Travel Thingy: Memorable Beaches in Aceh

  Terlalu lama menjelajahi dataran tinggi dan nyaman di atasnya, membuatku enggan melintasi batas awan yang menyentuh daratan, menghalangi langkahku. Udara dingin yang tidak pernah berbohong oleh komposisinya, ringan saat memasuki relung paru – paru, minim partikulat, nyaman. Sampai ketika aku menemukan kehangatan saat kaki menghempaskan dirinya ke pasir putih yang halus, lautan yang indah…

Culinary Review: Masakan Aceh Meutia – Benhil

Menyesap kuah kental Mie khas Aceh dengan rasa rempah yang sangat kental sangat menggugah selera orang di sekitar yang mendengar seruputannya (semoga yang baca banyak yang tipe direct-visualization, heuheu.. ), tapi tidak semua santapan lezat dari Aceh ini akan sama rasanya ketika sudah berada di daerah lain. Bumbu instan, rasa yang biasa saja kerap saya…

Sayangnya Aku Sudah Terlanjur Jatuh Cinta (part 2)

Merupakan postingan lanjutan dari ini —> Hati-hati Jangan Sampai Jatuh Cinta (part 1) “Apa yang mbak Farah pikirkan pertama kali saat harus ke Aceh?” “Excited, aku penasaran sama PLTU terapung, dan hal menakjubkan lainnya yang akan saya temui nanti di sini.” “Bagaimana dengan GAM, konflik-konflik, bahkan tsunami?” “Haha.. sama sekali ngga ada di pikiran aku, Pak….

Hati-hati Jangan Sampai Jatuh Cinta (part 1)

  Begitulah pesan yang saya dapat dari rekan saya yang kampung halamannya bertempat di daerah yang akan saya kunjungi selama kira-kira satu minggu.Aceh, merupakan daerah yang benar-benar baru pertama kali saya kunjungi. Mencoba untuk menjaga hati, menuruti perkataan rekan saya untuk tidak jatuh cinta, ternyata saya salah.   Saya akan melakukan pekerjaan yang bertempat di…