Kopikina Tebet, a place where you can fall in love several times

Entah sudah berapa banyak rencana menulis dan berujung dengan wacana. Hingga akhirnya aku malu sendiri saat aku membuka lagi blogku – tulisan terakhir ternyata dipublikasikan  hampir 4 bulan lalu. Yassalaaam.. aku maluuuu… *** Kopikina Tebet, entah sudah lama aku mendengar tempat ini. Bahkan di salah satu website kuliner, tempat ini menunjukkan taringnya, oke, maksudnya rating tempat ini sangat…

Perempuan yang Tidak Pernah Bertanya Password Wifi

Mungkin aku harus ke tempat seperti ini , agar tulisan – tulisan ini tidak berujung wacana atau rencana saja. Jauh dari kata fancy, barista yang menggelengkan kepala saat ada yang bertanya ‘passwordnya apa? Karena ketidaktersediaan jaringan nirkabel untuk nongkrong – nongkrong, atau memang enggan memberikan. Di tempat ini, baristanya berkomitmen untuk tidak memberikan sandi wifinya…

Ada Ritter di Depanku

“Bagaimana kamu bisa menemuiku?” “Kamu adalah buku yang mudah dibaca oleh siapapun…” Sesekali menyesap kopi di hadapannya. “.. sedangkan aku tidak bisa terbaca olehmu.” Tanganku mengepal, menahan kesal.  Kesal karena kalimatnya, atau karena perkataan dia benar. Lalu Ritter Vonden – lelaki yang pernah kukirimkan surat daring melalui blogku, sudah ada di depanku. Padahal blognya terlihat…

There is no girl named Ajeng in OstiC House Jogjakarta! part 2

Disclaimer           : This post is genuinely written based on my review after staying there. No sponsored or buzzing here. Hey, baca dulu bagian pertama di sini   Sahur Hanya ada dua piring tersaji pagi itu, artinya ada satu lagi yang puasa. Tetapi ternyata orang kedua tidak mampu dibangunkan, sehingga aku harus sahur sendiri. Nasi goreng…

There is no girl named Ajeng in OstiC House Jogjakarta! part 1

Disclaimer           : This post is genuinely written based on my review after staying there. No sponsored or buzzing here. Kalau kamu sudah nyaman di sana, saat kamu kembali.. kamu akan menganggapnya pulang alih – alih datang “Ini pasti yang namanya Ajeng!!” Kataku berseru terhadap mbak – mbak berjilbab nan ramah yang menyambutku di jam 1…

Ritter, Kamu Mati?

  Ritter yang malang Seluk – beluk identitasmu tidak dapat kutemukan Aku terkesan pada caramu menyampaikan pesan Dari caramu berpetualang Ah Ritter, Kawan Baruku Mengapa kamu berhenti di 2014 Tidak dapat kutemukan jejakmu lagi Ah Ritter, Jangan Mati Dulu Mungkin kamu pernah punya tulisan di Tebing Daya Aku menunggu Sumber di sini      …

Anila Mendaki: Pendakian Gunung Lembu yang Uwuwuwu di 792 mdpl

Iya, font judulnya kelabu ala – ala seperti pendakian 14 Mei 2017 lalu, abu – abu. Udah dibela – belain nanjak malam (padahal anti banget nanjak malam – mana tau ada 2 petilasan (makom) lagi ngga bercanda deh), tidur secepet – cepetnya (padahal emang ngantuk berat) – pas jam 2 kebangun mau gelar sleeping bag–…

Anila Mendaki: Ketika Lutut Menempel ke Hidung di Gunung Bongkok

Tingginya ‘hanya’ 975 mdpl. “Hanya” Tapi kamu haram underestimate gunung ini, aku sudah memperingati dari awal. Bertempat di Purwakarta tepatnya di Desa Cikandang, pesona gunung ini benar – benar di luar ekspektasi. Dari segi transportasi, semua reachable dan jarak relatif dekat walau harus bergonta – ganti transportasi sampai 4 kali. Perjalananku dimulai dari.. kosan 😐…

Titik Geli

  Gambarnya Anila Tavisha Nggak ngerti kenapa bisa – bisanya pikiran ini sampai ke aku yang badannya sedang rileks – rileksnya. Harusnya saat si Teteh masseur yang fokus terhadap badanku selama 100 menit itu mampu membuat otakku juga enggan berpikir ke mana – mana. Tapi semakin memejamkan mata ke ruangan yang remang – remang itu, semakin…