Pemberhentian Terakhir

“Sebentar lagi tujuanku sampai,” ucapmu, tanpa melihat ke arahku, memalingkan kepalamu ke luar jendela. Selalu. Selalu kamu yang meninggalkanku lebih dulu. Aku hanya bisa memendam dalam hati, berdebat denganmu akan meninggalkan airmata di wajahmu. “Jadi kapan hari terakhirmu di kantor?” Tanyaku, mengalihkan resahku. “Besok. Besok terakhir aku akan melewati kota ini.” Kamu merapikan anak rambutmu…

Yang Harus Kamu Lakukan Saat Hujan Nanti

Saat awan cumulonimbus meneteskan rintiknnya. Saranku, menulislah. Sibukkan dirimu dengan aksara genap yang padat makna, sarat rasa. Daripada kamu menggali kembali urutan kenangan yang sudah tenang menimbun di bawah sana. Maka saat hujan turun nanti, menulislah. Juli bukan bulan yang ideal tahun ini, pun dengan melankolia yang selalu menghampiri tatkala derit pintu lorong di relung…