Gagal Menghampiri Vera di Groningen

Disclaimer: Ini bukan catatan seorang turis, yang senengnya foto – foto diri di tiap sudut bangunan dan lapangan lalu posting ke media sosial, bukan juga orang yang ikut wisata tur yang datengin ke tempat – tempat yang jadi must – visit – place – when – you – are – in. Ini kebanyakan catatan seorang sepesialis a.k.a ekspret yang ditempatkan di negeri kincir angin sesuai kebiasaan sehari – harinya kala di sini. Proost!!!!

Saya di BELANDAAAAA!!!!

Jpeg
Vera, di mana kamu?

Sewaktu kaki saya menjejak ke kota ini, sebenarnya bukan Vera yang saya cari. Saat itu saya belum kenalan sama Vera, bahkan belum tahu kalau Vera ada dan tinggal di sana.

Tapi Vera di sini bukan siapa, tetapi sesuatu, hehe..

Vera adalah pusat dari Kultur5 Pop di Groningen. Konon katanya, dari U2, The White Stripes sampai Nirvana pernah menyambangi Vera.

Kalau mau tahu lebih banyak tentang si Vera silakan klik link tadi. Sayangnya saya ngga sempat ke sana lagi untuk menyambangi Vera, padahal udah lihat jadwal –gigsnya, bukan karena apa –apa..

Tapi karena JAUH BANGET 😦

Oke, sekarang saya mau bercerita ke mana saja waktu lagi main di Groningen.

***

Tujuan utama saya masih sama saat itu, mengabadikan suasana centrum di kota tersebut dan sekitarnya. Saat itu saya berhasil ke sana dari pagi hari (jam 12 masih pagi kan ya kalau weekend? Hehe). Groningen ini menurut saya keterlaluan jauhnya – nggak lebih jauh dari Maastricht tapi bukan tempat yang asik buat ke sini after office hour.

Beruntungnya saya, saat ke sini, lagi ada taman hiburan dadakan alias carousel. Ini sudah ketiga kalinya saya menikmati carousel di Belanda, Amsterdam pas King’s Day, Maastricht dan akhirnya di Groningen.

Groningen Central Station

Sedikit kaget juga sama stasiun Groningen ini – karena tidak terlalu besar seperti yang saya kira, terus juga dari peron saya turun itu langsung ke arah keluar menuju Centrum dan.. harus tengok kanan – kiri soalnya ada kendaraan yang lewat sana – saya lupa waktu itu bus atau trem yang lewat sana.

Jpeg
Groningen CS dari kejauhan

Museum of Groningen

Jpeg
Museum  of Groningen

Beberapa kolega saya di Belanda mengatakan bahwa bangunan museum ini aneh – saat saya berpendapat yang berbeda, saya menganggap bangunan tersebut unik dan (seharusnya) penuh seni namun karena saya tidak mengerti jadi saya Cuma bilang unik aja.

Karena saya bukan orang yang nyeni  sama sekali, saya hanya mengunjungi Souvenir Shop dari museum tersebut, karena.. hehe.. gratis. Museumnya sendiri banyak dan saya merasa useless kalau membayar untuk sesuatu yang tidak saya mengerti sama sekali, jadi saya ke dalam toko oleh – olehnya aja.

Jpeg
Pinkish or Reddish?
Jpeg
Penyusunannya berdasarkan warna. Ini orange
Jpeg
Blue

Pas masuk.. waa… Indah banget dalamnya. Oke, ini karena saya pecinta kartupos dan isinya banyak sekali kartupos yang unik – unik. Lalu saat melihat penyusunan barang – barang souvenirnya, mereka membagi berdasarkan warna – apapun benda yang dijualnya, sehingga kalau dari depan akan terlihat gradasi warna yang indah.

Jpeg
Waaa kartu pisnya~~~~

Saya akui, saya lapar mata di sini – terutama di bagian kartu posnya, beruntunglah buku – buku ini cukup mahal jadi saya  ngga mikir dua kali untuk.. tidak membelinya XD

Centrum Groningen and Its Carousel

Jpeg
Dari stasiun ke Centrum bisa dengan jalan kaki sekitar 15 menit saja

Terdapat banyak bangunan gereja di sana, dari Martini Tower sampai the Aa Church, nah.. saya ngga tahu bangunan apa ini yang saya foto – saya pikir ini towernya Groningen xD

Jpeg
The Aa Church

Nah ini baru The Aa Church, maaf yang miring – miring ngga penting fotonya :p

Lalu saya lama menikmati carousel di sini, dan mencoba simulator 4D yang menurut saya murah (Cuma 2 atau 4 euro ya sekali main).

Jpeg

Finally I am not really into candy and nougats (but YES for chocolate), jadi semua stall yang menjual panganan seperti itu tidak menarik perhatian saya.

Saya lebih banyak jalan – jalan ke sekitar kota Groningen.

Yang seru adalah saya menemukan sinagog satu – satunya di Belanda. Sinagog di sini masih aktif – sampai menurut saya kayak toko, karena ada bendera merah dengan tulisan “OPEN”

Jpeg
Sinagog in Groningen

TOET Koffie en Thee

Jpeg
Disambut di “rumah”

Hampir tidak pernah absen menyambangi kedai kopi di kota – kota di Belanda, TOET salah satunya. Suasana homey yang menuntun saya masuk ke sini dibandingkan ke coffee shop lainnya. Saat masuk ke dalamnya, saya seakan – akan sedang bertamu ke rumah seseorang. Ruangannya compact, tapi malah menimbulkan kesan pribadi saat masuk ke dalamnya – pengunjung ‘dipaksa’ untuk satu meja dengan pengunjung lain, yang lagi – membuat semua orang di sana menyatu.

Jpeg
with Carrot Crumbs :9

Ah.. nyaman banget di sana, saat kembali ke Groningen nanti, tempat ini yang akan saya tuju pertama kali.

Oh ya, dari segi harga, benar – benar lebih murah dibandingkan franchise coffee shop  atau kedai kopi lain di Belanda.. apa karena di sini juga kawasan mahasiswa ya jadi semuanya lebih terjangkau?

Tidak banyak tempat yang saya kunjungi di sini, karena saat itu saya langsung menuju Zwolle.

Kali lain, saya mau mengunjungi University of Groningen ah~~~

Eh btw, ini foto dokumentasi saya semua, kalau lihat ada foto ini di website lain, dimohon ya memberitahukan ke saya – bukannya gimana, artinya foto tersebut tanpa seizin saya 😀

Salam Malam Senin,

Anila Tavisha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s