Siapa Suruh Kamu Bermain dengan Api?

Aku melukai, meningggalkan bekas yang akan lama menghilang. Aku diciptakan untuk tidak menjadi pendampingmu, karena aku penyiksa. Memikatmu dengan spektrum warna terang, lalu perlahan menjalarkan lidah api. Membakarmu. Aku bukan air yang mampu menawarkan dahagamu. Bukan pula yang selalu mengikuti aturan, hulu ke hilir; tinggi ke rendah. Aku penuh dengan ketidakteraturan. Aku bukan angin yang…