Catatan Kecil Tokyo Camii di Yoyogi – Uehara

Michael & Arima, Minggu tanggal 15 Mei 2016 kami datang di saat yang tepat. Pernikahan antara warga kebangsaan Amerika dan Jepang tengah dihelat secara sederhana. Kami sudah cukup terlambat saat itu, tetapi masih bisa melihat pengantinnya yang sedang sibuk mengabadikan momen membahagiakan tersebut.

DCIM100GOPROGOPR4512.
Michael and Arima’s wedding, we came at the right time 😉

 

Bila mengunjungi Jepang, jangan hanya terpaku dengan hingar – bingarnya Tokyo, tenangnya Hakone Fuji atau sibuknya Shibuya. Sempatkanlah waktu ke Yoyogi – Uehara untuk mengunjung mesjid terbesar di Jepang. Jaraknya hanya sekitar 15 menit berjalan kaki, Tokyo Camii merupakan masjid yang terbuka bagi umum – menandakan tingkat toleransi yang besar antar umat beragama.

Soviet Rusia memimpin pada tahun 1917, sehingga beberapa komunitas Turki bermigrasi ke segala bagian dunia. Pada tahun 1938, komunitas Turki yang bernama “Mahalle-i İslamiye” (artinya Islamic District) dipimpin oleh Abdulhay Kurban Ali dan Abdurreşid İbrahim  yang beremigrasi dari Kazan (Rusia) membangun Tokyo Camii. Komunitas dan pemerintah Jepang juga memberikan dukungan terhadap komunitas baik secara ekonomi maupun sosial.

Sempat dihancurkan pada tahun 1986, Tokyo Camii akhirnya dibangun kembali pada tahun 1998 dan selesai pada tahun 2000.

DCIM100GOPROGOPR4515.
Tokyo Camii from across the street

 

Saat memasuki bangunan ini di lantai bawah, maka terdapat hall besar yang terdiri dari perpustakaan besar yang bisa diakses siapa saja. Banyaknya souvenir dari Turki yang dijual di sini, jangan lupa untuk mencoba Teh Turki yang kaya rempah rempah dan dapat diambil secara gratis di area lobby. Merupakan masjid yang sangat terbuka bagi siapapun, terlihat dari banyaknya warga Jepang yang juga berkunjung ke masjid ini.

Tidak hanya untuk tempat beribadah, masjid ini juga digunakan sebagai perhelatan pernikahan, pameran, bahkan undangan buka puasa bersama selama Ramadhan.

Tokyo Camii merupakan simbol toleransi antar umat beragama yang berada di Jepang. Bila ada waktu lebih, jangan lupa berkunjung ke sini.

 

 

 

 

How to get there:

Dari Stasion Tokyo, bisa menggunakan kereta Chuo Line ke arah Toyoda dan berhenti di Stasiun Shinjuku, lalu dilanjutkan dengan Odakyu Line ke Sobudai – Mae dan berhenti di Stasiun Yoyogi – Uehara. Perjalanan menuju masjid dengan mudahnya berjalan kaki kurang lebih 15 menit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s