Puisi di Tiga Agustus Dua Ribu Empat Belas Dini Hari

Dan ini adalah rindu ke sekian yang hanya mampu diucapkan hanya melalui aksara Dan aksara tersebut bergeming, enggan bergerak ke pusat rindunya.. Malu, katanya. Gengsi, tambahnya Lalu si pusat yang dirindukan tidak merasakan apa – apa, maka acuh tak acuh, lalu menanam rindunya ke pusat yang ia tetapkan Ini pesanku pada akhirnya, ini efeknya, jika…

Kontraksi Rindu

ini perasaan yang jengah aku alami, jika harus setiap hari aku selalu berharap ini yang terakhir, setidaknya jangan sampai terlalu sering bikin kacau hari – hariku, bikin runyam konsentrasiku   aku sedang merasakan kontraksi otot yang tidak biasa di sini, kutunjukkan di perut dan di sini, kutunjukkan dada kiriku sesakku saling beraduan, antara perut dan…

Konspirasi Waktu

Sudah mulai berganti hati Lucunya, si rindu malah menagih Alih – alih menyusut, si rindu semakin tumbuh subur Memanen rasa, menumbuh – suburkan asa Si rindu, berkonspirasi lagi dengan waktu Bila sesuatu yang terpakai lama – lama akan habis Tapi tidak berlaku bagi rindu dan waktu Garisnya sempurna, ke atas, tanpa batas Semakin lama menunggu…