle Central Station dan perjalanan menuju Centrum

Jpeg
Zwolle Central Station

Hampir semua Centrum di kota Belanda dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki dari stasiunnya. Suasana jalanan menuju Centrum Zwolle sangat menyenangkan, karena pepohonannya rindang dan tidak begitu ramai kotanya). Perjalanan menuju Centrum Zwolle sekitar 15 menit berjalan kaki, sampai melewati jembatan dan jalanan yang berubah menjadi konblok dengan bangunan rapat di antara bangunan lain, welcome to Centrum.

Centrum dan Long John

Jpeg
Centrum dari Kejauhan

Saya ngga akan bosan memberikan informasi bahwa setiap kota di Belanda selalu mempunyai Centrumnya, Groetemarktnya dan Bangunan Gereja tuanya itu sendiri. Zwolle juga. Tapi yang membuatnya unik adalah, bel di bangunan gereja Zwolle sangat aktif.. mendendangkan lagu 😐

Iya, benar. Waktu ke sana, saya merekam detik – detik bel tersebut mendendangkan lagu “Can’t Buy Me Love”-nya The Beatles. Haha.

Saya berkeliling melihat kafe – kafe di Centrum Zwolle, lalu menyempatkan diri menuju boekverkoper “…..namanya apa ya?”  kalau nggak salah Waanders in de Broeren, juga tepat di depan Simon & Levelt terdapat boekverkoper.

Simon & Levelt

Jpeg
Tea tinnya lucu lucu ya XD

Ini adalah tempat fave saya saat ke Zwolle!! Lebih tepatnya sudah tiga kali saya ke sini. Dari Cuma beli teh untuk diri sendiri, beli teh titipan sampai beli teh untuk oleh – oleh yang saya tailor made dibuat per 10 gram. Di sini saya dapat ilmu banyak mengenai teh, dan saya mampu sedikit demi sedikit move on dari teh instan setelah dijelaskan bagaimana proses teh dan kopi instan kehilangan kebaikannya saat menjadi kemasan.

Selain itu dijual juga berbagai peralatan teh – mengeteh (ini bahasa apa), peralatan kopi – mengopi, cokelat dan cemilan – cemilan yang menemani teh.

Lihat tea tinnya. Lucu banget ya?

Selain di Zwolle, Simon & Levelt tersebar di banyak kota di Belanda dan juga Belgia. Tapi jujur aja, saya sudah sreg di sini, jadi menempuh sejam lebih dengan kereta menurut saya tidak masalah.

Bagels and Beans

Saya jatuh cinta terhadap kafe ini saat di Amersfoort. Akhirnya saya bisa menemukan tempat cozy selain Starbucks yang membuat saya berlama – lama di sini. Bagelnya berbagai macam jenisnya, dari normal, sesame sampai whole wheat, kopinya juga seru – seru pilihannya. Selain itu, saya senang dengan dekorasinya yang shabby. Sayang seribu sayang, semua kafe seru di Belanda selalu tutup nggak lebih dari jam 18, dan jam 17 saat Minggu 😦

Menu andalan (saya): Latte Macchiatto dan Wheat Tuna Bagel.

Jpeg
Tuna Bagel :3

Tipping is not necessary here.

Mr. T King

Jpeg
C**ais look alike 😐

Ini bubble drink pertama saya yang saya temukan di Belanda! Ternyata juga baru  buka sekitar satu bulan kala itu. Saat saya ngobrol sama ownernya, ternyata dia sampai survey  ke Taiwannya langsung dan juga Indonesia. Lucunya, orang Belanda lebih suka jenis bubbleseperti popping bubble, and they made every drink really sweeter than normal person 😐 Di poin yang satu ini, saya ngga terlalu bisa menikmati rasa manisnya.

Saya curiga logonya catut dari logo Cal**s, karena waktu itu saya bilang “logo kamu ingetin persis sama logo babel dring terkenal di Indonesia,” dan dia tahu merk babel itu. Yowislah…

Bengang – bengong di pinggir Stadsgracht

Jpeg
Jalan – jalan mengelilingi Standsgracht

Ini yang saya suka saat berkunjung ke Zwolle, duduk bengong – bengong di pinggir paritnya. Saat itu walau panas terik, tapi suhunya tetap 11o C, dengan jaket gunung saya menikmati matahari dan angin Belanda yang khas kencangnya itu. Ada boat bagi yang ingin menyewa sambil borrel bersama teman – teman, atau jalan – jalan cantik di sekitarnya, karena ada jalur pejalan kaki dan jalur sepeda. Sebelum kembali ke Central Station Zwolle, pasti saya menyempatkan diri menikmati kota ini. Menurut saya kota kecil ini begitu menyenangkan, pohonnya rindang melindungi pejalan kaki, pengendara sepeda dan kendaraan bermotor. Suasana di kota ini selalu menyenangkan walau sehabis hujan, seterik – teriknya matahari atau mendung.

Zwolle, nanti aku akan kembali ya..

Anila Tavisha

3 Comments Add yours

  1. Wow, unik ya peta kota ini 😀 saya sempat salah sangka, karena awalnya kebayang model parit di Indonesia. Tapi setelah lihat di gambar ternyata luar biasa keren.. kayak kanal gitu ya.

    1. Di kita udah dianggepnya apa ya? Kali xD Tapi kalinya bersih. iya bener, kayak kanal, dan emang ada canal tour boat untuk mengelilingi kota imut tersebut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s