Guratan Dini Hari 2

Sebenarnya ini bukan tipe saya lagi yang memposisikan ranah blog ini menjadi buku harian versi daring. Tapi ada banyak hal yang membuat saya yakin bahwa Jumat ini maksudnya Jumat kemarin karena hari ini sudah memasuki Sabtu saya berhasil  memanen banyak endorfin di beberapa lapak saya berpijak dari jam 07:00 meninggalkan rumah sampai jam 22:00 kembali…

Surat Cinta yang Datang Lebih Awal

Hi Vinch!! Ini adalah surat titipan dari sahabatku, kamu tahu. Surat cinta ini mungkin datang lebih awal dari seharusnya, namun bagaimanapun dan kapanpun surat ini disampaikan, sahabatku bahkan aku, hehe.. selalu tahu Kamu tidak akan pernah membacanya Halooo eh hei kamu, Aduh aku bahkan masih salah tingkah untuk menyapamu dalam teks Padahal Anila meyakinkanku, bahwa…

Jurnal Mimpi di Tengah Hari

Itu kamu Duduk, memperhatikan dari jarak sepuluh meter di kananku Aku tersenyum lebar dan berteriak memanggilmu Kamu ingat aku baru turun dari taksi dan bawaanku sangat banyak? Sampai aku harus bolak – balik memasukkan ke dalam ramah Aku berteriak riang memanggil namamu, “ke sini!!” Berharap pelukan hangatmu, atau caramu mengacak – acak rambutku yang suka…

Ketika di 120 km/jam banmu pecah..

Walau suka menstate diri sebagai driver yang safe, ada saja satu – dua ‘kesialan’ yang dibutuhkan sebagai bumbu cerita dan pengalaman. 1 Desember 2014 benar – benar hari yang berat di awal pagi hari. Parkir di Pasar Modern dan lanjut naik Agramas Cibinong, apa daya hampir satu setengah jam Agra Cibi ngga lewat – lewat, dan…

Kilasan Duka Cita di Hari Suka Cita

Suka Cita saat Lebaran merupakan harga  mati bagi diri gue secara pribadi, walau di sisi lain, ada sedikit ketakutan yang menghampiri saat umur semakin bertambah: apa gue masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan penuh rahmat tahun depan? Atau lengkapkah orang tercinta yang biasa sama – sama menikmati Lebaran saat tahun depan? Atau ada yang…

Pemberhentian Terakhir

“Sebentar lagi tujuanku sampai,” ucapmu, tanpa melihat ke arahku, memalingkan kepalamu ke luar jendela. Selalu. Selalu kamu yang meninggalkanku lebih dulu. Aku hanya bisa memendam dalam hati, berdebat denganmu akan meninggalkan airmata di wajahmu. “Jadi kapan hari terakhirmu di kantor?” Tanyaku, mengalihkan resahku. “Besok. Besok terakhir aku akan melewati kota ini.” Kamu merapikan anak rambutmu…

Mistletoe dan Cerita Lima Menit

“Ini cerita lima menitku, dimulai dari… sekarang,” Ilyana memutar pergelangan tangannya, mencari tombol stopwatch di jam digitalnya dan menyalakannya. Nit nit. “Oke.” Jawabku singkat, mencoba fokus dengan ceritanya nanti, aku menyingkirkan cangkir kopi di depanku, meletakkan ponselku. Multitask adalah hal yang paling menyiksa bagi lelaki, lebih baik kusingkirkan semuanya. “Aku masuk ke satu taman dengan…

Senyum Samar di Ufuk Barat

“Apa aku masih kurang mendekat?” Lelaki tampan di depanku saat ini menggeleng pelan, “cukup kok.” Senyumnya tersamarkan oleh semburat jingga di ufuk Barat yang menyinari sisi kanan wajahnya, kehangatannya sinar tersebut ikut menyinari sisi kiri wajahku. Kita berhadapan, dan saling berpegangan tangan. Erat. Aku menatapnya lagi, begitu pun dirinya. Aku sempat berpikir bahwa dia sedang…

Tawa Bilik Toilet

    Bangunan mal besar yang tidak diimbangi dengan fasilitas toilet yang layak. Ketika pembangunan mal terfokus pada ekspansi lahan dan struktur bangunan sehingga terlihat semakin luas dan tentu saja comfy, tapi tidak dengan toiletnya. Beginilah toilet di salah satu mal besar dan sudah lama ada di sekitar Jakarta Barat ini, my confession, pertama kalinya…

Caper? Iya!!!

“Coba Far, sebut ‘al..ko..hol’” Di satu ruang kelas sangat sempit dengan bangku cokelat gelap dan meja panjang warna senada, ruangan pengap tersebut digunakan untuk les setelah sekolah selesai, beberapa temanku dengan sabar dan ikut duduk di lantai beralaskan kertas A4 bekas, sekedar untuk membantuku agar bisa mengeja kata ‘alkohol’ dengan sempurna. “Al..kol..hol.. Hehe..’ Cengirku, kepayahan,…