Pemberhentian Terakhir

“Sebentar lagi tujuanku sampai,” ucapmu, tanpa melihat ke arahku, memalingkan kepalamu ke luar jendela. Selalu. Selalu kamu yang meninggalkanku lebih dulu. Aku hanya bisa memendam dalam hati, berdebat denganmu akan meninggalkan airmata di wajahmu. “Jadi kapan hari terakhirmu di kantor?” Tanyaku, mengalihkan resahku. “Besok. Besok terakhir aku akan melewati kota ini.” Kamu merapikan anak rambutmu…

Aku, Kamu, Secangkir Teh, dan Malam

Kursi ini akan lengkap jika kita tempati berdua, lama – lama Menantang malam untuk larut lebih lama, karena pertemuan ini akan berlangsung sampai matahari ada   Dua cangkir teh ini akan lengkap kalau kita berdua menyesapnya Diselingi oleh perbincangan hangat Membuat malam cemburu, lalu melepaskan dinginnya yang memburu   Aksara ini akan sejati jika kamu…

Mistletoe dan Cerita Lima Menit

“Ini cerita lima menitku, dimulai dari… sekarang,” Ilyana memutar pergelangan tangannya, mencari tombol stopwatch di jam digitalnya dan menyalakannya. Nit nit. “Oke.” Jawabku singkat, mencoba fokus dengan ceritanya nanti, aku menyingkirkan cangkir kopi di depanku, meletakkan ponselku. Multitask adalah hal yang paling menyiksa bagi lelaki, lebih baik kusingkirkan semuanya. “Aku masuk ke satu taman dengan…

Aku Pembaca yang Teliti, Karena Kamu Buku Milikku

Teras rumah, sofa panjang hijau toska dengan empat bantal yang diletakkan rapi, tempat sempurna untuk bermalas – malasan kala lelah setelah berkerja lebih dari sepertiga hari, oh ya satu lagi, segelas besar teh Twinnings spearmint, kesukaan kita berdua juga. Saat ini aku sedang sendirian menunggumu, tidak ada kabar lagi mulai menjadi kebiasaanmu. Jam dua belas…

Ketika di pos yang penuh dengan Edelweiss aku menggenggam tanganmu

Sudah gelap, namun begitu banyak pendaki yang berlomba – lomba ke pos lima, menemukan petak demi petak tanah landai untuk ditempati semalaman. Kita terpaksa membuka tenda di ladang Edelweiss itu, dengan angin yang ribut seakan ingin mengoyak tenda, dan udara dingin yang ingin sekali memasuki badan, membuat kami kedinginan Di pos ini, aku menggenggam tanganmu,…

City Never Sleeps Hunter

 Source : Here       “Bagaimana menurutmu kota yang ideal itu?” Aku membuka pertanyaan duluan, mencari jawaban yang sudah aku terka nanti, bersemangat. “Aku harus mulai dari mana ya?” Membalik tanya dengan senyum tipismu. Kamu menenggak air mineral, tanpa sedotan, seperti kebiasaan kamu. Dan menghabiskan seluruh isinya. Seperti biasa, aku hanya tenang di depanmu,…

Senyum Samar di Ufuk Barat

“Apa aku masih kurang mendekat?” Lelaki tampan di depanku saat ini menggeleng pelan, “cukup kok.” Senyumnya tersamarkan oleh semburat jingga di ufuk Barat yang menyinari sisi kanan wajahnya, kehangatannya sinar tersebut ikut menyinari sisi kiri wajahku. Kita berhadapan, dan saling berpegangan tangan. Erat. Aku menatapnya lagi, begitu pun dirinya. Aku sempat berpikir bahwa dia sedang…

Perjalanan Pertama, Pertanyaan yang Sama

  Source: flick river Mungkin sudah gunung ke sekian dan pantai yang ke berapa puluh yang aku jejaki. Namun ini perjalanan pertamaku bersama dirimu, yang akhirnya aku kalahkan egoku untuk menghindarimu. *** Aku sebenarnya tidak merasa terganggu dengan siapa aku berjalan, namun aku merasa harus mempersiapkan banyak hal saat aku memutuskan untuk menyertakan dirimu di…

Transfer Virus di Senja

Sore itu, jalan tol JORR dipenuhi oleh kendaraan roda empat ke atas yang menuju ke arah Bandung, Sabtu ternyata menjadi hari sempurna untuk melakukan perjalanan panjang, dengan asumsi menghindari kemacetan pada Jumat malam. Namun ternyata ada ratusan pengendara yang mempunyai asumsi tersebut, sehingga kemacetan tetap harus dinikmati dengan pasrah oleh pengendara maupun penumpangnya. Tidak hanya…

Suspensi Rasa

“Jadi aku menemukan fenomena aneh saat mencampurkan dua merk sabun cair dengan kekentalan dan warna yang berbeda di mana warna sabun pertama hijau bening, dan tinggal sedikit, dan aku  mulai mencampurkannya dengan sabun cair baru berwarna ungu yang kental, tidak bening. Dan, tahukah kamu apakah yang terjadi? Sabun hijau bening tersebut yang tadi tenang mulai…