Kopie Katze

Source: here Aku selalu ingin seperti Mbak Bitari. Setiap wanita ingin seperti dia, baik fisik maupun kepribadian. Aku ingin melenggang dengan kepercayaan diri dan senyum tipisnya melewati tiga perempat area kantor yang memanjang, mengenakan long dress pink dan heels 15 cm berwarna hijau toska, membuat semua orang kagum, membuatku kagum. Dan semakin ingin menjadi seperti…

Transfer Virus di Senja

Sore itu, jalan tol JORR dipenuhi oleh kendaraan roda empat ke atas yang menuju ke arah Bandung, Sabtu ternyata menjadi hari sempurna untuk melakukan perjalanan panjang, dengan asumsi menghindari kemacetan pada Jumat malam. Namun ternyata ada ratusan pengendara yang mempunyai asumsi tersebut, sehingga kemacetan tetap harus dinikmati dengan pasrah oleh pengendara maupun penumpangnya. Tidak hanya…

Kapur Infra Merah

Hujan deras, dengan ukuran tetes airnya yang besar – besar, menempa si bangunan tua, berbentuk dari kapur yang masih kuat, kapur/calcium, porous, yellowish white. Tidak akan hancur, walau dimakan usia dan ditempat tajamnya efek gravitasi tetes hujan tersebut. “Sini kamu masuk ke dalam sini,” si lelaki menunjuk ke arah dalam bangunan yang sudah hancur, lebih menyerupai…

Minim Bakat

This picture was taken from here Aku ngga bakat main petak umpet soalnya, jadi aku nyerah!! *** “Kamu lagi yang jaga!!!” Seru ketiga temanku, senang sekali. Aku merengut. Lagi – lagi aku! Aku kok nggak pernah bisa menang pas hom-pim-pa ya? Lagi – lagi kan kan yang kalah, jaga lagi. “Iya.. Aku hitung yaaaa” Aku…

The Unknown: Ups, gotcha!!

The Unknown adalah project dadakan yang terlintas dari Farah, Ichy, dan Anind. Cerita ini semacam cerita bersambung. Belum tau akhirnya dimana. Silakan dinikmati. The Unknown : Penentuan The Unknown : Hari Pertama The Unknown : The Fashionable One The Unknown : Who is She? The Unknown : Single Women The Unknown : Try to Impress…

Satu Taruhan Sederhana

“Taruhan!!” “Apa?” “Kamu ngga akan mau kenalan!!” Jarinya menunjuk santai ke satu spot yang tidak pernah ingin aku lihat seumur hidupku. “Enak aja, mau, kok!” Tangannya mengibas ke arahku seakan meremehkan, “Berani!!” Aku memelototinya. “Kan aku bilang, taruhan!!” “Haram!!” “Ce..men..” Jempolnya diarahkan ke bawah, lalu dihembuskan asap rokok tersebut ke arahku. “Sial, ergh.. berapa?” “Sejuta”…

Rasa yang (tidak) Terbayar

Karena menunggu itu selalu manis akhirnya, termasuk ini, walau ada rasa yang harus dibayar. Mengecewakan. Aku melihat tiga jam yang tergantung manis di ruang tamu, mengintip perlahan jam yang di kamar tidurku, lalu melirik gelisah jam yang bertengger di atas televisi di ruang keluarga. Aku gelisah. Satu jam, dua jam, entahlah. Yang pasti aku tidak…

Siarga(l)o(ve) Beach

How I miss the big waves the same as I tell my self ‘ I miss you…’   Mengenakan Rip Curl kesayangannya, yang tidak pernah bosan dipakai, wet suit kebanggaannya, G-Bomb Crossover Spring Suit warna hitam. Setidaknya, dengan warna hitam, kulit Shirka tampak lebih putih. Kulitnya yang terlihat legam sekali lagi akan menantang matahari, diraihnya…

The Antares

“We are all like the bright moon; we still have our darker side.” ― Kahlil Gibran “Jangan pergi dulu,” aku memohon sekali lagi, entah sudah malam ke berapa aku selalu mengantarkan kata yang sama, dan aku mendapatkan reaksi yang sama, berat melangkah, berkata segalanya akan baik-baik saja, toh aku akan kembali nanti, klise. “Kamu tahu, aku…

Perempuan yang Berjalan Terburu

Ini hari ketiga, dan dengan mudahnya menemukannya. Mudah, Dia turun dengan terburu-buru, menyela beberapa orang yang dengan santai menuruni ekskalator stasiun, lalu menyamankan ritme nafas sampai akhirnya dia tersenyum saat kereta tepat datang pada waktunya. Yah seperti itulah dia, sosok yang selalu berjalan terburu, selalu mepet datang ke stasiun ini. Aku telah memperhatikannya dari tiga…