Pemberhentian Terakhir

“Sebentar lagi tujuanku sampai,” ucapmu, tanpa melihat ke arahku, memalingkan kepalamu ke luar jendela. Selalu. Selalu kamu yang meninggalkanku lebih dulu. Aku hanya bisa memendam dalam hati, berdebat denganmu akan meninggalkan airmata di wajahmu. “Jadi kapan hari terakhirmu di kantor?” Tanyaku, mengalihkan resahku. “Besok. Besok terakhir aku akan melewati kota ini.” Kamu merapikan anak rambutmu…

Aku Ingin Menulis, tapi Aku Takut Menangis

Kamu adalah sumber tulisan paling mudah kutemui Yang bisa kutemukan dalam mimpiku, atau dari percakapan kita yang satu arah kala itu Kamu adalah godaan terbesar untuk menjadi tokoh di tulisanku Hanya dengan mengamati caramu berbicara, atau caramu menatap kala itu Tapi, Aku takut menangis bila menuliskan tentangmu Aku takut mengizinkan airmata untuk sepuasnya keluar tanpa…