Rasa yang (tidak) Terbayar

Karena menunggu itu selalu manis akhirnya, termasuk ini, walau ada rasa yang harus dibayar. Mengecewakan. Aku melihat tiga jam yang tergantung manis di ruang tamu, mengintip perlahan jam yang di kamar tidurku, lalu melirik gelisah jam yang bertengger di atas televisi di ruang keluarga. Aku gelisah. Satu jam, dua jam, entahlah. Yang pasti aku tidak…

The Antares

“We are all like the bright moon; we still have our darker side.” ― Kahlil Gibran “Jangan pergi dulu,” aku memohon sekali lagi, entah sudah malam ke berapa aku selalu mengantarkan kata yang sama, dan aku mendapatkan reaksi yang sama, berat melangkah, berkata segalanya akan baik-baik saja, toh aku akan kembali nanti, klise. “Kamu tahu, aku…

Ditunggu/Menunggu

  Ditunggu, Kamu memang selalu suka ditunggu Mengulur waktumu yang lama untuk berdandan Tapi aku tidak pernah menyesal kalau kamu harus ditunggu Karena saat kamu keluar menyambutku, aku merasa melihat bidadari yang baru selesai bekerja di kayangan sana   Ditunggu, Kamu memang selalu suka ditunggu Memintaku untuk lekas menjemput ke kantormu Padahal kamu selalu pulang…

Jagoan

Terbiasa oleh apapun, tapi tidak untuk sakit hati Ini terakhir “Kenapa dipanggilnya Jagoan sih?”. Gue juga bingung, diam sebagai jawabannya, dan gue tau elo, ngga menuntut jawaban selanjutnya, bagi elo kalau seseorang ditanya tapi dia ngga tahu jawabannya, berarti orang itu ngga mikir sebelum bicara. Dalem, tapi balik lagi, gue cuma bisa diam. Yang gue…