Introvert

Turka masih tersenyum-senyum sendiri, memalingkan muka dariku. Aku berusaha menebak hal apalagi yang membuat dia begitu bahagia. Setidaknya yang aku tahu sejak malam tadi, dia sedang patah hati. Masih terlalu pagi, komplek perkantoran di kawasan Sudirman belum begitu ramai, taman luas di area belakang kantor yang selalu difungsikan sebagai area merokok pun masih sepi. Hanya…