Day 2: Berburu Pipa PVC Bekas, Sampai Cocokkan Warna Sprei di Pasar Tradisional

#PerksofBeingUnemployed

20171214_144753-01

Gloomy Thursday in Bandung. Yet my inspiration flows in terrific mode.

 

Bandung saat itu cukup mendung di pagi hari. Tapi aku tetap memulai dengan olahraga di Saraga pagi hari. Dua puluh satu derajat kala itu tapi tidak berangin. Ah, senangnya berkerja di era digital nomad seperti ini.

 

FIT THE FITTER TO BE THE FITTEST

 

Saraga pun tidak kenal hari, cukup ramai bagiku. Banyak orang yang berolahraga, dari sekadar jogging, jalan cepat atau.. selfie sesudah dua putaran Saraga (iya benar, ini ada).

Tidak seperti proyek sebelumku di Depok, di mana aku ditugaskan selama berbulan – bulan sehingga aku percaya diri untuk mendaftarkan diriku di fitness centre di sana, di Bandung aku pun ngga jelas sampai kapan di sini (maunya sih lama, Red). Jadi stadion atau tempat olahraga terbuka merupakan pilihanku. Walau jaraknya jauh, aku senang di Saraga karena terdapat bar untuk street workout dan… jumlahnya banyak, sehingga tidak perlu rebutan.

 

SURVEY PIPA PVC BEKAS?

Ingat postingan undanganku inap gratis di sini?

Dari hasil survey hari pertamaku, memang banyak sekali kekurangan. Apalagi jika aku membanding – bandingkan dengan dua puluhan hostel yang aku inapi di beberapa negara. Tapi, aku memposisikan diriku sebagai konsultan kembali. Di mana:

20171215_172146

Juragan PCV bekas

– Kalau kamu tidak bergabung di proyek dari awal, maka jangan memaksakan segala sesuatu hal akan menjadi (harus) ideal sesuai yang kamu inginkan.

– Tahu tugas konsultan? Oke kalau ngga tahu, begini tugasku. Klien mau sesuatu, ini kisaran biaya mereka, ini keinginan mereka. Material tidak terbeli dengan budget klien? Bukan memaksakan, cari alternatif. Konsultan bukan kontraktor yang tugasnya eksekusi, makanya problem solving is what they need.

Begitu banyak ide liar juga yang muncul, apalagi aku pernah menginap di banyak hostel (mostly di Eropa dibanding negeri sendiri), ada rasa gemes atau kecewa jika idealisme konsep hostel ideal aku tidak dapat dipenuhi di sini, tapi jangan egois.

 

Well, kira – kira seperti itu tugasku.

Salah satunya isu pipa PVC ini yang seru untuk dibaca (emang iya?).

Dari hasil surveyku sehari sebelumnya, aku menemukan banyak hal yang masih harus ditambahkan (hal yang cukup krusial lebih tepatnya). Nah, salah satunya adalah penyediaan rak sepatu. Ngga tahu kenapa, instead of cari rak sepatu biasa – aku memikirkan menggunakan barang bekas. Salah satu alternatifnya adalah rak sepatu dari pipa PVC. Dari situ, aku langsung infokan ke Aa dan aku langsung dapat tugas.

Cari tukang pipa bekas di Bandung, wkwkw. Oke.. Checked.

 b8e71723da53ff705748bc26df2184af--pvc-shoe-racks-diy-shoe-rack

Rak sepatu dari PVC, sumber gambar random dari Google

Pipa PVC bekas sudah dapat harganya, lalu aku menuju isu tetek – bengek kedua, yaitu pemilihan warna sprei. Aku benar – benar merasakan banyaknya hal printil tapi sifatnya sangat penting dalam membangun sebuah hunian sementara seperti hostel ini. OMG ini baru hostel, gimana kalau mainnya hotel?!!?

 

MIX AND MATCH WARNA SPREI

20171218_175117

Pemilihan warna sprei pun tidak bisa sembarangan. Kalau boleh memilih ya aku ingin sekali menggunakan warna – warna yang ceria sesuai warna catnya yang oranye nyala. Sampai akhirnya aku melihat beberapa hal lagi di kapsul tersebut:

– Warna catnya oranye gelap

– Lampu yang dipasang ada dua jenis, kuning dan putih terang

– Menghindari sprei warna putih karena mudah kotor, tapi tidak mau sprei warna gelap karena konsepnya ceria.

 

O Dear Lord, ternyata ribet.

Aku pun berkali – kali tanya ke Aa dari semua option yang aku siapkan. Tapi serupa klien, kata ‘terserah dan saya serahkan kepadamu’ bertubi – tubi diucapkan ke aku. Ya sudah mau gimana lagi. Sarjana Teknik Kimia yang akhirnya harus cocok – cocokkin warna sprei di kamar kapsul.

 

Update: Setelah tiga kali bolak – balik sampai bikin mock up pemasangan sprei, aku pun mantap di warna abu dan khaki. Seperti di bawah ini hasilnya.

20171218_180157

 

***

Pekerjaanku terlihat simpel dan A.S.H.I.Q.U.E, tapi sebenarnya sangat menantang. Karena, pertama aku tahu bahwa ini adalah proyek tight budget mengalahkan tight yang baru beli. Jadi, instead of merekomendasikan membeli material baru, alangkah baiknya mencari brainstorm menggunakan material yang masih ada. Contohnya penggunaan pipa PVC bekas tersebut sebagai tempat penyimpanan sepatu.

 

Kamu ada ide lain yang bisa dibagikan? Terutama dengan menggunakan barang – barang lebihan yang bekas.

 

Again,

 

Menjadi seperti aku saat ini bisa jadi terlihat menyenangkan atau membosankan. Ada yang bertahan di kubikel kerjanya memang karena menikmati. Itu hakmu. Aku tidak akan capek – capek menyuruhmu keluar dari pekerjaan dan menggalakkan enaknya berkerja di mana saja.

 

 

 

Anila Tavisha,

Di keramaian Braga

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s