There is no girl named Ajeng in OstiC House Jogjakarta! part 2

Disclaimer           : This post is genuinely written based on my review after staying there. No sponsored or buzzing here.

Hey, baca dulu bagian pertama di sini

IMG_20170602_042100_HHT-01

 

Sahur

Hanya ada dua piring tersaji pagi itu, artinya ada satu lagi yang puasa. Tetapi ternyata orang kedua tidak mampu dibangunkan, sehingga aku harus sahur sendiri. Nasi goreng dan melon sebagai pencuci mulut, nasi gorengnya enak. Tambah lagi poin plus buat Ajeng! Eh, OstiC house.

Sunrise attack dengan perut kenyaaang (karena traveling sendiri, aku menggunakan Ojek Wisata Jogja).Cerita ngapain aja di Jogja menyusul ya.

Sebelum sunrise attack

“Mbak, aku mau extend sehari bisa?” Tanyaku sebelum pergi. Bukan gimana, aku membayangkan tidurku yang sangat kurang itu, terus selama 8 jam aku akan berada di jalan untuk menelusuri Jogjakarta. Terus tidurnya kapan? Pastinya saat siang hari. Aku butuh tidur, aku butuh menginap lagi.

“Tapi, sudah penuh Kak..” Melasnya.

“Yah,.. gitu, ya?” *cry..*

Wajar sih penuh, aku menginap di Jumat dan besoknya Sabtu (masa’ sih?).

“Ada kamar kosong kalau kakak  mau tapi……… kakak mau?”

“Mau lah, haa haa haa” *yang penting bisa tidur*

Chamber of Secrets

Jadi, apakah titik – titik tersebut? Itu adalah tawaran bisa menjadi pilihan para traveler  yang mau menginap di OstiC tapi bed di dormnya sudah habis. Tawaran itu akan diberi tahu bila dalam keadaan kepepet seperti aku. Harga? Lebih murah. Fasilitas yang didapat? Sama saja. Bedanya apa?

Ada deh.. kamu akan tahu nanti kalau terjebak dalam posisiku. Tapi, aku ngga masalah sama sekali sungguh. Yang penting.. masih bisa tidur!

Fasilitas

Duh, duh, duh! Pokoknya kamu akan betah di OstiC ini. Aku merasa betah banget sampai aku nggak mau pulang, mau tinggal di sini terus, anggap ini rumah sendiri sehingga tidak perlu bayar (mangkak).

Social roomnya luas banget! Satu lantai sendiri. Aku paling senang dengan hostel yang memberikan tempat leluasa bagi para tamunya untuk bercengkrama dengan traveler lain, maupun baca – baca atau bermalas – malasan di sofa depannya. Ada juga buku – buku yang bisa kamu baca. Tidak hanya buku saja, tetapi terdapat banyak papan informasi mengenai wisata Jogjakarta – sehingga memudahkan para traveler untuk memilih preferensi wisatanya. Coolness!

Nah ingat ya sekali lagi, ini HOSTEL bukan HOTEL, jadi plisss punya tanggung jawab sendiri terhadap semua yang kamu makan, minum, cemil, kunyah, tenggak. Gelas yang kamu pakai buat minum, cuci sendiri! Piring yang kamu pakai buat makan – makan, cuci sendiri!

IMG_20170602_042209-01

Cuci sendiri beibh.. piring dan gelasmu… ini bukan HOTEL, jangan manjyaaah

Ini bukan HOTEL, bayar murah tapi masih mental manjyahhh. Hiiiih.. *hasil emosi liat ada gelas di wastafel tidak dicuci

Tidur

Serupa kalong, aku baru pulang jam 12 siang dan memutuskan untuk tidur sambil menunggu waktu berbuka. Tidak adil karena hanya menyentuh bed ku di hari pertama hanya selama 2 jam, maka aku memutuskan untuk ‘menggerayangi´bed di hari kedua di Chamber of Secrets.

Aku bertemu Mas Putra dan Mbak.. aaak maaf Mbak siapa, yang pagi – pagi pakai bando bunga terus menyambutku dengan, “Kak Farah, ya?”

“Ini pasti Mbak Ajeng.”

“BUKAN KAAAAAK!!”

Untung ngga ditabok ya Tuhan, terima kasih.

Aku tidak tahu apa yang terjadi selama siang itu, mungkin tamu – tamu sudah pada traveling, atau bisa jadi berkumpul di social room tapi tidurku terlalu nyenyak selama 3 jam sehingga aku tidak tahu apa yang terjadi selama itu.

Sahur hari Kedua

IMG_20170602_042111_HHT-01

Sesorean dan malam aku banyak menghabiskan waktu di luar. Aku berbuka puasa di rumah saudaraku sambil kongkow tsantik di Gelato TEMPO yang di Jakal, bukan di Prawirotaman. Sebagai kalo yang istiqomah aku baru sampai hostel jam 2 dan aku bertemu dengan Mas Erik – yang saat itu sedang shift sampai pagi. Tidak ada Ajeng lagi hari ini…

Saat aku sampai hostel, lampu sudah dimatikan dan sudah sepi banget. Kata Mas Erik, aku orang terakhir yang sampai di hostel, sehingga gerbang hostel sudah dapat dikunci. Aduh, masa’ yang bule aja udah pulang aku masih ngelayap aja. Omagad…

Aku memutuskan untuk merapelkan makan malam dan sahurku, jadi Mas Eric adalah teman ngobrolku. Sampai aku baru mau isyaan, Mas Eric bantuin cari sajadahnya. Uwuwuuw banget…

Jam 2 aku tidur, karena jam 7 harus bangun buat mengejar kereta ke Bandung jam 8 pagi.

Check Out Time 😦

“Pagi, Kak Farah,” sapa staf perempuan lagi – aku lupa namanya siapa. Kali ini dipasangkan dengan Mas Eric. Ah jangan bersemu merah, Farah. Kamu dikenal karena kelakuan kamu kayaknya, bukan karena apa – apa, wkwkwk.

Saatnya check out, sedih banget aku terlalu sebentar menginap di sini. Tapi serupa rumah, aku akan kembali lagi ke sini. Seriusan. Huhu.. see ya, OstiC House 😦

 IMG_20170603_074135-01

Wefie sama Mas Erik yang nemenin sahur

Informasi Tambahan:

IMG_20170603_072746-01

OstiC House yang kedua akan buka juga (atau sudah buka ya, karena estimasi adalah Juni tahun ini) di daerah Prawirotaman. Untuk OstiC House yang kedua, akan dilengkapi dengan kolam renang loh. Uwoooowwwww….

Oke, akan aku simpulan kesanku menginap di OstiC House.

  1. Staffnya ramah banget!! Hospitality level mereka nggak pilih – pilih untuk traveler luar maupun lokal kayak aku gini. No wonder, mostly guest gave them 10 perfectly perfect from their Friendliness!!!
  2. Affordable price. Untuk kenyamanan sekelas hostel ini, untuk mixed dorm 4 beds masih termasuk murah untukku (sekitar 7 USD/ hari).
  3. Teh, kopi dan air mineral gratis tis tis. Ingat, CUCI gelas yang barusan kamu pakai, ya!
  4. Beyond expectation. Kamu mendapatkan kamar mandi (sharing) dengan air hangat, bed yang nyaman, AC dingin, lokasi yang tidak bising.
  5. Di Booking, hostel ini sampai masuk ke Overall Excellent Ranking. Jadi, jangan kamu ragukan lagi kualitasnya walau hanya sebatas hostel.
  6. Aku kurang tahu bagaimana mencapai tempat ini dengan kendaraan umum, tapi dengan taksi atau ojek daring mudah dicapai – dan mereka juga menyediakan Airport Transfer maupun Train Station Transfer. Kamu bisa tanya langsung ke staf mengenai fasilitas ini.
  7. Banyak kegiatan!! Lazy Night, Movie Night, apapun itu. Hostel ini selalu punya agenda yang seru untuk pengalamanmu menginap di sana. Kepoin deh stafnya, jangan cari yang namanya Ajeng!
  8. Super duper homeyyyyyy…. Nggak boleh pakai sepatu/sandal di dalam hostel ini, kayak di rumah sendiri kan.
  9. Tapi, termasuk strategis untuk mencapai tempat seperti Prawirotaman, restoran Bu Ageng yang mahsyur itu, Taman Sari Yogyakarta, Keraton Kesultanan dan sekitarnya.

 

 

Lokasi:

OstiC House

Suryodiningratan No. 10 B, Mantrijeron, 44131 Yogyakarta, Indonesia

Informasi lagi The Attic di Bandung juga  merupakan rekanan OstiC House loh..

 

 

 

Salam,

 

 

Anila di Tengah Malam

 

 

Eits jangan lupa kepo Instagram di @anilatavisha

Subsribe ke Youtube buat update vlog di Farah Soraya

dan ikuti blog ini. Ciaobela!

 

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s