Ini Bukan Tentang Bandung Lagi, Yuk ke Pasar Modern di Tangerang

Aku ingat sekali saat aku terlalu banyak mengulas tempat di Bandung tapi sampai tak acuh dengan daerahku sendiri. Titik balikku saat aku mengulas Pasar Cihapit (cek di Instagram ya, pakai follow lebih sempurna lagi, hehe.. Please, aku kaum pansos!).

 

Kunjunganku ke pasar ini sebenarnya juga baru di tahun 2016. Awal – awal pasar ini berdiri, aku cukup enggan sih. Walau pasarnya cenderung bersih, kan tetep aja ya pasar? Mau ngapain juga?

Tapi sejak kepulangan Mama ke surga, aku jadi harus sering ke pasar. Sekadar beli bahan untuk memasak atau mencari lauk semata. Nyatanya, tetanggaku juga yang sebaya denganku sering diajak ke pasar oleh ayahnya, sahabatku juga sering ke pasar ini untuk jajan.

Ya sudah, aku kok ngga coba aja?

***

Sejak itu aku ketagihan ke pasar. Memang dibandingkan Pasar Babakan yang berada di belakang Tang City Mall, sayur – mayur atau daging yang dijual di sini relatif lebih mahal. Tapi Pasar Babakan masih pasar tradisional, sedangkan ini Pasar Modern, jelas dari level maintenancenya beda.

Tidak itu saja..

Selain pasar yang berada di tengah, beberapa lot juga menawarkan jajanan yang enak – enak dan bikin laper baper. Harganya juga termasuk affordable.

Jadi, aku sahkan postingan ini sebagai kampanye untuk #MariKePasar *ketukpalu *bukanketukpintu

***

Warung Bu Ken

Ini awalnya rekomendasi tetangga masa kecilku – Dinda. Katanya siomay di sini enak banget dan besar – besar ukurannya. Benar, harganya memang relatif mahal, 5000 IDR/ pc tapi enak. Bukan hanya siomay, tempat ini menawarkan sarapan nasi uduk, gado – gado yang bumbunya enak, jus – jus dan lauk – pauk. Gofood rame banget yang memesan di tempat ini. Bahkan Gojeknya sampai stand by di depan pasar modern ini karena mudahnya mendapatkan order ke warung Bu Ken. Ngga perlu cari Pasar Modern kalau mau Gofood makanan ini, cukup dengan mengetik Warung Bu Ken, langsung ada.

 

Lokasi lot: arah keluar Modernland, sebelah kanan, kelihatan kok soalnya bannernya hijau menyala.

 

Sarada

Nama tempat ini ada artinya sebenarnya, ‘Salad’ dalam bahasa Jepang. Haha. Jadi sebenarnya aku lebih menyarankan kalian untuk take away dibandingkan makan di sini, karena lotnya ngga nongkrong-able. Aku juga biasanya hanya order via Whatsapp lalu ambil deh. Sarada menawarkan salad (you don’t say), salad buah dan salad sayur. Salad sayur seharga 15.000 IDR dan salad buah 20.000 IDR, kadang kalau kokohnya mood, ada ukuran mini salad.

Beberapa produk juga suka dibuat tapi ya itu – ngga konsisten, contohnya adalah sandwich. Ada chicken sandwich 8000 IDR, corn sandwich 7000 IDR sama tuna sandwich 8000 IDR. Enak menurutku dengan harga segitu, sayang banget si kokohnya suka – suka bikinnya, jadi aku anggap ngga ada lah nih produk.

Nah ini produk baru yang mereka keluarkan, cold brew. Karena aku sering melihat kokohnya brew kopi sendiri di lotnya, sayangnya pas aku coba, aku kurang suka. Cold Brew hitam tapi manis itu aneh banget. Tapi, kalau penasaran silakan beli dengan harga 15.000 IDR.

 

Gorengan Kokoh – kokoh Enak

IMG_20180113_212015_476

Sungguh aku ngga tau nama tempatnya apa, ngga ada spanduk atau apapun. Di depannya langsung terpampan gorengan menggiurkan dengan kuali yang besar tempat kokohnya memasak sajiannya. Ada 2 meja tersedia, karena selain gorengan tempat ini menyajikan roti bakar, nasi Bali (ini enak banget!!).

Paling enak sih gorengannya, selesai. Aku ngga suka makan gorengan tapi lemah banget sama tempenya, 1500 aja tapi kraussss banget. Bakso gorengnya juga banyak yang suka walau harganya 5000 IDR. Tahu, pisang. Nasi Balinya cuma 7000 tapi isinya macam – macam. Kalau pesan teh poci, disediakan pot yang dari tanah liat sama gelas kecilnya dan gula batunya. Paripurna sekali tempat kecil ini.

Setiap Senin tempat ini tutup.

 

Lokasi: Satu sela dari Warung Bu Ken, ngga ada petunjuk apa – apa kecuali gorengan yang terpampang nyata depan lot. Bakso gorengnya cepet habis karena diambil oleh beberapa lot untuk dijual lagi.

 

Kopi Proko

Mumpung tempatnya di sebelah gorengan enak,maka langsung aku ulas di sini. Tempat ini belum lama buka, ngga jauh setelah Lebaran. Kopi yang disediakan adalah manual brew – dari V60, Mokapot sampai yang terbaru Aeropress. Selain itu ada kopi susu, Vietnam Drip, kopi Proko. Ada juga teh Twinnings untuk non – coffee drinker. Bukanya hanya sampai jam 14:00 saja.

IMG_20180113_212253_772

Tapi sejak sekitar satu bulan ini, jam 17:00 kopi Proko buka lagi sampai jam22:00 untuk menjual kopi dan juga telur gulung. Telur gulungnya yummmyyyyy dengan pilihan saus yang macem – macem.

Kopi yang aku suka malah kopi susunya, untuk manual brewnya aku merasa masih kurang.

 

Kopi Mas Broooo

Buka lebih dulu dari Kopi Proko dan lokasinya malah bersebrangan sama Kopi Proko, bedanya tempat ini lebih masuk ke dalam pasar modernnya, tapi terlihat jelas bahkan dari Kopi Proko. Kopinya mostly tubruk dan ada vietnam drip. Sajian makanannya banyak sekali – lebih ke cemilan. Tapi, aku lebih suka Vietnam Dripnya sih. Overall, makanannya juga seperti roti bakar gitu.  Buka sampai sekitar jam 16:00.

Nasi Liwet

Ini nasi yang ditengarai benar – benar miripnya dengan nasi liwet di Solo langsung, kata ayahku. Jadi, sukseslah tempat ini menjadi pilihan kedua kalau di rumah lagi ngga ada lauk atau males bikin nasi. Selain liwet, juga suka menyediakan nasi rames, ah ya, sotonya juga enak. Kadang juga melayani pemesanan partai besar – kalau overload banget, tempat ini akan tutup.

 

Mie Agus

20171224_105330

Ah ini sih mie yang paripurna! Mienya sudah ngga perlu pakai macem – macem lagi sudah tasty. Potongan ayamnya sudah semangkok sendiri. Kalau minta tulang dikasih bermangkok – mangkok (dan gratis).

Mie Agus jadi alasan utama aku bersama teman – temanku olahraga. Ya, maksudnya olahraga dulu terus Ngagus. Useless kan kalorinya? Lol. Harga 22.000/porsi atau 20.000/ setengah porsi. Mienya aja yang porsinya setengah, ayamnya tetap mewah semangkok. Ngga jauh dari Mie Agus ada saudaranya, beneran punya saudaranya, namanya Dua Saudara. Walau bersaudara, rasanya cukup berbeda.

IMG_20180113_212502_448

 

Kuliner Malamnya di Pasar Modern

Nah ini yang juara, karena akhirnya pasar modern ini tidak terlihat seram saat malam hari. Beberapa bulan lalu, hanya bagian depan pasar modern yang buka, misal Bola Seafood, Alfamaret, dkk. Tapi di bagian belakang sepi banget dan serem lah. Kalau dulu numpang parkir di sini suka ngeri sendiri karena terlalu gelap. Tapi beberapa bulan belakangan ini, pasar modern juga punya kuliner malam sendiri. Dari bubur, ayam geprek, bola – bola Ubi sampai Roti Bakar. Letaknya di samping, kalau pagi – sore masih dipakai sebagai parkiran.

20180112_200411

Ayam Geprek sambal Bawang yang hanya buka malam hari

 

Untuk foto – foto mohon maaf kalau belum semua, karena memang kalau udah ke pasar ya kebiasaan jajan. Tapi saranku, yuk sesekali ke sini, seru tempatnya, ngga masar banget maksudku.

 

 

 

 

Ciao,

 

Anila Tavisha

Udah ditulis lama tapi baru publish sekarang

13 Januari 2018

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s