Perempuan yang Berjalan Terburu

Ini hari ketiga, dan dengan mudahnya menemukannya. Mudah, Dia turun dengan terburu-buru, menyela beberapa orang yang dengan santai menuruni ekskalator stasiun, lalu menyamankan ritme nafas sampai akhirnya dia tersenyum saat kereta tepat datang pada waktunya. Yah seperti itulah dia, sosok yang selalu berjalan terburu, selalu mepet datang ke stasiun ini. Aku telah memperhatikannya dari tiga…

Luka II

Kita bertemu, namun untuk terluka. Iya, untuk sebuah luka. Ketika bersalaman dan sebuah senyum kecil  pembuka menjadi satu tanda bahwa kita sudah mengenal, bukan hanya mengetahui. Aku tahu itu hanya sebuah gerbang yang mengantarkanku pada satu rasa yang paling aku hindari saat ini. Lalu aku terikat rasa yang salah, yang seharusnya harus teralihkan oleh hubungan…

Luka I

I never had a good reason to hate you, nor make a distance of you Just a simple question why are you trying to hide things that you don’t have to be hidden, it’s a taboo Let’s imagine, if I already have a tons of hopes and the feelings become deeper, what are you gonna…

Stalker

  Hari Pertama, Aku yang pertama mengamati, ketika kamu berjalan melewatiku dengan segala ketidaktahuanmu atas kehadiranku   Hari Kedua, Aku yang mulai bertanya, tapi hanya berdiri menepi sendiri, di tempat kemarin kita bertemu. Saat itu aku yakin kita bisa bertemu lagi. Benar.   Hari Ketiga, Aku mulai membayangkan kamu akan menjadi suamiku. Konyol, aku langsung…