Dua Panah yang Sejajar

Kayla mengecek kalender yang tidak jauh dari tangannya, “jadi, mau kemana kita long weekend minggu depan?” Ardo mengambil kalender yang masih di tangan Kayla, “Sempu?” Kayla menggelengkan kepala, “nope, yang lain” Ardo mengernyitkan dahi, ada kalimat Tanya yang dia ingin ucapkan tapi tertahan, dan memilih untuk diam, “nih, explore Pacitan, tiga hari dua malam, meeting…

Cinta itu apa, Kak?

“Memang jatuh cinta apa?” “Hem.. tidak tahu.” Gadis tersebut tetap melayangkan pandangannya ke satu bangunan yang paling tinggi di antara bangunan yang lainnya, sudut matanya mulai terlihat satu titik air mata. Anak kecil tersebut, penjual koran yang sudah berhasil menjual semuanya, ikut mengikuti arah pandangan gadis tersebut. Kakinya bersila di balkon bangunan tersebut. Sedangkan gadis…

Satu Kata Sapa Pertama

Aku merasakan tubuhku mulai mempercepat lajunya, aku merasakan gelap yang teramat dalam sampai akhirnya aku mulai sadar belum saatnya aku berteriak, belum saatnya aku ketakutan. Lama aku menahan diri untuk melawan seluruh ketakutanku ketika akhirnya secercah warna mulai membentuk namanya, menampakkan diri. Merah, kuning, putih, krem.   Aku berhasil mencapai Lucid Dreamku.   Aku melihat…

The Sweetest Revenge

Hari pertama aku memberanikan diri untuk berada disini.   Sudah satu setengah tahun aku menghindari tempat ini. Bukan karena apa-apa, tetapi ternyata memang susah menyembuhkan lagi hati yang terluka, menutupnya dengan erat hingga tidak membekas, setidaknya bekas itu tidak terlihat.   Dua anak kecil dengan riang mengitari air mancur tersebut, air mancur yang di bawahnya…

Patahan Kenangan

Lala dengan lincah mengetik laporan dengan  tergesa. Sejak pagi tadi, ia masih tetap di tempat tersebut, coffee shop yang tenang, menghadap ke arah taman perkantorannya, melawan arah dari pemandangan di depannya, jalan tol layang yang selalu ramai dan berisik. Ponselnya berdering, Lala tidak menyadarinya hingga si penelepon menghubungi sampai tiga kali. “Yah…?”, Lala menjawab dengan…

Sebuah Nama

Tumbler dengan gambar lucu hanya terbungkus dari kotak transparan.   ‘Wragank Gashara’   Lana mengernyitkan keningnya. Ini sudah kiriman yang ketiga. Dan sampai saat ini Lana tidak tahu siapakah lelaki ini. Nizam dan Azka menemukan hasil yang nihil, berbekal link antar HRD di gedung ini, tidak ada nama Wragank Gashara. “Kamu ngga liat dari ekspedisi…

Down the Dark Alley

Dari seberang jalan, Arina melempar pandangannya ke sekeliling, matanya awas menatap kumpulan mahasiswa yang sedang bersiap pulang, berteduh sehabis hujan yang menyiram dengan derasmalam itu. ‘Satu.. dua.. tiga.. hm… sepuluh wanita dan tiga lelaki. Dua orang bukan mahasiswa’, Arina menyebrang jalan, melewati halte yang sesak tersebut dan menuju gang kecil menuju kosannya. Malam itu menunjukkan…

The Conservatives (part.2)

See the previous part here *** “Kay, makan yuk sama-sama”, Ibu mengetuk pintunya pelan, Kay urung menjawab, ia berbaring tengkurap, pura-pura tidak mendengar. Perlahan Ibu membukakan pintunya. “Kay?” Kay tidak bergeming, ada perasaan marah yang terpendam terhadap orangtuanya karena tidak menginformasikan hal ini. ‘Tau gitu gue ke Surabaya dulu, ke Gili sekalian, naik pesawat!! Bodo…

The Conservatives (part.1)

Dear readers and blog-walkers,sorry for posting in Bahasa. Here’s the Prologue, you may translate it into English or another languages, written here with formal structure. Enjoy!! 😉 A woman lives in a family that bind her in conservative traditions. She’s different. She refuses all of the family’s conservatives traditions. Until she has to experience that…