Alasan Lampu Pesawat Dimatikan Saat Lepas Landas dan Mendarat

Jpeg

Helsinki – Prague

 

Banyak orang pasti sudah sangat akrab dengan pesawat terbang. Siapa yang tidak tahu moda angkutan udara yang satu ini? Walaupun mungkin belum pernah naik, tetapi paling tidak mengetahui tentang bentuknya. Tapi untuk mereka yang sudah sering naik pesawat, ada beberapa hal yang mungkin luput dari pengamatan karena dianggap sebagai hal yang umum terjadi. Terutama mengenai beberapa benda dan fasilitas di pesawat termasuk lampu petunjuk dalam pesawat.

Bagi mereka yang penasaran, pasti pernah terlintas pertanyaan tentang alasan lampu pesawat dimatikan saat lepas landas dan mendarat. Hal tersebut bukan hanya karena prosedur biasa, tetapi ada alasan di balik semua itu yaitu menjadi salah satu aturan dalam sistem keselamatan pesawat.

 

Waktu Untuk Adaptasi Dalam Gelap

Seperti yang dilansir dari pernyataan Patrick Smith, alasan awak pesawat meredupkan lampu kabin adalah agar mata penumpang bisa menyesuaikan dengan keadaan gelap di dalam kabin. Waktu untuk beradaptasi ini bisa berguna agar mata penumpang bisa mudah melihat keadaan di luar pesawat.

Penulis buku Cockpit Confidential sekaligus seorang pilot pesawat ini juga mengatakan bahwa keadaan gelap bisa membuat penumpang lebih jelas melihat lampu petunjuk dalam pesawat serta simbol darurat lain yang ada di dalam pesawat. Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka penumpang sudah paham di mana letak benda yang harus dicari dan apa yang harus dilakukan dalam keadaan gelap.

 

Antisipasi Hal Yang Tidak Diinginkan

Tentunya tidak ada orang yang menginginkan terjadi sesuatu di dalam perjalanannya, terutama ketika sedang berada jauh di ketinggian. Namun, terkadang ada hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa terjadi. Termasuk ketika terjadi cuaca buruk. Maka dari itu, lampu kabin dimatikan agar penumpang bisa terlatih melihat dalam gelap. Selain itu, penumpang juga akan bisa melihat lebih jelas penanda-penanda di dalam kabin. Mata membutuhkan waktu lebih kurang 10 menit agar bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang kurang cahaya.

Waktu 10 menit merupakan waktu yang cukup lama, maka dari itu harus diadaptasi lebih awal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang terjadi seketika ketika selepas lepas landas atau mendarat.

Ketika terjadi goncangan, kerusakan mesin dan lain sebagainya, maka yang akan dilakukan awak kabin adalah memberitahukan prosedur evakuasi atau prosedur keselamatan lainnya.

Jika terjadi sesuatu di dalam penerbangan, hal yang harus diperhatikan pertama kali adalah jangan panik, sebab kepanikan hanya akan membuat pikiran tidak bisa berpikir dengan jernih. Lagipula semua awak kabin sudah terlatih untuk berbagai keadaan. Ikuti saja instruksi para awak kabin dan semuanya pasti akan terkendali. Banyak orang yang terkadang kelewat panik padahal hanya terjadi goncangan keras karena turbulensi.

Selain itu, selama lampu kabin mati, coba amati sekeliling dan pahami kondisi di dalam kabin. Perhatikan juga lampu petunjuk dalam pesawat, sebab lampu itu yang akan membantu penumpang menemukan pintu darurat maupun benda lain yang dibutuhkan. Jadi jangan terlalu cuek dengan keadaan sekitar ketika sedang dalam perjalanan. Ada banyak prosedur semacam ini yang seringkali dilakukan di dalam pesawat namun sering tidak diperhatikan. Padahal banyak hal unik yang sering tidak kita tahu di balik semua itu. Cobalah untuk menemukan hal-hal baru di dalam pesawat selama perjalanan. Siapa tahu banyak ide menarik yang bisa didapatkan dari penemuan Anda tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s