Bukan pulang saat ini ketika aku menujumu, tetapi pergi

Baru berapa hari lalu Aku ingin selalu pulang Merapatkan hangatnya pelukmu Lalu membiarkannya dingin sendiri sampai subuh nanti Belum lewat satu jam Aku kembali merindukanmu Menggenggam ruang kosong di rongga jarimu untuk aku lengkapi Sampai luruh malam, meninggalkan jejak indah di mimpi tidur nyenyakku Belum lewat sepuluh menit Airmataku sudah berhasil mengering Cicak dan bantal…

Patahan Kenangan

Lala dengan lincah mengetik laporan dengan  tergesa. Sejak pagi tadi, ia masih tetap di tempat tersebut, coffee shop yang tenang, menghadap ke arah taman perkantorannya, melawan arah dari pemandangan di depannya, jalan tol layang yang selalu ramai dan berisik. Ponselnya berdering, Lala tidak menyadarinya hingga si penelepon menghubungi sampai tiga kali. “Yah…?”, Lala menjawab dengan…