Definisi Cinta Punggung Ayam dan Hal Lainnya yang Kamu Sebut Cinta

“Cinta Punggung Ayam.” Itulah satu sebutan tega dari sahabatku yang ditujukan kepada siapapun yang hanya berani menatap seseorang dari belakang saja. Ternyata bukan hanya dilakukan oleh perempuan, lelaki pun ternyata bisa melakukannya hal seperti ini. Padahal sejatinya banyak pendapat orang, lelaki selalu yang bergerak dan perempuan selalu dalam menunggu mode: on. Di Rectoverso*, aku merasakan…

Surat Cinta yang Datang Lebih Awal

Hi Vinch!! Ini adalah surat titipan dari sahabatku, kamu tahu. Surat cinta ini mungkin datang lebih awal dari seharusnya, namun bagaimanapun dan kapanpun surat ini disampaikan, sahabatku bahkan aku, hehe.. selalu tahu Kamu tidak akan pernah membacanya Halooo eh hei kamu, Aduh aku bahkan masih salah tingkah untuk menyapamu dalam teks Padahal Anila meyakinkanku, bahwa…

Cadangan Hansaplast

Aku cerita sama Mbak Diah, Mbak Diah bilang, “Perempuan itu banyak punya cadangan hansaplast. Tiap ada luka tembel sana tembel sini. Sampe gak sadar kalo badan udah jadi mumi. Kamu sering disakitin gini, bahkan kamu lupa bagaimana caranya dibahagiakan. Suatu hari nanti, orang yang mau jabatan tangan sama kamu aja,kamu anggap jatuh cinta sama kamu….

Dua Punggung yang Saling Membelakangi

Jam 2 dini hari. Ini kebiasaan saat Sabtu malam, lagu dangdut dan teriakan para penyanyi yang sayup – sayup dari kampung sebelah. Tidak akan berhenti sampai menjelang subuh nanti. Kami biasanya tertawa, atau ikut bersenandung satu lagu yang menjadi tembang wajib orkes sederhana tersebut, sampai akhirnya kita lelah dan tertidur sendiri. Kadang sampai lupa Subuhan,…

Pemberhentian Terakhir

“Sebentar lagi tujuanku sampai,” ucapmu, tanpa melihat ke arahku, memalingkan kepalamu ke luar jendela. Selalu. Selalu kamu yang meninggalkanku lebih dulu. Aku hanya bisa memendam dalam hati, berdebat denganmu akan meninggalkan airmata di wajahmu. “Jadi kapan hari terakhirmu di kantor?” Tanyaku, mengalihkan resahku. “Besok. Besok terakhir aku akan melewati kota ini.” Kamu merapikan anak rambutmu…

Aku Ingin Menulis, tapi Aku Takut Menangis

Kamu adalah sumber tulisan paling mudah kutemui Yang bisa kutemukan dalam mimpiku, atau dari percakapan kita yang satu arah kala itu Kamu adalah godaan terbesar untuk menjadi tokoh di tulisanku Hanya dengan mengamati caramu berbicara, atau caramu menatap kala itu Tapi, Aku takut menangis bila menuliskan tentangmu Aku takut mengizinkan airmata untuk sepuasnya keluar tanpa…

Aku, Kamu, Secangkir Teh, dan Malam

Kursi ini akan lengkap jika kita tempati berdua, lama – lama Menantang malam untuk larut lebih lama, karena pertemuan ini akan berlangsung sampai matahari ada   Dua cangkir teh ini akan lengkap kalau kita berdua menyesapnya Diselingi oleh perbincangan hangat Membuat malam cemburu, lalu melepaskan dinginnya yang memburu   Aksara ini akan sejati jika kamu…

Mistletoe dan Cerita Lima Menit

“Ini cerita lima menitku, dimulai dari… sekarang,” Ilyana memutar pergelangan tangannya, mencari tombol stopwatch di jam digitalnya dan menyalakannya. Nit nit. “Oke.” Jawabku singkat, mencoba fokus dengan ceritanya nanti, aku menyingkirkan cangkir kopi di depanku, meletakkan ponselku. Multitask adalah hal yang paling menyiksa bagi lelaki, lebih baik kusingkirkan semuanya. “Aku masuk ke satu taman dengan…

Perempuan yang Tidak Pernah Kamu Genggam Tangannya

Namanya Riskan. Kamu tidak perlu tertawa mendengar namanya, karena menurutku orangtuanya memberikan nama yang cocok dengan perilaku dia saat ini, riskan. Aku sudah bersahabat dengannya selama lima tahun, dan selama lima tahun pula aku sudah hapal tabiatnya. Dia riskan jatuh cinta. Riskan yang mudah jatuh cinta. Dan aku, yang tidak pernah mendapatkan keberkahan itu dari…

Surat Cinta Pertama di 2014

Haha.. ini bukan surat cinta, Tuan dan Nyonya. Aku sengaja membuat judul demikian agar kalian tertarik kemari, berpikir bahwa aku dengan mudahnya mengumbar perasaan cintaku kepada orang lain, biar khalayak tahu. Ini sebenarnya bukan masalah cinta, semua isi di surat ini begitu penuh lukanya. Aku menuliskannya dalam tangis Tuan dan Nyonya, dalam harap yang tidak…