Ketika Pintu Terbuka Banyak dan Kamu Memilih. Tapi, Semuanya Baik Bagimu

20171208_125011-2.jpg
Pintu yang Baru, Warnanya Biru

 

Keputusanku Oktober lalu bukan hanya membuat terkejut banyak kolega, atau keluargaku. Bahkan, sampai tulisan ini diturunkan, aku masih berpikir keras mengapa aku mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaanku.

 

Pekerjaanku, sangat menggiurkan bagi beberapa orang. Sektor engineering consultant di perusahaan multilevel nasional. Kesempatan untuk berkembang begitu banyak, baik dari sekadar terlibat di proyek besar negeri sendiri – atau sampai dikirim ke headquarter di Belanda.

 

Aku sudah mengalami semuanya. Aku juga perlu berterima kasih terhadap perusahaan ini, karena mengirimkan aku ke Belanda – sehingga sampai tulisan ini terbit, aku sudah mengunjungi lebih dari 20 negara.

 

Gaji yang lumayan, tunjangan yang berada di posisiku saat itu, bahkan cap pegawai permanen yang memang sangat diharapkan oleh kolega satu tim di departemenku, bebas berobat di rumah sakit internasional yang obatnya bisa jutaan sekali kontrol. Ah, tidak ada cela di posisiku saat ini.

 

Sampai aku memutuskan untuk berhenti, karena cukup.

 

Bukan karena kecewa – apalagi karena ada perusahaan yang sudah mengincar. Oke, ada dong. Haha. Tapi ternyata bukan itu. Aku merasa sudah cukup.

 

Aku akhirnya berhasil menyelesaikan studi S1ku sambil berkerja, aku sudah menyelesaikan KPI (Key Performance Index) yang ditetapkan oleh team leaderku tanpa cela. Tapi, aku malah selesai.

 

Di depanku, masih ada hal yang ingin aku lakukan dan semuanya sudah terencanakan dari jauh hari. Distraksi terbesar lalu – lalang dan sempat membuatku mengulur waktu kelulusanku. Kalau diingat, menyesal setengah mati. Apalagi jenis distraksinya hanya game yang membuat kecanduan. Tapi aku sudah melihatnya sebagai pelajaran. Sekarang kembali lagi ke tempat itu aku merasa gentar. Berapa lama lagi waktu yang nanti aku tidak digunakan dan hanya sekadar dibuang. Aku sudah takut membuang waktu, karena waktu tidak bisa ditunggu – waktu tetap berjalan – tapi kamu mampu melakukan dua hal, melakukan sesuatu secara berguna atau membuangnya sia – sia.

 

Aku sudah keluar dari pekerjaan ini. Cap pengangguran akhirnya berada di diriku.

 

Tapi ternyata, Sang Penggelontor Rezeki tidak tidur.

Aku sudah berada di Bandung sekarang. Semesta punya caranya untuk membuatku tidak membuang waktu.

Karena, satu hari setelah aku berhenti dari pekerjaanku. Aku menganggap aku bisa bebas beristirahat dan bangun sesiang – siangnya dan bercumbu dengan kasur dengan bebas tanpa ada kewajiban apapun yang mengusikku.

Nyatanya apa?

 

Satu hari setelah aku tidak keluar sama sekali dari kamas kosanku dan hanya mampir ke kedai kopi terdekat di kosanku selama beberapa jam saja, esoknya ku sakit. Sakit parah. Sampai hampir lebih dari 2 minggu. Sedangkan ada banyak hal yang ingin lakukan setelah itu. Kacau. Aku jadi tahu bahwa tubuhku tidak diciptakan untuk berleha – leha. Harus tetap berkerja dan bergerak. Jangan diam saja.

 

***

Jadi, di sinilah aku.

 

Saat ini, aku menyebut diriku seorang pelajar.

Aku belajar sesuatu yang berguna untuk diriku nanti dan bagi orang lain nantinya. Aku tidak perlu dibayar. Aku merasa akulah yang harus membayar dengan pengalaman yang besar ini.

 

Aku akan menjelaskan di postingan berikutnya. Suasana di Bandung begitu sendu dan teduh – memunculkan inspirasi aksara begitu derasnya sampai aku ingin selalu mengetik. Hehe.. lebai, semoga nggak musiman.

 

Sebelum berkerja, aku kembali lagi ke Bukit Moko karena adikku ingin sekali ke sana. Lalu aku kembali ke Kiwari Farmers untuk menikmati obrol – obrol tanpa wifi di tempat itu. Sempurna sekali.

 

***

Menjadi seperti aku saat ini bisa jadi terlihat menyenangkan atau membosankan. Ada yang bertahan di kubikel kerjanya memang karena menikmati. Itu hakmu. Aku tidak akan capek – capek menyuruhmu keluar dari pekerjaan dan menggalakkan enaknya berkerja di mana saja.

 

 

Salam manis manja,

Anila Tavisha di proyek baruku di tanggal 14 Desember 2017

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s